“Apakah hujan
itu berayah? Atau siapakah yang menyebabkan lahirnya titik air embun?”
Ayub 38:28
Setitik anugerah Mu... Sudah cukup mempesona hati kuSetitik berkat Mu... Sudahlah cukup membuat aku berkelimpahanSetitik kebaikan Mu... Sudahlah bisa membuat aku sadar akan kejahatan kuSetitik panggilan Mu... Sudahlah melimpah dengan api gelora Injil Mu untuk ku kumandangkan....
Setitik air embun... sungguh saya terpesona dengan satu ayat didalam
Alkitab ini... Bukan untuk sebentar saja ku pikirkan perkara itu, tetapi sejak
menemukannya... hingga tertuliskan perenungan ini, telah tinggal diam didalam
hati ku dan terus ia berbisik dengan lembut...?
Theos... Siapakah yang membuat lahirnya setitik air
embun...?
Ya... Tuhan bertanya kepada ku! Ingin ku jawab dengan segera... tetapi
tak ingin rasanya kujawab itu dengan spontanitas pikiran ku, namun hendak ku
biarkan kata-kata itu tinggal dalam hati ku... dan membuat aku terbawa dalam
lamunan panjang akan keindahan Allah.
Gejolak yang besar... kerapkali membuat
aku sulit untuk tidur... bahkan terbawa didalam lamunan panjang tak tentu!
Bukan berarti aku sulit untuk tidak mengkhuatirkannya, tetapi... ingin ku gumuli
perkara itu dengan serius. Sampai titik di mana Allah menyingkapnya di depan
mata ku dengan jelas sekali, maka... terbelalaklah mata hati ku, dan tersenyum
indahlah bibir ku, sebagai tanda jawaban Allah yang luarbiasa telah ku terima!
Bukan hanya itu saja... perkara yang
besar sekali, kerapkali juga membuat aku kagum secara langsung, tanpa berpikir
panjang dan coba untuk mengevaluasinya. Inikah namanya mujizat... inikah tanda
ajaib yang dari Allah, seperti saat dahulu Ia membangkitkan Lazarus dari
kematiannya, sehingga dunia gempar oleh kejadian spektakuler itu...? Aku yakin
itu benar... dan memanglah demikian. Tetapi.... satu hal,
Satu hal yang telah membuat aku
terpesona lebih indah lagi... bahkan perkara ini jarang di pikirkan dan di
renungkan didalam hati manusia! Inilah yang telah sempat membuat aku kagum
menjatuhkan rintihan pedih dihati ku, bukan sebagai tanda dukacita hati ku,
tetapi sebaliknya; bahwa ada sukacita yang melimpah seketika memenuhi jiwa
ku... “oh... Ya Allah... aku sungguh terpesona...sungguh terpesona dengan
keindahan ‘WajahMu’....!!!” Seketika pikiran ku terbawa kedalam angan-angan ku
yang demikian:
“Oh... seandainya seketika ini juga aku
melihat Dia di sana... pasti aku akan tersungkur di kakiNya... betapa tak
mampunya keindahanNya itu memenuhi ku, ku lihat dan ku rasakan... sebab di
sini, di bawah kolong langit ini saja sudah ku lihat perkara itu, apa lagi
kelak di sana..., oh... aku tak tahu ingin berkata apa...!”
Satu hal itu adalah... ketika ku tahu, dan sungguh
ku resapi... bahwa; lahirnya setitik air
embun... Allah lah yang menyebabkannya....!!! Wah... aku kagum... aku
sungguh kagum...! Dua perkara besar yang telah membuat aku kagum telah ku
ceritakan di atas... dan saya yakin engkau juga demikian... namun, satu perkara
sederhana yang sangat kecil sekali dari partikel mikro dunia ini, telah
menyentuh hati yang kagum akan kedaulatan Allah atas alam semesta ini...!!!
Apakah Allah ada saat sekuntum bunga mawar hendak
tumbuh dan menjadi besar dengan keindahannya? Apakah Allah ada... saat
terjatuhnya sehelai daun yang menua dari batang pohon mangga? Apakah Allah
ada... saat setiap satu titik air hujan, satu demi satu terhempas di atas
daratan, lautan, sungai, sotoh rumah, dan di hutan yang rimba...? Apakah Allah
ada... saat buah-buahan di hutan muncul, dan burung hendak menikmatinya? Apakah
Allah ada... di saat seorang anak
manusia melemparkan bungkusan cokelat setelah ia menikmatinya ke dalam tong
sampah...? Apakah Allah ada... di saat aku mengedipkan mata ku, di saat aku
duduk dan di saat aku berdiri, berjalan, berlari, tidur ... dan terjaga
lagi...? Maka, setitik air embun memberikan
jawabannya!
Bahwa Allah ada di sana... Ia hadir untuk menggenapi
rencanaNya, atas kehidupan alam semesta dengan segala yang ada didalamnya.
Setitik demi setitik air embun, yang indah di pandang ketika hari hendak tampak
siang, matahari yang bersiap untuk terbit laksana Kuda putih yang siap
berpacu... Allah ada dan bekerja... Allah ada, dan membuat titik air embun itu
ada... Allah ada... dan manusia tidaklah perlu untuk takut akan
penyertaanNya...!!!
Aku sering gelisah... aku sering susah hati, aku
sering tak percaya... aku sering sulit untuk menikmati pejaman mata ku...
jikalau saja ada yang mengganggu hati ku... namun, ketika coba untuk
merenungkan setitik air embun itu...!!! Huhs.... sungguh aku melihat betapa
fananya setitik air embun tersebut, jika di bandingkan dengan diri ku, yang
diciptakan Allah di dalam Kristus untuk kemuliaanNya...!!! Masakan Allah tidak
sanggup melakukan apa saja atas setiap kenyataan hidup yang kualami? Masakan
Allah berdiam atau tidak hadir ketika pilu rasanya mencekam bagaikan cengkraman
burung raja wali yang tak mungkin dilepaskan? Tidak mungkin...! Allah jauh
lebih besar dari itu semua... betapa berharganya kita dimataNya... betapa Ia
kasihi kita jauh melebih setitik air
embun yang Dia buat ada di setiap pagi...
Setitik air embun, yang Engkau buat adaTelah menjadi saksi yang berbicara tanpa suara....Telah berteriak lebih keras dari pada auman Singa lapar di tengah hutan rimba...Untuk mengumandangkan.... bahwa Engkau ada di setiap titiknya... dan membuat dia ada,Maka malulah kami ini, makhluk yang lebih mulia dari padanya...Kami lebih dari setitik... kami lebih dari pada air, dan kami lebih dari pada embun dipagi hari...Kami adalah anakMu... yang olehnya, Engkau datang menjadi manusia mati dikayu salibMemberikan jaminan hidup kekal... dan hidup dalam kesementaraan ini...Aku mengasihi Mu, Ya Allah Ku... Allah Israel....
Yer....
06 Sep 16

Posting Komentar untuk "Setitik Air Embun...!"