zmedia

Ketempat Tenang yang Daud pernah Katakan...!




(Suatu perenungan tentang hati yang hancur, hendak pergi dari kenyataan yang ada)


Di dalam kenyataan yang ku alami kini
Aku begitu kagum melihat cara Tuhan yang ajaib...
Dia bawa daku masuk dalam mahligai indahnya kesukaan hatiNya sendiri
Apa yang tak pernah, itu yang ada...

Sampai aku merasa kecilnya...
Hina dan betapa tak layaknya...
Apa yang ku perbuat... apa yang ku kerjakan... dan apa yang ku persembahkan...
Jauh dari kepantasan sedikitpun....!!!

Maka... dalam kisah ini, terjadilah suatu tragedi singkat
Oleh ulah seorang anak manusia...
Tentu daku lah itu, dan bukan orang lain...
Oleh sebab ketidak mampuan, dan ketidak sanggupan menahan diri

Garis lurus itu mulai terasa tidak lurus lagi....
Gelombang bergelora itu mulai terasa sedikit berdiam diri...
Angin topan yang hendak menghantam, mulai senyap tanda tak berdaya...
Kekuatan... mulai menjadi lemah sekali....!!!

Ingin pergi... ingin ke sana...
Ketempat tenang yang Daud pernah katakan...
Mungkin akan ku dapati kelak, asal saja aku mau berjuang hingga akhir hayat ku...
Pasti ada tempat itu, di sini... di dunia ini....

Persetan dengan mereka yang katakan
Bahwa tidak ada tempat tenang itu di sini....
Sekarang aku katakan... pasti ada, pasti ada, pasti ada...
Tidak jauh dari kita, di depan mata ini....

Oh... beratnya hati ini...
Susahnya hati ini...
Bagaikan hancur luluhnya sayap sang burung raja wali...
Entah... mengapa begini....!!!

Maka... sekarang tahulah aku...
Mengapa jadi begini hati ku...
Mengapa sampai ku tuliskan perkataan perkataan di atas...!
Aku tahu... dan aku begitu sadar...

Aku tak mampu melihat Allah yang besar...
Aku tak mampu melihat tanganNya yang perkasa...
Aku tak kuat melihat cara Tuhan membentuk...
Maka... menangislah aku dalam kepiluan yang ku sesalkan,

Aku tak boleh begini...
Aku tak boleh bersikap seperti ini...
Bukankah anugerah Tuhan besar... sebesar yang dapat ku bayangkan, bahkan lebih...
Bukankah panggilanNya mulia... dan Dia yang perlengkapi...???

Walau ku tak dapat melihat... namun hati ku percaya
Percaya kepada kebesaran yang Allah akan nyatakan...
Percaya pada ketinggian yang Allah akan buat...
Percaya terhadap kedalaman kehendakNya yang mulia dan indah, selalu manis di tatap

Kuatlah daku... jadi kuatlah aku...
Jadi terhiburlah hati ku... jadi berseri serilah wajah ku
Inikah kebahagiaan devosi dari suatu afeksi hati yang merindukan Allah?
Aku yakin demikian... dan akan tetap percaya hal itu... sampai nanti... sampai melihat Dia disana...!!!

Sebab yang sangat ku rindukan.... ku rindukan ya Allah
Dan yang sangat ku harapkan... ku harapkan ya Bapa....
Bahwa aku dalam segala perkara tidak akan beroleh malu...
Ya.... aku tak akan beroleh kekalahan...

Melainkan seperti dahulu, begitu jugalah sekarang ini...
Bahwa Kristus dengan nyata... dengan terang... dengan jelas... oh... Tuhan.... jelas....
Di Muliakan..... di dalam Tubuhku...
Baik oleh hidup ku yang hina ini... dan oleh mati ku yang mulia kelak....

Terpujilah Allah yang bertahta di atas segala kemuliaan anugerahNya
Dan aku hendak menari-nari di iringi alunan haleluya yang indah...
Di atas jalan setapak beralaskan emas dari surga
Sebagai sikapku atas kecapan kemuliaan Mu itu....

Bawalah daku ini... mengikuti iringan malaikat di surga di dalam memuji Engkau
Bahkan akan terdiam mungkin aku... tersungkur selama-lamanya di hadapan Mu
Sebab terlalu mulia itu... terlalu manis bagi ku... dan tak sanggup aku melihatNya
Tak kuat hati ku untuk menahan kekaguman hati ku terhadap Engkau ya Bapa....

Yeremia
28 Agst, 17 Sep 2016

“Ku persembahkan sajak sederhana ini....
Kepada mereka yang ada di sana...
Yang ku rindukan sekalipun jarang mulutku menyebut kalian di dalam pembicaraan ku
Namun sering terucap di kawal malam sepanjang doa ku...!!!”

Posting Komentar untuk "Ketempat Tenang yang Daud pernah Katakan...!"