zmedia

Karya Roh Kudus dalam Keselamatan Orang Percaya (2)

 

PERANAN ROH KUDUS DALAM KARYA KESELAMATAN (2)

Karya Roh Kudus dalam Keselamatan Orang Percaya

           

Keselamatan adalah awal dari kehidupan baru orang percaya. Dimana ia sebelumnya adalah sebagai orang berdosa, dan berada di dalam kuasa Iblis, yang pada akhirnya mesti dihukum selama-lamanya (Rom 6:23), namun oleh karena pekerjaan Roh Kudus ia dibawa masuk kedalam Kristus dan di buat percaya kepada Kristus. Keselamatan yang Yesus Kristus kerjakan sesungguhnya telah tersedia untuk dinyatakan kepada orang-orang pilihanNya (Ef 1:4-5) melalui pekerjaan Roh Kudus. Oleh karena itu, mari kita melihat bagaimana karya Roh Kudus dalam mengenapi keselamatan yang Kristus kerjakan bagi kita.


Roh Kudus Mengefektifkan panggilan Allah

Hanya oleh karya Roh Kudus maka manusia dapat digerakkan secara efektif untuk percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Titus 3:5 berkata “... tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus”. Di sini ada kata dikerjakan, sama seperti di Yohanes 3:3-8. Jika yang digunakan adalah kata ‘dikerjakan’ itu artinya, tanpa Roh Kudus maka kelahiran kembali tidak ada dapat terjadi. Bagaimanakah Roh Kudus memulai pekerjaan-Nya agar orang mau datang dan percaya kepada Kristus? Seperti yang Soedarmo katakan: Sebab apakah panggilan dengan firman ini kadang-kadang diterima oleh orang, kadang-kadang tidak diterima? Apakah ada dua macam panggilan?[1]. Ia menjawab: Panggilan yang diberikan oleh Tuhan tidak hanya didengarkan dan dibaca saja akan tetapi didampingi oleh pekerjaan Roh Suci didalam hati manusia. Panggilan dari luar belum lengkap, perlu disertai pekerjaan Roh Tuhan[2].

Dari sini kita mendapati bahwa ternyata, Roh Kudus adalah Pribadi yang bekerja untuk mengefektifkan atau menggenapkan panggilan Allah atas diri orang-orang pilihan-Nya. Ibadah dan firman adalah sarana yang Allah gunakan untuk memanggil orang berdosa, agar dilahirbarukan oleh Roh Kudus.

 

Roh Kudus Melahirbarukan

Selanjutnya adalah tindakan Roh Kudus yang membuat seseorang mengalami kelahiran kembali. Yang mulanya manusia adalah manusia yang berdosa, hamba dosa, anak-anak dari kegelapan. Namun dilahirkan kembali oleh Roh Kudus. Artinya: di dalam diri orang tersebut diletakkan benih yang baru yang akan bertumbuh menjadi sesuatu yang baru, dengan cara yang baru, orang itu dilahirkan oleh Allah dan akan bertumbuh bagi Allah, dan menjadi anak Allah (Yoh 1:13,Rm 2:29, Ef 4:24)[3]. Namun beberapa unsur melahirbarukan tersebut akan penulis jelaskan di bawah ini, diantaranya :

1.      Menyadarkan

Umat manusia yang sudah dibutakan mata rohaninya, sangat tidak mungkin untuk sadar tentang keadaan atau dosanya. Namun melalui Roh Kudus, Ia menyadarkan setiap orang (Yoh 16:8-11). Inilah pekerjaan pertama dari Roh Kudus dalam melahirbarukan, yakni membuat orang sadar akan dosanya, hukuman dosanya dan kelemahannya, dan keterasingannya selama ia dahulu masih berada di dalam dosa.

2.      Membuat Percaya

Dalam hal ini percaya yang dimaksud adalah dimana Roh Kudus membuat hati kita yang telah menyesal dan sadar, untuk berbalik dan memandang kepada Kristus, mau percaya dan mempercayakan hidupnya kepada Dia (berserah) sebagai Tuhan dan Juruselamat.

3.      Membuat Bertobat

Bertobat ini sudah merupakan komitmen yang timbul oleh pekerjaan Roh Kudus untuk hidup bagi Tuhan. Hidup meninggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru, karena telah selamat (oleh percaya dan sadar) (Yoh 16:8, Kis 2:41, 4:4).

4.      Menyucikan

Hidup kita yang terkutuk, penuh dosa, najis dan tidak layak masuk kedalam kekudusan kerajaan Allah, namun oleh pekerjaan Roh Kudus yang melahirbarukan; Ia menyucikan kita. Menggenapkan penguduskan atas diri kita, satu kali untuk selama-lamanya oleh pekerjaan Kristus dikayu salib (Ibr 10:2,10).

 

Roh Kudus tinggal di dalam diri Orang Percaya 

Masalah yang sering dipertanyaankan di dalam kekristenan perihal doktrin Roh Kudus adalah apakah Roh Kudus bisa datang dan pergi di dalam diri orang yang mengaku percaya? Apakah Roh Kudus bisa pergi meninggalkan orang yang dimana sebelumnya Roh Kudus itu telah tinggal dalam diri orang tersebut? Ketika semua aspek di atas terjadi, Roh Kudus melahirbarukan, dan Dia bukan saja di atas atau mendampingi kita disamping kiri atau kanan, melainkan mendiami orang percaya. Yohanes 14:17 berkata : “Kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam didalam kamu”. Oleh karena itu, jawabannya adalah tidak mungkin Roh Kudus datang dan pergi atas kita, karena misi-Nya datang ke dunia adalah untuk diam di dalam diri kita. Siapakah kita itu? Yakni orang yang mengenal Dia, yang percaya kepada Kristus.

            Ini hal yang sangat penting, sehingga dapat dipastikan bahwa orang yang tidak di diami oleh Roh Kudus belumlah menjadi milik Kristus (Rom 8:9). Sekarang kita lanjutkan pada masalah berikutnya yang tidak kalah juga pentingnya. Yaitu mengenai kelemahan dan pelanggaran yang sering kali orang Kristen masih lakukan! Apakah kenyataan tersebut bisa menjadi alasan bahwa Roh Kudus undur dan meninggalkan kita? Apakah Roh Kudus tetap tinggal di dalam diri orang percaya yang masih dapat jatuh dalam pelanggaran? Alkitab menjawab bahwa Roh Kudus akan tetap tinggal di dalam kamu! Paulus berkata kepada jemaat di Korintus dalam 1 Korintus 3:16 “Tidak tahukan kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam didalam kamu?”. Ini merupakan pertanyaan retorik yang tidak perlu dijawab, karena jawabannya pasti adalah ya. Ya, bahwa setiap pribadi orang Korintus adalah bait Allah dan Roh Allah diam didalam mereka. Padalah, kehidupan moral orang-orang Korintus bisa dikatakan hancur bukan main! Banyak diantara mereka yang terjatuh pada hal-hal yang bertentangan dengan kehendak Allah. Mereka masih jatuh pada kelemahan mereka. Dalam keadaan yang demikian, Paulus juga masih tetap menyembut mereka sebagai orang-orang Kudus yang ada di Korintus (1 Kor 1) dan memberi tahukan bahwa Roh Kudus tetap tinggal dalam diri mereka. Dan hal yang menarik adalah, bahwa Paulus tidak membiarkan mereka terus dalam keadaan yang demikian, melainkan berseru agar mereka kembali hidup berpadanan dengan Injil Kristus. Oleh karena itu, Roh Kudus mengefektifkan panggilan Allah hingga kita bisa melihat, mata kita celik dan tahu mana yang benar. Kini Ia tinggal didalam kita sebagai Pribadi yang Tidak akan pernah meninggalkan kita: sebagai Penghibur, Pengajar, dan membawa kepada kebenaran.


Roh Kudus memeteraikan

Ini merupakan poin terakhir dari keseluruhan pekerjaan Roh Kudus di dalam karya keselamatan orang percaya. Dan ini tidak kalah pentingnya dan merupakan hal yang krusial di dalam kehidupan orang Kristen. Mengapa? Karena tanpa Roh Kudus yang menjadi meterai bagi kita: kita akan terhilang, tersesat lagi, hidup di dalam belenggu dosa kembali, tidak bisa kembali, dan binasa terhukum di neraka secara kekal. Namun puji Tuhan, Allah tidak mengizinkan hal itu terjadi. Melainkan Roh Kudus merupakan meterai bagi kita. Meterai bagi status dan hubungan kita dengan Allah Tritunggal. Efesus 1:13, 14, 4:30 memberitahukan bahwa Allah memeteraikan kita orang-orang percaya dengan Roh Kudus.

2 Korintus 1:22 berkata Allah “memeteraikan tanda milikNya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus didalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita”. Jadi, keselamatan kita sekarang dan hidup kekal, sesungguhnya telah dijamin oleh Roh Kudus, dan kita orang percaya tidak akan pernah terhilang.

Sampai di sini, penulis ingin mengatakan bahwa demikianlah karya Roh Kudus didalam proses pengenapan keselamatan yang setiap anak Tuhan terima. Tentunya, semua urut-urutan logis yang penulis tuliskan di atas tidaklah terjadi secara urut-urutan, seolah-olah ada jeda atau rentang waktu didalam Roh Kudus berkarya. Jika demikian, ini merupakan pembatasan atas pekerjaan Roh Kudus, lagi pula tidak mungkin Roh Kudus bekerja demikian. Melainkan semua yang penulis jelaskan di atas terjadi secara bersama-sama. Ini terjadi didalam keseluruhan karya keselamatan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, tanpa ada waktu jeda dari unsur yang satu kepada unsur yang lainnya.

            

            Di sini saya ingin memberikan kesimpulan dari apa yang sudah kita bahas di atas. Roh Kudus adalah Allah. Dia tidak ketiga, tidak terendah dan tidak tertinggi, didalam ketritunggalan. Melainkan setara dan sama baik dalam kuasa dan keberadaan. Bekerja bersama, namun memiliki pekerjaan yang khusus dan berbeda tapi bukan berarti tidak saling terlibat. Inilah keberadaan Roh Kudus di dalam Tritungal. Secara tinjauan historis-biblikal Allah Bapa merancangkan segala sesuatu, Yesus Kristus turun menjadi manusia dan mati dikayu salib, dan Roh Kudus menggenapkan keselamatan dan sekaligus memelihara keselamatan dan hidup orang percaya.

       Keselamatan sudah disediakan untuk umat-Nya oleh karena pekerjaan Kristus, namun agar tergenapinya keselamatan itu di dalam kehidupan kita, Roh Kudus harus mengerjakannya. Melalui satu kata yakni: melahirbarukan! Atau perkataan yang Yesus gunakan ketika berbicara dengan Nikodemus adalah dilahirkan kembali dari atas. Ini merupakan pekerjaan yang sepihak dari Roh Kudus. Pekerjaan Roh Kudus adalah mutlak secara monergisti. Tidak ada andil sedikitpun dari diri manusia. Jika kita dapat memberikan respon atas karya Roh Kudus, itupun oleh karena pekerjaan yang Ia terlebih dahulu buat. Mulai dari panggilan yang diterima melalui kotbah, firman, didoakan, melihat sepucuk ayat Alkitab, dll, dilanjutkan kepada melahirbarukan yang terdiri dari penyadaran, percaya, bertobat, dan disucikan, hingga didiami dan dijamin melalui meterai Ilahi yang tak mungkin hilang, itu semua adalah mutlak pekerjaan Roh Kudus.

         Oleh karena itu kita sebagai orang percaya seharusnya bersyukur dan memuliakan Allah oleh karena semua perbuatan Mereka yang adalah sempurna didalam kesatuan-Nya mengenapi misi Allah, yakni kemuliaan-Nya dan demi diri-Nya sendiri. Demikianlah artikel ini saya tuliskan, kiranya menjadi berkat bagi setiap orang Kristen, agar menyadari akan betapa besarnya anugerah Allah melalui penggenapan keselamatan yang dikerjakan oleh Roh Kudus.


Oleh Pdt. Theos M. Purba

Jika anda belum membaca Part 1 tentang Peranan Roh Kudus dalam Karya Keselamatan, maka silahkan baca dengan klik link ini : Peranan Roh Kudus dalam Karya Keselamatan (1)



[1]. R. Soedarmo, Ikhtisar Dogmatika, (Jakarta, BPK Gunung Mulia, 2011), p.201.

[2]. Ibid

[3]. Ibid, p.202.

Posting Komentar untuk "Karya Roh Kudus dalam Keselamatan Orang Percaya (2)"