zmedia

Sebuah Sajak : "Melepaskan dan Menerima Sesuatu yang Baru"



(Sebuah Perenungan Ketika Harus Merelakan Sesuatu dari Bagian Hidup ku untuk Dapat Memulai Apa yang Terbaik kedepan)


Sejak dahulu, ketika Engkau merajut langkah hidup ku
Membawa nya pada apa yang disebutkan sebagai;
Penyerahan, Pengabdian dan Pengorbanan
Serta menyingkirkan segala apapun yang dapat merintangi pekerjaan Mu

Aku telah belajar untuk melepaskan sesuatu yang sering disebut sebagai;
Bagian ku, hak ku, kepunyaan ku dan milik dalam hidup ku
Dengan tidak mengungkit-ungkit
Namun dengan rela hati menganggap itu semua justru sebagai kebanggaan!

Bagaimana jika sesuatu itu baru saja kita miliki dalam waktu yang cukup singkat?
Haruskah daku rela menontonnya dan membiarkan nya pergi dibawa sayap nya sendiri?
Bagaimana jika sesuatu itu harus ku biarkan berkelanan
Atas dasar perintah, pemikiran dan perenungan ku sendiri yang terlalu larut panjang?

Bisakah aku berkata bahwa mungkin masih ada jalan yang lain?
Bolehkah aku berseru kepada jiwa ku untuk segera beralih dari pikiran itu!
Lalu mencoba menunggu, menunggu, dan menunggu
Sampai aku dapat melihat ada sebuah keajaiban yang mustahil bagi ku?

Yah..., iman ku memang berkata demikian!
Keyakinan ku teguh berpegang pada kedaulatan Allah yang mutlak...
Bahkan aku lebih yakin dari banyak orang lainnya,
Bahwa satu kedipan mata ku adalah Perintah-Nya yang mulia!

Aku juga percaya bahwa tidak ada satu inci pun di bawah kolong langit ini
Dapat bergerak tanpa Pekerjaan Tangan Sang Ilahi yang tidak tampak
Apalagi untuk persoalan seringan ini; bagi Dia...
Dan persoalan yang terlalu berat ini; bagi ku...

Ia dapat dengan sekejap mata mengubahkan
Bahkan sesaat daku menutup mata untuk terlelap dalam mimpi!
Ia juga bisa membuat ku kuat untuk tetap mempertahankan
Sekalipun daku harus tersungkur dalam sebuah penderitaan jiwa yang tertekan!

Namun...,
Apakah yang harus aku katakan dan lakukan saat ini?
Dapatkah aku terdiam dan menanti saja?
Lalu berkata “Sudah, semua akan baik-baik saja”

Sementara aku mau remuk rasanya!
Sampai aku terkadang melamun dalam perenungan yang panjang
Tubuh ku bergerak dan jiwa ku diam
Raga ku terlihat, sementara jiwa ku terselimuti oleh kehancuran yang mendalam!

Sementara penantian sudah cukup lama...
Sementara aku tidak dapat berharap kepada anak manusia siapapun!
Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi
Hingga sebuah duka kan tercipta tanpa ada yang ingin mengundangnya untuk menghampiri

Oleh sebab itu ya jiwa ku
Aku mau berkata kepada mu...
Dengarlah... dengarlah..., perhatikanlah dengan seksama!
Perkataan ku ini tidak pernah aku ucapkan sebelumnya kepada mu;

Mari engkau lepaskan...
Dan terimalah apa yang baru yang akan Bapa berikan pada mu!
Mari engkau relakan...
Maka jiwa mu akan terbang bersama Malaikat-Nya dalam kenikmatan

Engkau tidak akan lagi ditekan olehnya
Oleh karena engkau mengambil keputusan untuk mengakhiri,
Engkau akan ringan dalam langkah mu
Kedepan akan terarah mata mu dan tidak kebelakang!

Tidak akan ada tuntutan yang begitu membebani
Sebab apa yang engkau lepaskan adalah cara supaya dapat meringankan beban itu,
Percayalah bahwa engkau bisa
Dan Ia akan berikan kekuatan untuk engkau rela melepaskan!

Melepaskan adalah cara satu-satunya untuk dapat menerima!
Ketika aku pergi dari nya, maka ia akan tetap menjadi milik ku
Tetapi ketika ia yang pergi dari hidup ku, maka aku dapat belajar merelakannya!
Walau berharga, walau baru di pagi hari ku miliki dan harus melepasnya di malam itu juga...

Ini Aku lakukan dengan penuh perenungan dan pertimbangan
Kini telah sampai pada kesimpulannya
Sebab melepaskan ini, adalah awal yang baik untuk memulai yang baru
Melepaskan ini, adalah cara untuk aku dapat melangkah ke depan dengan penuh kefokusan!

Bapa..., Ku serahkan pada Mu
Jadilah kehendak Mu!
Aku hendak terbang bersama Mu
Dalam sebuah melodi hidup yang penuh irama yang mempesona!

Yer, 25 Januari 2020

Posting Komentar untuk "Sebuah Sajak : "Melepaskan dan Menerima Sesuatu yang Baru""