zmedia

My Theological Studies 1




18 Juli 2016..., itu adalah momen yang tidak mungkin dapat saya lupakan...! Di sana terjadi satu kisah indah yang “terlalu berat” untuk dapat dipertanggung jawabkan, yakni; seremonial pelepasan studi kesarjanaan teologi saya. Sejak awal saya sudah berusaha untuk mempersiapkan diri, jauh-jauh hari sebelum acara itu saya sudah mencoba untuk mematangkan diri ini agar siap melewati masa tersebut. Namun, yang tak dapat ku bendung adalah... air mata yang menetes sebagai tanda kekaguman ku kepada Allah yang telah menuntun daku hingga ke ujung studi ini...!!!
4 tahun saya lalui... saya masih ingat jelas bagaimana proses itu terjadi...

Tingkat 1 pada tahun 2012 pertengahan, di situlah saya ada di seminari teologi (STT Kabar Baik Jakarta). Dimana tahun 2011 pertengahan saya mengalami kelahiran kembali... momen itupun masih jelas saya ingat, dengan lembut tangan Tuhan menyentuh hati ku yang lugu untuk mendekat kepadaNya bagaikan domba kecil di pangkuan sang gembala.

Sampai saya ambil keputusan untuk jadi hamba Tuhan... dan berangkat ke sekolah Teologi. Tentu ini menjadi pengalaman yang indah sekali... di mana setiap hari, mulai dari pagi pukul 05.00 saat teduh bersama para mahasiswa dan dosen, hingga pukul 22.00 berakhir proses perkuliahan. Terus itu berlangsung dari hari-ke hari... bulan ke bulan... hingga tiba satu tahun pertama studi teologi itu saya tempuh.

Jujur... perubahan radikal yang saya alami adalah: timbulnya niat untuk giat belajar. ½ bulan pertama saya bagaikan ikan mati yang mengikuti arus sungai... namun, setelah itu... daku bagaikan seorang pendaki gunung yang kurus dan kecil... berjuang untuk mengerti setiap kerikil-kerikil kecil yang membentuk kaki ku untuk keras berjalan di tengah proses pendakian itu...!!! Ada kalanya aku sulit mengerti... ada kalanya aku tidak sama sekali mengerti setiap kebenaran-kebenaran yang di kemukakan oleh sang guru... ada kalanya aku berdiam diri tanda perenungan panjang hendak ku lakukan... ada kalanya aku berbicara lebih keras... ada kalanya oleh “karena aku” sang anak manusia keluar dari suatu pertemuan di kelas... ada kalanya aku menulis jauh lebih maksimal... juga ada kalanya aku menulis dengan sangat jelek sekali... bahkan lebih hina dari apa yang paling jijik!

Di tingkat 1 ini aku mencari... aku berkelana... aku coba untuk menjejaki sedikit dari kebenaran yang ada (yang sesungguhnya Dialah yang mencari daku, dan membuat ku menjejaki kebenaran tersebut). Tiba di satu seketika... hati ku begitu haus akan firman-Nya... maka tak ingin ku lewati satu hari panjang tanpa menghabiskan 10-20 pasal Kitab Suci. Ini berlangsung dengan indah sekali... bagaikan melihat wajah Tuhan didepan mata ku! Aku pernah menangis karena mengikuti apa yang Dia ceritakan dalam kitab Keluaran... pernah juga menangis terharu karena mengikuti apa yang ada dalam Raja-Raja dan Hakim-Hakim... dan aku pernah tak berdaya  untuk membaca bagian yang paling mempesona jiwa ku,Yohanes 14 dan 17....!!! Semua itu membentuk pikiran ku yang kusut oleh karena ingin mencari tahu... walaupun belum seberapa... dan membentuk hati ku untuk satu seketika saja (belum ku lihat adanya kontiunitas), keterpesonaan dengan membangkitkan jiwa afeksi ku untuk mengecap manis dan indahnya kemuliaan anugerah Allah Sang Pencipta dan Penebus.

Masih terkadang panas... juga masih terkadang dingin. Terkadang sikap ku indah untuk dilihat... namun juga terkadang sikap ku bisa bagaikan “buasnya sang Harimau kelaparan”...! Ini sungguh ku akui... dan benar adanya. Di sini adalah tingkat dimana aku belum memiliki pendirian, namun tetap mengharapkan hadirnya tongkat dari surga untuk membuat aku tegak berdiri dengan memegangnya lebih keras oleh eratnya genggaman sang Roh Kudus...

Banyak mendengar... namun banyak juga dibelakang aku coba untuk memikirnya dengan serius! Paper demi paper... tugas demi tugas... bacaan demi bacaan... tetap adalah bagaikan benang kusut dipikiran ku! Namun aku tetap berkeyakinan bahwa apa yang ku pelajari... sudah seharusnya cukup untuk membawa aku ketangga selanjutnya dalam ranah studi teologi ini!

Aku datang ke tingkat 1 ini bukan dengan kemampuan intelektuil ku... namun sungguh hanya oleh kepolosan hati yang lugu untuk rindu dipakai Tuhan menjadi hamba-Nya pergi ke sana sini memberitakan Injil, yang dengan itu banyak jiwa-jiwa datang kepada Tuhan dan menerima karunia keselamatan. Tetapi... suatu tragedi tercipta tanpa ku sadari.... kedinginan sikap itu mulai ada... ke polosan iman ku (kekanak-kanankan ku) mulai di bumbuhi dengan ke “ketajaman berpikir”... niat ragu-ragu untuk dapat mendalami... bahkan sempat menyentuh filsafat, ini manis sekali untuk jadi santapan pagi dan malam bagi rasio ku. Aduh... aku mulai rasakan ini bagaikan studi belaka... ini bagaikan dinginnya batu es tanpa ada kehangatan dari api unggun di tengah malam panjang...! Terus ku jalani... namun dengan semangat yang berapi-api untuk ingin tahu... ingin tahu...ingin tahu!
Em... sudah-sudah... coba alihkan ke satu ini...

Ternyata di dalam perjalanan tersebut, sudah banyak juga canda tawa yang tercipta diantara kami satu angkatan. Adakalanya kemanisan tercipta sembari duduk bersama (10 Org)... Ada kalanya kami para pria terlalu ceroboh dalam bercanda... ini lucu... dan sangat lucu...!!!

Masih ingat oleh ku suatu anekdot yang tercipta di asrama dulu...

Noel: Ven... jikalau memang kamu percaya bahwa Allah ada dimana-mana, berarti Dia maha hadir! Saya tanya kamu (sambil jari manisnya menunjuk), apakah Allah ada di dalam sepatu itu...???

Dan masih ada satu lagi yang begitu lucu bagi ku.....
N: Ven... Jikalau memang kamu percaya bahwa Allah menentukan segala sesuatu, dan Dia ada dipihak umatNya! Maka sekarang (sambil ia mengepalkan jari-jari di tangan kanannya), terimalah murka Allah atas mu!!! (Bruk... sambil ia mengayunkan satu pukulan keras ke bagian bahu temannya itu...!!!)

Wah... ini anekdot lucu pertama kali yang membuat saya tertawa terbahak-bahak... sebagai tanda kaget sebab tak pernah mendengarkan kalimat-kalimat seperti itu...!!! Haaa................

Dibalik itu semua ada kalanya juga air mata menemani kelas kami sebagai tanda ketegangan yang tercipta, oleh sebab ketidak mampuan membendung emosi yang merusak... namun,
Apakah ini suatu tragedi yang tanpa faedah...? Sungguh harus ku akui... melalui itu di tingkat 4 aku bersyukur jika dahulu mengalami masa-masa demikian...!!! Ini akan saya ceritakan di tulisan saya nanti (session 4: My Theological Studies 4).

Puji Tuhan... dua suasana panas dan dingin itu terus ku bawa hingga ujung tingkat 1, di mana sebentar lagi akan segera memasuki tingkat 2. Ini tandanya saya akan segera meninggalkan kampus tercinta ku... untuk memasuki masa praktek. Wow... ini spektakuler... ini luar biasa... apakah aku bisa nanti? Apakah aku dapat? Apakah aku layak berdiri dihadapan mereka sebagai seorang yang di pandang mampu menjelaskan maksud Tuhan yang Dia telah tuliskan (Alkitab)...? Banyak pertanyaan yang timbul! Sedikit meragukan diri ku sendiri... yah... ini sama saja dengan meragukan penyertaan Tuhan! Huhss... aku belajar untuk lupakan itu. Percaya saja bahwa Dia akan berperkara...
Maka... berangkatlah daku ke......................................................!!!
Di catatan selanjutnya akan saya tuliskan studi teologi tingkat 2 saya.

Yer
23 September 2016
Tuhan memberkati... Shalom!

Posting Komentar untuk "My Theological Studies 1"