Apakah yang anda
lakukan ketika di pagi hari anda terbangun? Terkadang kesibukan kita selama ini
telah membuat kita tidak ada waktu teduh untuk merenungkan kasih karunia Allah
dan berdoa. Juga mungkin ada diantara kita yang tidak mengetahui bagaimana
melakukan hal tersebut! Persoalan ini bukanlah persoalan yang tidak berarti,
tetapi hal yang penting bagi kita sebagai orang Kristen; yang percaya kepada
Allah yang hidup dan berhubungan dengan kita sebagai anak-anak-Nya.
Hari-hari yang selalu orang percaya
nikmati bukanlah perkara kebetulan atau sesuatu hal yang sudah terprogram
sekian lamanya. Melainkan Allah yang mengadakannya, Allah yang menjadikan hari
demi hari itu dapat berganti. Senin kepada Selasa, Selasa kepada Rabu, dan
begitu seterusnya hingga akhir zaman nanti. Jikalau Allah yang menjadikannya
ada, sementara kita orang-orang yang menikmati hari-hari itu, maka sudah
seharusnyalah kita bersyukur kepada Allah atas perbuatan yang senantiasa Dia
kerjakan.
Bayangkanlah apa yang anda kerjakan
setiap hari! Mulai terbangun dari tidur hingga kembali terlelap dalam mimpi
yang panjang... Bukankah begitu banyak pekerjaan dan tanggung jawab yang kita
sudah kerjakan di hari itu? Dan bukankah begitu banyak pekerjaan dan tanggung
jawab yang akan kita kerjakan di hari tersebut? Maka, jika satu hari lagi Dia
masih adakan bagi anda, maka hal pertama yang bisa anda lakukan di tempat tidur
ketika terbangun adalah: Mengucap syukur kepada Allah! Firman Allah
berkata kepada kita: “Mengucap syukurlah
dalam segala hal...”, ya itu benar. Kita sudah seharusnya mengucap
syukur kepada Allah dalam segala hal, termasuk ketika terbangun di pagi
hari!
Pertanyaan sederhana bagi kita
sekarang adalah; mengapa hal ini saya lakukan? Jawabannya ada dua, yakni:
Pertama:
“Sebab itulah yang dikehendaki Allah
di dalam Kristus Yesus bagi kamu”. Mengucap syukur bukanlah suatu perbuatan
yang dilakukan tanpa adanya alasan yang jelas, sebab hal itu ternyata
dikehendaki oleh Allah. Sesuatu yang dikehendaki oleh Allah, adalah sesuatu
yang menyukakan hati-Nya, dan membawa kemuliaan bagi nama-Nya. Kerapkali kita
beranggapan bahwa untuk melakukan kehendak Allah haruslah mempersembahkan
persembahan materi berupa perpuluhan kepada pendeta, membawa persembahan
mingguan ke gereja, memberikan sumbangan, dan rajin berbuat baik kepada sesama.
Semua hal yang disebutkan barusan baik untuk dilakukan, sebab itu bagi
pekerjaan Tuhan. Namun, seberapa sering dan mampukah kita sebagai insan yang
lemah dan serba terbatas untuk melakukan semua hal tersebut? Sungguh kita
terbatas secara materi, dan lagi pula Allah tidaklah menuntut itu semua! Namun,
yang Ia kehendaki untuk kita lakukan adalah mengucap syukur kepada-Nya dalam
segala hal. Jadi, anda telah melakukan kehendak Allah ketika anda mengucap
syukur kepada-Nya di hari-hari yang anda lewati, baik melalui doa, maupun
melalui puji-pujian, juga melalui kesadaran diri bahwa hidup ku hanya oleh
kasih karunia Allah saja.
Kedua: Karena memang kita membutuhkannya. Disaat kita bersyukur kepada Allah setiap hari untuk hari baru yang selalui Ia adakan, maka di saat itulah kita sedang berhubungan intim dan pribadi dengan Allah. Bagaikan seorang isteri yang merindukan suaminya di perantauan, demikianlah kita merindukan Allah kita. Maka sarana yang dapat kita gunakan untuk berhubungan dengan Allah adalah mengucap syukur kepada-Nya. Alasannya adalah, karena hari-hari yang Dia telah adakan. Amin.
By. Pdt. Theos M. Purba

Posting Komentar untuk "Mengawali Hari Dengan Ucapan Syukur!"