zmedia

Hidup Yang Dipersembahkan Kepada Allah!


Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. (Rom 12:1)

Mempersembahkan hidup...! Ini adalah suatu keputusan yang tidak mudah untuk di ambil oleh semua orang. Tetapi, ini juga merupakan kehendak hati Tuhan agar di lakukan oleh umat-umat pilihan-Nya. Mengapa ini menjadi tidak begitu mudah...? Itu disebabkan karena ketika kita memilih untuk mempersembahkan hidup kita kepada Tuhan, maka sepenuhnya hidup kita bukanlah menjadi milik kita sendiri, tetapi milik Dia yang telah memiliki kita. Sebagai manusia yang lemah, memiliki sifat manusiawi yang wajar sebagai keadaannya, kita terus dibentuk oleh Allah untuk dengan beratnya melepaskan keinginan-keinginan kita sendiri, dan mempertimbangkan segala hal yang tujuannya bagi kemuliaan Tuhan.

Mengapakah ini menjadi kehendak hati Allah untuk dilakukan oleh setiap kita? Untuk menjawab ini, perlu untuk kita melihat kepada apa yang Paulus katakan di bagian sebelumnya, yaitu Roma 11:36 “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya”. Oleh karena tiada satu bagianpun dalam alam semesta ini yang bukan berasal dari Tuhan, maka sudah seharusnyalah segala sesuatu yang ada didalam dunia ini memuliakan Kristus dan bagi kemuliaan-Nya. Kita... manusia, adalah salah satu dari apa yang ada didalam dunia ini, maka haruslah hidup kita memuliakan Allah dan bagi kemuliaan-Nya. Dan memang Allah ciptakan kita dengan tujuan agar nama-Nya dipermuliakan melalui kehidupan kita; “semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!" (Yes 43:7). Oleh sebab itu, hal mempersembahkan hidup kepada Allah adalah kehendak hati-Nya sendiri.

Tanpa memandang siapa anda, dari mana anda, pekerjaan anda, bangsa anda, suku anda, bahasa anda, bahkan baik kaya maupun miskin anda, TUHAN berkata: Persembahkanlah tubuhmu sebagai persembahan yang hidup. Mengapakah yang Tuhan minta adalah tubuhmu atau hidupmu? Jawaban yang tepat adalah “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” (Rom 3:23). Kita semua adalah orang berdosa! Sedikitpun tidak ada yang baik dan pantas untuk Tuhan perhitungkan dari hidup kita. Pikiran kita... tindakan kita... hati kita... ucapan kita... semuanya, terlalu sering dan tak terhitung; adalah dosa atau kejahatan semata-mata.

Dengan melihat keadaan yang demikian, tentu kita pasti gelisah... karena tidak ada sesuatu yang baik dalam diri kita yang layak Tuhan perhitungkan agar kita bebas dari hukuman dan memiliki hidup yang bahagia baik di dunia dan juga di surga? Eitssss... tunggu dulu...!!! Jangan langsung berkesimpulan demikian, karena Roma 3:23 tidak berhenti hanya disitu saja! Ayat 24 berkata: “dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus” (Rom 3:24). Haleluya... ternyata kita dengan segala dosa dan kelemahan kita, diterima oleh Allah. Diri kita yang bersalah itu, telah dibenarkan dengan cuma-cuma. Apakah itu hasil usaha perbuatan kita? Tidak..., melainkan karena penebusan dalam Kristus Yesus. Itu Dia lakukan kurang lebih 2000 tahun yang lalu, disaat suatu hari Ia menyerahkan nyawa-Nya dibukit yang bernama Golgota, serta berkata diakhir nyawa-Nya: SUDAH SELESAI. Ini tandanya dosa-dosa kita sudah selesai Ia tanggung dikayu salib. Agar penghukuman tidak menimpa kita, melainkan memperoleh berkat dan kehidupan yang kekal. Inilah yang dinamakan dengan KASIH KARUNIA.

Sekarang... setelah kita mengetahui ini semua, mengapakah kita tidak mempersembahkan tubuh kita kepada Allah??? Bukankah Dia telah menebus hidup anda dan saya? Bukankah Yesus mati dikayu salib agar saudara dapat datang kepada Dia dan memberikan hidup saudara kepada-Nya? Untuk dipakai bagi kemuliaan Allah? Jawabannya adalah YA. Sekarang... persembahkanlah hidup mu, dengan engkau percaya kepada-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat, dan jikalau saudara sudah memiliki kepercayaan yang demikian, maka setidak-tidaknya ubahlah pola pikir kita bahwa hidup ini bukan karena kekuatan kita dan milik kita sendiri, tetapi adalah hanya oleh karena kasih karunia Allah dan hidup kita adalah milik Kristus Tuhan. Oleh sebab itu Alkitab berkata:

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (Rom 12:2)
Kita adalah orang-orang yang sulit untuk membedakan manakah kehendak Allah (apa yang baik, yang berkenan kepada Allah), sehingga hidup kita terasa berat dan tidak menjadi kemuliaan bagi Allah. Oleh sebab itu, melalui panggilan Allah yang sempurna yang memanggil kita untuk mempersembahkan hidup kita kepada-Nya, membuat kita tidak tertarik untuk serupa dengan dunia ini. Tetapi berubah...! Apa... berubah? Ya... berubah! Berubah oleh pembaharuan budi kita. Akal pikir kita... konsep pikiran kita selama ini. Perubahan ini seperti yang saya maksudkan di atas: percaya kepada-Nya dan berpikir bahwa hidup ini hanya oleh kasih karunia dan bukan milik kita sendiri melainkan milik Tuhan.

Mengapakah setelah kita mempersembahkan hidup ini kepada Allah, kita tidak dikenankan untuk serupa dengan dunia ini? Alkitab berkata:

Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya. (1Yoh 2:15-17)

Jikalau kita mengasihi dunia ini, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam kita! Jika demikian dapat dipastikan bahwa kasih akan dunia, diri sendiri, manusia, harta kekayaan serta akan allah zaman inilah yang ada didalam diri kita. Orientasi kasih kita bukanlah kepada Allah, namun kepada apa yang bukan Allah, yakni dunia. Tentang hal ini, Allah berkata bahwa kita tidak bisa mengabdi kepada dua tuan. Tuan kita hanya satu, yakni Allah sang Pencipta langit dan bumi, Allah sang Penebus kita, Tuhan Yesus Kristus!

Alasan selanjutnya adalah karena semua yang ada didalam dunia ini adalah sementara. Semuanya fana. Dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya. Dunia ini tengah didalam proses menuju kepada kelenyapan. Oleh sebab Allah tahu bahwa dunia ini fana dan sedang lenyap, maka Allah tidaklah ingin kita sebagai umat-Nya mengasihi apa yang fana ini! Tetapi Dia berkehendak agar kita mengasihi Dia saja, yang kekal dan sempurna. Ini barulah sungguh-sungguh kita mempersembahkan hidup kepada Allah.

                Didalam pekerjaan kita, apapun itu, kita tidak bekerja dengan orientasi pikiran bahwa itu usaha kita untuk memelihara hidup ini, tetapi sebagai tindakan untuk memuliakan Allah dengan sungguh-sungguh dalam apa yang bisa kita perbuat. Kita tidak akan merasa lelah saudara... karena beranggapan pekerjaan adalah perjuangan kita, tetapi panggilan Allah untuk memuliakan Dia. Jika demikian kita akan bersukacita dalam pekerjaan, apapun yang terjadi, dan akan bekerja dengan jujur serta apa adanya.

                Hidup seorang pemuda yang dapat dikatakan sebagai masa-masa pencarian arah hidupnya, dia akan di arahkan sedini mungkin untuk sadar bahwa hidupnya bukanlah untuk kesenangan dunia ini, tetapi untuk kesenangan Tuhan. Dalam pendidikannya, dalam pergaulannya, dan dalam pekerjaannya, ia tahu mana yang baik dan yang berkenan kepada Allah. Jikalau seorang muda mempersembahkan hidupnya kepada Allah, maka betapa cemerlang dan bahagianya masa depan yang Allah telah siapkan bagi dia. Oleh karena itu, saya berkata kepada engkau pemuda: Jangan sia-siakan masa muda mu, waktu Tuhan hanya sekali untuk memberikan hidup kepada mu, jika esok Dia panggil engkau... mau kemanakah hidup mu? Oleh sabab itu serahkanlah hidup ini kepada Allah, dan biarkan Dia yang mengarahkan hidup mu kepada apa yang baik dipandangan mata-Nya. Karena pilihan Tuhan adalah yang terbaik daripada pilihan kita yang muda ini.

                Akhir dari semuanya ini adalah, hendaklah kita memiliki kerinduan yang sama seperti yang Paulus katakan, sebagai tanda bahwa kita telah mempersembahkan hidup kepada Allah, dalam Filipi 1:20;
“Sebab yang sangat ku rindukan dan ku harapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuh ku, baik oleh hidup ku, maupun oleh mati ku”.
Tuhan memberkati...!




By: Theos M. Purba
theosmacdin.blogspot.com

Posting Komentar untuk "Hidup Yang Dipersembahkan Kepada Allah!"