zmedia

Sebuah Hati Untuk Misi


Ketika beberapa bulan yang lalu saya mendengarkan perkataan seorang hamba Tuhan yang bergerak di bidang Misi Penginjilan, berkata "Tuhan jikalau aku sepenuhnya berpikir dan bekerja untuk-Mu, maka... pikirkanlah hidup ku". Hampir tiada hari tanpa saya merenungkan semua hal yang menyangkut dengan pekerjaan misi. Hampir tiada hari saya bersemangat untuk berdoa dan menyusun perencanaan untuk pekerjaan misi.

Sejak Tuhan memanggil saya untuk melayani Tuhan (tepatnya hampir 8 tahun yang lalu) yang selalu terpikirkan adalah bahwa saya suatu hari nanti akan giat dalam pekerjaan misi penginjilan. Misi perintisan dan penjangkauan jiwa-jiwa, bahkan berfokus pada pedalaman-pedalaman yang belum terjangkau Injil atau belum maksimal terjangkau oleh Injil. Kobaran semangat itu telah membawa daku ke bangku kuliah teologi di Jakarata selama 4 tahun. Sebanyak 2 kali lembaga saya mengutus saya untuk melayani Tuhan di tanah Kalimantan Barat selama masa kuliah tersebut. Ini menunjukkan sebuah tanda bahwa Tuhan memang menginginkan saya di hari-hari berikutnya untuk memberikan hidup saya sepenuhnya untuk jiwa-jiwa di Kalimantan Barat.

Kisah itu berlanjut hingga saya di utus kembali untuk perintisan di Kalimantan Barat pada Februari 2017 setelah menyelesaikan masa studi teologi saya. Dengan penuh pergumulan dan tangisan yang teramat banyak, Tuhan telah memperhatikan perintisan saya hingga menjadi sidang jemaat yang bertumbuh hingga saat ini. Sudah memiliki Gedung gereja yang permanen, sudah memiliki pastori yang sangat baik, sudah memiliki sarana-prasarana yang mencukupi dan lebih dari itu saya "memiliki" sebuah jemaat kecil yang setia dan selalu mengasihi saya apa adanya! Gereja Kabar Baik Indonesia (GKBI) jemaat Betung adalah rumah terindah yang pernah saya miliki selama menginjakkan kaki di muka bumi ini. Mungkin daku tidak akan pernah lagi untuk mendirikan sebuah rumah selain pastori yang indah nan sederhana ini, di mana Tuhan melihat setiap tetesan air mata ku yang terjatuh ketika menghadap hadirat-Nya di pagi dan malam teduh ku!

Ya..., inilah pelayanan saya saat ini! Sudah berjalan 4 tahun lamanya. Puji Tuhan hingga saat ini telah banyak mengalami pertumbuhan, mulai dari jemaat orang tua, pemuda dan remaja serta sekolah minggu. Semua saya kerjakan dengan kesungguhan dan memberikan hidup bagi mereka! Saya penuh waktu ada dan siap bagi mereka. Saya ada dan siap ketika mereka memerlukan. Ini telah menjadi komitmen sejak 4 tahun yang lalu ketika Tuhan pertama kali menanamkan sebuah visi di hati saya untuk menetap dan mendirikan sidang lalu menjadi gembala sidang.

Sembari berjalannya waktu, dari hari kesehari tak terasa oleh saya bahwa ternyata saya begitu sibuk dengan kegiatan di lingkup lokal. Begitu sibuk dengan pekerjaan penggembalaan dan keseharian dalam mencukupi keperluaan! Wow..., sungguh saya tak dapat melukiskan bagaimana beratnya perjuangan ini selama 4 tahun. Sembari fokus memikirkan jemaat juga harus memikirkan keperluaan saya bersama rekan-rekan pelayanan yang sering tinggal bersama saya di pastori. Telah banyak menguras waktu dan tenaga! Dan keadaan ini semua telah berhasil membuat saya menjadi orang yang berputar di pusaran yang sama!

Sebuah panggilan terdalam di hati ku, di mana panggilan itu telah lama berdiam di palungan terdalam di sanubari ku telah mulai bersuara dengan lembut ketika memasuki tahun 2020 ini. Sebuah hati untuk pekerjaan misi telah kembali bersuara lantang di dada ku, bahkan terasa begitu sesak sekali. Sampai aku benar-benar menggumulinya dalam beberapa minggu belakangan ini. Aku teringat akan beberapa pertimbangan yang membuat aku akhirnya mengambil keputusan untuk menetap dan berdiam untuk memimpin sebuah sidang adalah :

1. Pekerjaan misi di Kalimantan Barat ini memerlukan sebuah basecamp. Memerlukan sebuah markas yang menjadi tempat kelak untuk perkumpulan tenaga misi. Di situ kita bisa saling sharing misi, berdoa dan bersekutu tentang misi, menyusun program pekerjaan misi, melakukan aktivitas administrasi misi, melakukan traning misi, pemetaan misi dan beristirahat!
2. Pekerjaan misi di Kalimantan Barat ini memerlukan tenaga misi. Sementara waktu itu tenaga misi terbatas. Saya sendiri tidak mungkin dapat bekerja tanpa rekan-rekan misi.
3. Pekerjaan misi di Kalimantan Barat ini memerlukan pendanaan. Sementara waktu itu untuk mencukupi kehidupan saya saja sudah sangat puji Tuhan!
4. Pekerjaan misi di Kalimantan Barat ini memerlukan sarana perlengkapan. Sementara waktu itu kendaraan dan media sangat terbatas.

Kini 4 tahun telah berlalu, semangat misi kembali bergelora di hati ku! 4 pertimbangan di atas kini telah Tuhan mulai buka jalan. Untuk basecamp Tuhan sudah sediakan sebuah Pastori multifungsi (kedepan kami berharap bisa membangun sebuah rumah khusus untuk kantor misi), untuk tenaga misi, puji Tuhan hingga saat ini kami terdiri dari 6 orang di lapangan, untuk pendanaan, puji Tuhan sekarang sedang dalam proses penyediaan dan usaha pengadaan jaringan penggalangan, sementara untuk sarana perlengkapan, puji Tuhan telah tersedia!

Gerakan ini kami beri nama Team Kairos Mission Ministry, untuk lebih mengenal team kami tersebut boleh klik di sini  atau mengunjungi fanspage Facebook kami di sini Instagram kami @kairos_mission_ministry dan Grup WhatsApp kami boleh menghubungi :0823-1081-2165 (Admin).

Gerakan misi ini di mulai dari hati terdalam saya yang juga terdapat di hati banyak rekan-rekan misi lainnya! Sebuah panggilan terdalam yang sejak lama ada namun terhalangi oleh berbagai kenyataan. Namun kini panggilan itu mulai dinyatakan oleh Tuhan dengan cara yang begitu ajaib. Mengingat begitu banyak orang yang memerlukan Injil. Mengingat tanah Kalimantan begitu luas terbentang padi yang menguning namun tiada penuai, telah cukup menjadikan alasan bagi kami dan saya pribadi untuk sepenuhnya menyerahkan hidup untuk pekerjaan misi penginjilan!

Kini saya telah mengambil sebuah keputusan yang penting di awal tahun 2020! Menuntaskan beberapa hal yang menuntut dan berfokus pada satu pekerjaan : misi penginjilan bersama team. Membangun sebuah team kerja misi! Saya tahu bahwa keputusan ini begitu berat untuk saya ambil di tengah keperluaan misi yang besar juga. Dana yang tidak sedikit! Biar bagaimanapun pekerjaan misi ini memerlukan pendanaan dan saya sebagai promotor di antara rekan-rekan lainnya harus rela memulai dari hidup saya terlebih dahulu. Jujur sahabat-sahabat ku yang setia membaca blog pribadi saya ini, sesungguhnya saya telah mempersiapkan diri saya untuk sepenuhnya aktif dalam pekerjaan misi di tanah Kalimantan Barat ini. Lantas..., bagaimana dengan hidup dan keperluaan ku? Jujur..., sayapun hendak berkata hal yang sama kepada Tuhan, bahwa jikalau daku sepenuhnya memikirkan dan bekerja untuk Tuhan, maka biarlah Tuhan saja yang memikirkan semua keperluaan hidup dan pelayanan ku! Amin.

Jikalau saudara/i mau sharing tentang misi ini boleh menghubungi beberapa link dan no wa yang telah saya cantumkan di atas ya!

Salam kasih dari saya, Pdt. Theos M. Purba
Kabar Baik Betung, Kalimantan Barat
Team Kairos Mission Ministry

Posting Komentar untuk "Sebuah Hati Untuk Misi"