“Hendaklah
kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi
hormat” (Roma 12:10)
Dalam
KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) melayani memiliki arti sebagai berikut: membantu
menyiapkan (mengurus) apa-apa yang diperlukan seseorang; meladeni. Dari arti
yang diberikan oleh KBBI ini kita dapat melihat bahwa melayani adalah untuk
orang lain dan bukan untuk diri sendiri. Kita menyiapkan sesuatu bagi orang
lain, kita bekerja sesuatu untuk orang lain. Ini berarti apa-apa yang kita
lakukan selagi itu konteks nya melayani, adalah bukan untuk diri sendiri
melainkan demi dan untuk kepentingan bersama (banyak orang).
Jika melihat
kepada arti dari kata melayani tersebut maka dapat di pastikan bahwa
kecenderungan hidup kita adalah berbanding terbalik. Kita lebih cenderung ingin
agar orang lain melayani kita, orang lain menyiapkan keperluaan kita, dan orang
lain yang meladeni kita!!! Wah..., ini adalah realita yang tidak dapat
disangkal oleh siapapun. Sebab pada hakekatnya manusia memang selalu ego ya...!
Namun
apa yang dikatakan oleh firman Tuhan ini bukan berarti tanpa tujuan dan tidak
ada dasar yang dapat menjadi alasan untuk kita berkata bahwa “Kita bisa
melakukannya, asal...”. Ya, sesungguhnya kita dapat belajar untuk melakukan apa
yang Tuhan kehendaki. Sebab firman Dia berikan, untuk kita aminkan dan lakukan!
Kehendak Tuhan adalah agar saudara dan saya saling melayani. Diantara jemaat
anda harus saling melayani dan bukan seorang melayani, tetapi saling.
Perhatikan kata saling! Saling ini menunjukkan bersama-sama, sebab kita
dipanggil secara kolektif untuk melakukannya. Tuhan Yesus sendiri telah
memberikan contoh nyata dari saling melayani (sekalipun tidak ada orang yang
mau melayani Dia, semua menolak Dia). Tuhan Yesus turun menjadi manusia demi
menyelamatkan kita adalah wujud dari melayani yang paling sempurna. Tuhan Yesus
mati di kayu salib adalah wujud dari melayani yang paling terbesar dan Yesus
pergi meninggalkan kita lalu naik ke sorga tetapi menitipkan Roh Penghibur (Roh
Kudus) untuk menyertai kita, adalah wujud dari melayani yang paling terindah
dan kekal.
Juga
Alkitab banyak memberikan contoh-contoh praktis dari saling melayani: ketika
Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya (Yoh 13:20), ketika jemaat mula-mula saling
mencukupkan keperluan bersama-sama (Kis 2:41-47), ketika jemaat Korintus
mengumpulkan uang untuk dikirimkan kepada jemaat di Yerusalem (1 Korintus
16:1-17) dan ketika Rasul Paulus dengan rela menderita demi jemaat (2 Korintus
11:7-33).
Sekarang
bagaimanakah kita dapat menerapkan saling melayani itu? Apakah kuncinya?
Perhatikanlah kedua poin di bawah:
1. Saling Mengasihi (ay 10a)
Apa
yang Rasul Paulus katakan dalam ayat ini adalah sebuah kesimpulan dari saling
melayani. Sebab dasar dari saling melayani adalah kasih. Jika ada orang
mendefinisikan kata melayani dengan begitu banyak praktek-praktek, justru di
sini kita akan mengalami banyak kesulitan dalam melakukan saling melayani.
Tetapi ketika kita mendefinisikan kata melayani tersebut dengan sederhana
(sebab firman Tuhan adalah sederhana, tetapi kita sering membuatnya menjadi
rumit) maka akan jauh lebih mudah untuk kita aplikasikan dalam kehidupan kita.
Berarti sampai di sini melayani adalah “mengasihi”! Dengan mengasihi maka kita
telah melayani. Sebab dasar melayani adalah mengasihi. Bagaimanakah mungkin
kita dapat melayani orang lain ketika didalam diri kita belum ada kasih.
Rasul
berkata “Hendaklah kamu saling mengasihi”.
Ketika kita mengasihi pada saat itu kita sedang dan telah melayani Tuhan.
Sebab wujud nyata dari mengasihi adalah melayani. Ini adalah bagaikan kedua
mata koin yang tak terpisahkan. Dengan melayani anda telah mengasihi dan dengan
mengasihi anda sedang melayani! Tetapi tidaklah cukup sampai di situ yang Rasul
Paulus katakan, mari kita lanjutkan ke tahap seterusnya “Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara”. Kita mengasihi
sebagai saudara! Apakah arti dari kalimat ini? Ada dua sisi. Sisi pertama: ini
artinya kita harus mengasihi siapapun (terutama orang terdekat dalam hidup dan
lingkungan kita dulu) dengan memandangnya sebagai saudara, sekalipun mungkin
dia hanya sebatas teman biasa, dia sebatas tetangga dan tidak ada hubungan
darah sama sekali. Sisi kedua adalah: ini artinya kita juga harus mengasihi
siapapun orangnya sekalipun mungkin ia menjadikan anda adalah musuhnya! Mungkin
anda tidak memusuhinya tetapi ia mungkin saja memusuhi anda! Tuhan perintahkah
agar kita mengasihi dia sebagai saudara. Jangan jauhi dan benci dia, sebab dia
adalah orang yang Tuhan titip untuk membentuk hidup anda menjadi orang yang
rela mengasihi dan melayani!
Bagimana?
Apakah ini serasa berat! Tentu tidak. Sebab di dalam Alkitab pernah ada cerita
yang memberitahukan kepada kita tentang hal ini. Dia adalah Daud. Ketika Saul
dengan penuh kedudukannya sebagai raja Israel dan kekuasaannya berniat untuk
membunuh Daud oleh karena iri hati, tetapi Daud sama sekali tidak pernah
membenci apalagi membalas kejahatan Saul terhadapnya. Bahkan berulang kali Daud
memiliki kesempatan untuk membunuh Saul, tetapi Daud tidak melakukannya sebab
ia begitu mengasihi Saul dan menghargai Tuhan yang telah mengurapi Saul menjadi
raja atas Israel. Marilah saudara kita saling melayani sesama kita karena
itulah wujud dari kasih!
2. Saling Mendahulukan! (ay 10)
Saya
sangat senang ketika suatu waktu mendengarkan seorang jemaat Tuhan yang saya
layani berkata “Dengan kita memberi bukan
berarti kita akan menjadi kekurangan”. Dengan mengucapkan perkataan ini
sesungguhnya ia sedang mengerti arti dari saling mendahulukan. Fakta dalam
hidup kitapun berbanding terbalik dengan ajaran Tuhan ini, di mana kita justru
lebih cenderung ingin agar didepan, ingin didahulukan dan ingin diutamakan!
Jikalau harga diri kita ditentukan oleh didahulukan, maka ketika kita tidak
didahulukan pasti kita akan segera bangkit untuk marah. Ini akan sangat
menyiksa hidup kita selama kita hidup di dunia. Namun inilah kenyataan umum
yang menimpa saudara dan saya. Tetapi Tuhan berpesan kepada kita agar kita
saling mendahulukan. Perhatikan perkataan Rasul “saling mendahului dalam memberi hormat”. Jikalau anda ingin
melayani Tuhan dan melayani sesama, maka sangat sederhana yang harus anda
lakukan yaitu: dahulukan orang lain! Titik.
Hidup
orang Kristen itu terbalik! Wah terbalik apa ya? Maksudnya adalah dengan
memberi maka engkau akan menerima, dengan mengutamakan orang lain maka engkau
akan menjadi yang terutama, dengan rendah hati maka engkau akan menjadi orang
yang tinggi, dengan melayani maka engkau akan menjadi besar dan dengan memberi
hidup maka engkau menerima kehidupan. Inilah konsep dan prinsip firman Tuhan
yang Yesus ajarkan kepada kita semua. Termasuk dengan mendahulukan orang lain,
maka engkau akan menjadi orang yang terdahulu.
Hal
yang paling dekat dalam hidup kita tentang mendahulukan adalah: menghormati
orang lain! Ketika kita ingin melayani tetapi dalam waktu yang bersamaan kita
tidak menghormati orang lain, maka ini adalah hal yang paling sia-sia untuk
kita kerjakan. Jangan pernah berharap engkau dapat melayani Tuhan ketika engkau
tidak bisa menghormati orang di sekeliling mu. Mungkin dia pimpinan, rekan
kerja, keluarga, sesama jemaat dan terlebih hamba Tuhan. Hormati semua orang
baik itu tua maupun muda, sebab saudara dan saya dipanggil untuk melayani. Bagimana
dapat melayani itu? Dahululah dalam memberi hormat.
Rasul Paulus
dalam kedudukannya sebagai Rasul yang besar dan memiliki kedudukan yang tinggi,
tetap menghormati anak rohaninya sendiri yaitu Timotius ketika ia dalam
pelayanan selalu menempatkan Timotius pada posisinya. Bahkan dalam
surat-suratnya kita melihat Rasul Paulus sering menyama ratakan posisi nya
sebagai hamba Tuhan dengan Timotius (Flp 1:1). Bagaimana dengan saudara? Apakah
anda mau tetap setia melayani Tuhan? Maka dahululah dalam menghormati orang
lain. Amin, Tuhan memberkati!
By. Pdt. Theos M. Purba, S.Th

Posting Komentar untuk "Saling Melayani"