zmedia

Ku Menetapkan Hati Ini...!



 (Suatu Disiplin Komitmen kepada Allah yang Hidup)

Di catatan saya kali ini, saya tidak hendak memberikan suatu perenungan teologis, juga bukan berupa sharing mengenai kejadian tertentu dalam hidup saya sehari-hari. Tetapi, hendak membagikan suatu daftar komitmen, yang saya namakan itu sebagai “Ku Menetapkan Hati Ini...”.

Pertama, ini saya bagikan di sini... jujur, oleh karena kerinduan yang dalam agar teman-teman dapat termotivasi dengan perkara sederhana yang pernah dan masih saya lakukan.

Kedua, ini saya bagikan di sini, agar saya kembali diteguhkan dan merenungkannya lebih sungguh lagi dari yang sediakala untuk melakukannya...

Ketiga, sungguh jujur... hendak ku persembahkan catatan ini khusus (spesial) kepada seorang wanita yang ku kenal dengan sebutan “wanita yang baik hatinya”..... (Sekalipun dia menolak sebutan itu... tetapi, biarlah itu...). Sebagai wanita muda... yang telah menyerahkan hidupnya bagi pekerjaan Tuhan... yang juga sebentar lagi, dalam hitungan hari akan meninggalkan masa-masa seminari, dan akan hidup bersama dengan mereka yang ada di kampung-kampung, untuk memimpin mereka dalam pengenalan akan Allah, dan mengenal Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. (Sungguh, mungkin daku akan merindukan dia nanti...)

“Ku Menetapkan hati ini” bukanlah timbul seketika itu saja dalam hati ku, namun suatu kegiatan yang terinspirasi oleh seorang tokoh yang begitu ku kagumi yakni; Jonathan Edwards. Di bawah ini saya salinkan dari apa yang saya tuliskan dengan jari saya sendiri...

Ku Menetapkan Hati Ini, untuk mau setia terhadap pelayanan yang Tuhan t’lah anugerahkan. Setia untuk kerjakan dan setia untuk menerima semua pelayanan yang ada.

Ku Menetapkan Hati Ini, untuk tidak mau kecewa dalam pelayanan ini dan menjadi mundur. Sekalipun banyak hal yang membuat hati “bersedih” oleh karena kenyataan pelayanan yang ada.

Ku Menetapkan Hati Ini, untuk jangan pernah berpikir bahwa pelayanan ini ada, berjalan, bahkan berkembang, itu karena aku, karena hikmat ku, karena bijaksana, karena setia ku. Tetapi, masih banyak sahabat-sahabat terkasih ku yang layak tuk t’rima itu oleh anugerah-Nya.

Ku Menetapkan Hati Ini, agar memandang bahwa “semua” yang ku kerjakan, yang ku perbuat bagi hidup umat Allah, ialah pelayanan. Bukan saat-saat ku berdiri di atas mimbar, berdoa, menyanyi pujian, ku melayani Tuhan. Namun, setiap saat bagi umat Allah yang terpilih.
05 Oktober 2014, Pagi yang indah...

Ku Menetapkan Hati Ini, untuk bisa berusaha mungkin menikmati dan enjoy dengan pelayanan ku dilapangan. Tidak mau dengan sungut-sungut, keterpaksaan, keinginan untuk lebih. Namun biarlah mengalir dari hati yang dijaga untuk melayani sepenuh hati dan pikiran yang murni/suci.

Ku Menetapkan Hati Ini, untuk tidak mau meremehkan sekecil apapun pelayanan ku. Entah kecil, entah besar, entah baik bagi ku, ataupun “tidak baik” bagi mereka yang tak dapat menilai dengan kaca mata rohani sorgawi. Tetap bersyukur dan memuji Tuhan dengan pelayanan tersebut.

Ku Menetapkan Hati Ini, untuk tidak mau mengeluh terhadap siapapun tentang sahabat-sahabat ku di dalam pelayanan, yang mungkin oleh mereka dia/mereka, pelayanan kurang efektif. Hanya terima dan mendoakan nya didalam Dia sang Perubah hati dan pikiran.

Ku Menetapkan Hati Ini, untuk tidak mau iri terhadap pelayanan/pekerjaan sahabat-sahabat ku, justru harus mendukungnya dan mendoakannya.
04 Oktober 2014, Pagi yang nikmat...

Ku Menetapkan Hati Ini, untuk mengingat senantiasa perjalanan pelayanan yang telah ku lewati. Mengingat-ingat semua pelayanan terhadap umat Tuhan, yang dewasa maupun anak-anak.

Ku Menetapkan Hati Ini, untuk setia lakukan kesepuluh penetapan hati ini demi dan hanya untuk pelayanan lapangan ku.
12 Oktober 2014, Malam yang indah...


Ku Menetapkan Hati Ini, untuk terus hidup dalam ketekunan orang kudus dihadapan Allah, dengan terus taat lakukan Firman dan hidup dalam meditasi bersama Dia.

Ku Menetapkan Hati Ini, untuk berjuang sekuat daya ku untuk melawan dosa daging ku... dengan terus berdoa dan mengingat Allah, tanpa mau kalah.

Ku Menetapkan Hati Ini, agar terus menyembah Tuhan, mengingat Tuhan, dan berdoa kepada Tuhan, dalam setiap detik demi detik kehidupan ku.

Ku Menetapkan Hati Ini, untuk senantiasa berjuang untuk meluangkan waktu ku untuk devosi/saat teduh pribadi bersama Tuhan setiap hari.
09 November 2014, Malam yang sunyi...

Ku Menetapkan Hati Ini, agar setiap pagi, ketika renungan akan menghafal satu ayat Alkitab dan merenungkan ayat tersebut sepanjang satu hari itu. Dengan tanpa melupakannya dihari-hari berikutnya.

Ku Menetapkan Hati Ini, untuk selalu ingat bahwa: Aku bukan siapa-siapa jika dibandingkan dengan kalian semua. Maka dengan itu, aku akan ingat tuk merendahkan diri ku selalu.
21 Februari 2015

Ku Menetapkan Hati Ini, untuk berjuang bangkit di kala kehidupan meditasi ku yang manis dan bergairah dalam keseharian ku mulai surut dan hampir hilang sirna... akan sadar dan berjuang...

Ku Menetapkan Hati Ini, agar hidup dengan apa yang ada tanpa menuntut lebih, terlebih diladang pelayanan. Mencukupkan diri ku dengan apa yang ada di depan mataku, seketika itu juga.
05 April 2016, Malam...

Ku Menetapkan Hati Ini, agar sesering mungkin untuk mengevaluasi diri ku, apakah ada kemajuan atau kemunduran, dengan itu akan ku ketahui, apa yang harus ku kerjakan.

Ku Menetapkan Hati Ini, untuk tidak akan terbawa oleh hasrat cinta kepada seorang wanita, jika Allah tidak memberikan waktu itu. Dan sekalipun telah jatuh cinta, biarlah Allah dan waktunya Tuhan yang menguji perasaan tersebut, sampai waktu yang tepat.
17 Mei 2016, Pagi...

Ku Menetapkan Hati Ini, untuk tidak akan menyetujui kehendak hati ku untuk pergi ke ladang misi, jika memang Allah mau pakai daku di sini, di lembaga pendidikan ini.
26 Agustus 2016

Ku Menetapkan Hati Ini, untuk membaca Kitab Suci dengan tekun, sebanyak dan semampu yang ku bisa, tanpa mengelak dan melewatinya oleh karena kesibukan. Jika mungkin sebelum fajar merekah terang, hal ini selalu ku lakukan... hingga ajal menjemput ku.

Ku Menetapkan Hati Ini, agar tidak memilih jalan yang mudah di dalam merintis pelayanan ini, melainkan di temani oleh perjuangan, kesukaran, air mata, dan akhirnya: kemenangan!
03 Oktober 2016, Malam Kabar Baik...

Tuhan Memberkati...!!!

Posting Komentar untuk "Ku Menetapkan Hati Ini...!"