(Suatu
perenungan dan cerita mengenai kesibukan...)
Puji
Tuhan... akhirnya dapat juga menuliskan catatan di blog ini. Sudah 2 minggu ini
saya memikir-mikirkan apakah saya ada kesempatan untuk duduk diam menulis blog.
Em... jujur teman-teman, untuk beberapa waktu belakangan ini memang hari-hari
ini bagaikan 1-2 jam saja rasanya bagi saya. Mengerjakan ini, mengerjakan itu,
kerjakan tugas ini, dan menunggu lagi pekerjaan selanjutnya. Apalagi jika studi
teologi saya akan lanjut lagi, wah... saya rasa ini akan jauh lebih berat.
Pekerjaan
saya sekarang sederhana teman-teman, namun bukan berarti ini hal yang
gampangan. Sejak lulus dari studi teologi pertama saya (Sarjana), saya membantu
pelayanan di seminari teologi itu... tentu, sebagai pemula ini berat bagi saya.
Namun, puji Tuhan... kekuatan selalu Allah berikan.
Hari-hari
bergumul dengan bahan ajar... hari-hari berjumpa dengan tanggung jawab di depan
komputer, hari-hari berjumpa dengan mahasiswa-mahasiswi yang berbagai ragam
sifat. Hari-hari harus kerjakan tugas-tugas dari pihak sekolah, juga hari-hari
harus memikirkan perkembangan pelayanan... berencana membuka beberapa pos
persekutuan, pelayanan gereja, dan terus kepikiran kepada jiwa-jiwa yang
terhilang. Hari-hari sibuk menulis renungan demi renungan, jadwal serta
surat-menyurat. Belum lagi kemungkinan besar dalam waktu singkat ini studi
lanjutan saya akan segera dimulai: em... kembali duduk di bangku kuliah,
mendengarkan presentasi sang guru besar teologi, lalu berdiskusi dengan
beberapa mahasiswa lainnya... coba untuk memikirkan ulang poin-poin teologi
yang pernah disentuh di S1, lalu mencoba menganalisanya serta memecahkan
beberapa kesulitan-kesulitan yang ada. Mengerjakan makalah demi makalah
kembali... mungkin dengan jumlah halaman yang lebih banyak..., ini memakan
waktu yang begitu banyak sekali. Sembari melahap alkitab dan buku-buku untuk
bahan ajar, juga untuk mengerjakan tugas-tugas dari sang guru besar. Wah...
mungkin akan menjadi hal yang menarik sekali...!!!
Dibalik
kesibukan semua itu... tentunya saya tidak mungkin mengabaikan waktu teduh
bersama Tuhan. Em... jujur, ini menjadi letak kekuatan saya teman-teman (tentu
saya yakin bagi kita semua yang hidup sebagai orang percaya). Duduk diam untuk
merenungkan kasih karunia Allah... membaca firman-Nya, berdoa dan bersyukur
kepada Allah. Bahkan terkadang saya menuliskan beberapa pesan hari itu... untuk
menjadi sedikit kenangan manis bersama Tuhan. Memohon hikmat, kekuatan dan
kerendahan hati. Menantikan kesegaran serta sukacita dari surga... yang
mengalir deras dihati saya, ketika waktu teduh itu saya lakukan. Puji Tuhan...
kiranya Dia menjaga kita untuk tetap konsisten demikian, Amin...!
Tuhan memberkati...
Yer.

Posting Komentar untuk "Menulis... di kala Belajar Panjang Ku...!!!"