"Dari Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia, yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu". 1 Petrus 1:1-2
Semua
manusia yang hidup di muka bumi ini membawa identitasnya masing-masing. Inilah
yang membuat satu orang berbeda dengan orang yang lainnya. Identitas memiliki
arti sebagai; ciri-ciri atau keadaan khusus seseorang. Kita bisa mengenal
seseorang oleh karena ciri-ciri yang ia miliki, baik dalam hal fisik, gaya
penampilan, sifat dan karekternya. Di pendahuluan suratnya ini Rasul Petrus
menyapa semua orang percaya yang tengah berada diperantauan. Mereka adalah
orang Kristen tetapi hidup ditengah-tengah orang yang bukan Kristen. Mereka
tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia dan Bitinia sebagai status
pendatang atau perantau! Tentunya sebagai pendatang di tanah orang, apalagi dalam
hal iman mereka berbeda dengan orang pribumi, maka ini menjadi pergumulan berat
mereka. Dimana mereka haruslah selalu sadar dan hati-hati akan kehidupan
mereka, bahwa mereka adalah orang percaya kepada Yesus Kristus dan harus tampil
berbeda dari orang pribumi yang tidak beriman. Bahwa orang Kristen memiliki
identitas yang berbeda dari yang lainnya, sehingga mereka jangan sampai sama
dengan mereka yang tidak percaya.
Mengapa
identitas orang percaya menjadi sangat penting?
Pertama: Karena
sebagai pendatang mereka membawa asal usul, tempat dan leluhur atau
keturunannya, demikianpun orang percaya membawa asal-usulnya yang adalah
anak-anak Allah! Anda dan saya adalah seorang pendatang di bumi ini, suatu
kelak kita akan kembali ke rumah Bapa, maka bawalah identitas surga, bawalah
identitas anak Allah dan identitas orang percaya! Bawalah identitas dari mana
anda berasal. “Kamu berasal dari Allah,
anak-anakku” (1 Yoh 4:4).
Kedua: Dengan
identitas maka kita akan tahu menempatkan posisi kita di mana dan harus bagaimana
bertindak! Seorang pendatang akan menjaga hidupnya jangan sampai menjadi
omongan orang, menjadi penjahat dan diusir orang, demikianpun orang percaya
haruslah tahu bagaimana menempatkan dirinya dan bagaimana harus bertindak dengan hati-hati
agar nama Tuhan ditinggikan dan bukan sebaliknya. Sekarang apa sajakah
identitas orang percaya tersebut?
1.
Orang-Orang
yang Di Pilih Allah (ay 2)
Identitas pertama yang dimiliki oleh orang percaya adalah: bahwa orang
percaya adalah orang yang dipilih oleh Allah! Anda dan saya adalah orang yang
dipilih. Perhatikan apa yang Rasul Petrus katakan “yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Alllah, Bapa
kita” (ay 2). Siapakah yang dimaksud oleh Rasul tersebut? Mereka adalah
orang yang disebutkan dalam ayat 1, yakni orang-orang pendatang yang tersebar
di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia dan Bitinia. Mereka adalah orang pilihan
Allah dan demikianpun kita saat ini, adalah orang-orang pilihan Allah.
Pilihan Allah ini memiliki makna yang begitu dalam, anda tidak bisa membandingkannya
dengan ketika seorang raja atau presiden memilih ajudan atau menterinya!
Presiden memilih menteri dan staf khususnya adalah karena presiden telah
melihat terlebih dahulu hidup dan kinerja orang tersebut, tetapi Allah tidak
demikian. Sebab Allah memilih anda dan saya adalah sebelum dunia di jadikan! “Sebab didalam Dia Allah telah memilih kita
sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya” (Ef
1:4). Allah memilih anda sebagai anak-anak-Nya adalah semata-mata hanya oleh
karena keinginan dan kedaulatan-Nya yang
mutlak. Allah memilih anda karena Allah mau!
Oleh karena Allah mau dan ini kehendak-Nya semata-mata, maka pilihan Allah
ini adalah pilihan yang kekal dan sempurna. Identitas anda sebagai orang
pilihan tidak akan pernah lepas dan hilang dari diri anda, sebab pilihan
tersebut bersifat kekal. Serta Allah tidak mungkin bisa salah dalam memilih
anda, sebab pilihan tersebut bersifat sempurna! Berbeda ketika presiden memilih
menterinya, dipastikan ada kemungkinan salah dalam memilih; itulah sebabnya
masih saja kita temui adanya menteri yang korupsi, menteri yang melawan
presiden dan menteri yang gagal dalam memimpin kementeriannya.
Sekarang bagaimana dengan anda? Sebagai orang pilihan, apakah anda sering
putus asa dan merasa tidak mau lagi meneruskan kehidupan ini oleh karena
beratnya persoalan hidup? Sadarlah bahwa anda adalah orang pilihan-Nya, anda
berharga dan spesial dimata Allah! Sampai-sampai diantara berjuta-juta manusia,
anda adalah salah satu yang dipilih oleh-Nya menjadi anak kesayangan-Nya! Atau
mungkin anda sering merasa berdosa dan menyalahkan diri sendiri, seolah-olah
Allah akan meninggalkan anda? Percayalah bahwa Tuhan selalu mengasihi anda,
sebab Ia tidak akan pernah menggagalkan pilihan-Nya tersebut atas anda.
Identitas anda sebagai orang pilihan tidak akan pernah dicabut dari hidup anda!
Amin, Haleluya!
2.
Orang-Orang
yang Di Kuduskan (ay 2)
Identitas yang kedua ialah bahwa kita adalah orang yang dikuduskan oleh
Allah! Apakah maksudnya dikuduskan? Apakah kita harus hidup alim-alim, tidak
pernah bersalah selama 24 jam dan terus berdoa siang dan malam tanpa henti?
Tentu tidak! Kalau begitu apa arti dikuduskan? Didalam Alkitab kata kudus
berasal dari kata “hagios” atau “qadosy” yang memiliki arti “terpisah, dikhususkan atau terpotong dari”.
Maka disini kita dapat arti yang sebenarnya; bahwa kita adalah orang-orang
yang terpisah, terkhususkan dan terpotong dari dosa dan dunia ini! Identitas
anda adalah sebagai orang yang khusus milik Allah, terpisah dari dunia dan
kehancurannya serta sudah terpotong dari dosa dan maut. Anda memiliki posisi
yang berbeda dari orang lain. Ini artinya ada unik dimata Allah!
Apakah maksud Allah mengkuduskan kita? Itu dicatat oleh Rasul Petrus “dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat
kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya” (ay2). Disini kita
temukan ada dua tujuan mengapa kita dikhususkan atau dipisahkan oleh Allah: supaya taat kepada Yesus Kristus
dan menerima percikkan darah-Nya.
Jika Allah tidak mengkuduskan anda dan saya maka kita tidak akan pernah mau
datang kepada Yesus dan taat kepada-Nya!
Oleh sebab itu jangan pernah merasa heran ada banyak orang tidak percaya
pada Yesus bahkan berani menghina dan menghujat Kristus! Jangan putus asa
ketika melihat kejatahan semakin meraja lela dan kebaikan semakin sedikit,
sebab tidak semua orang dipilih dan dikuduskan oleh Allah. Lalu anda juga
jangan pernah mau sama dengan orang lain, apalagi membandingkan hidup anda
dengan orang yang tidak percaya, sebab anda berbeda, anda unik dan anda khusus!
Tuhan tahu yang terbaik buat anda dan saya, tetap berharap dan percaya
kepada-Nya, sebab Ia akan membuat semuanya menjadi indah pada waktu-Nya. Inilah
identitas anda yang kedua!
3.
Orang-Orang
yang dipenuhi dengan Suka-cita (ay 2b)
Identitas yang terakhir adalah bahwa “kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu” (ay 2b). Ini menjadi identitas yang paling unik dari yang lain, sebab hanya orang Kristen yang tetap dapat bersukacita sekalipun penuh dengan tantangan! Hanya kekristenan yang semakin bertumbuh ketika semakin ditindas dan diasingkan, sebab damai sejahtera Allah semakin berlimpah ketika ada kesulitan! Tetaplah bersuka cita dalam segala keadaan, sebab ini adalah identitas kita sebagai orang percaya. Nabi Habakuk pernah berkata “Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sakalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku” (Hab 3:17-18). Apakah anda bisa membayangkan bagaimana mungkin bisa tetap bersorak-sorak dan beria-ria disaat semua kenyataan mengecewakan! Hanya sukacita dari Allah lah yang dapat membuat kita sama seperti Habakuk. Hanya damai sejahtera Allah sajalah yang sanggup membuat kita tetap bersukacita, tetap tersenyum bahagia dan tetap semangat meski ditengah kesulitan. Sebab sukacita kita tidak berasal dari dunia, melainkan dari Allah yang sempurna! Amin

Haleluyaa..
BalasHapusPujilah Tuhan.
Amin.
Puji Tuhan!
HapusTerimakasih atas respon hamba-Nya. Tuhan memberkati!
Mantap
BalasHapusTerimakasih. GBU
Hapus