zmedia

KU MENETAPKAN HATI INI (Part 2)

(Suatu Disiplin Komitmen kepada Allah yang Hidup)


         Shalom! Senang bisa menyapa kembali sahabat-sahabat saya yang selama ini setia membaca tulisan saya dalam blog ini. Setelah beberapa waktu belakangan ini saya fokus memposting tulisan renungan seri surat Kolose dalam setiap minggu nya, maka kali ini postingan saya adalah lanjutan dari Ku Menetapkan Hati Ini yang pernah saya posting pada 06 Oktober 2016 yang lalu. Saya menyarankan agar bagi teman-teman yang belum pernah membaca tulisan saya tersebut, alangkah baiknya untuk terlebih dahulu membaca tulisan saya yang pertama itu, agar dapat melihat konteks, latar belakang dan garis besar dari tulisan saya yang berjudul Ku Menetapkan Hai Ini. Tidak terasa ternyata tulisan saya tersebut sudah hampir 4 tahun yang lalu. Dan kini saya memutuskan untuk kembali melanjutkan tulisan tersebut, oleh karena Ku Menetapkan Hati Ini telah mengalami penambahan setiap tahunnya. Dalam lanjutan kali ini saya memberikan nomor sebagai langkah untuk memudahkan kita mengingat (saya pribadi) setiap poin demi poin penetapan hati ini. Besar harapan dari saya melalui tulisan ini kita semua dapat termotivasi untuk mendisiplin kan diri dalam menjaga kehidupan rohani kita bersama dengan Kristus. Mari membaca dengan santai dan selamat menikmati!

14.  Ku Menetapkan Hati Ini,  supaya aku tidak sampai mementingkan diri ku sendiri, ketimbang kesejahteraan hidup kami bersama di tempat ini. Apapun yang terjadi... ini adalah harga mati!
15.  Ku Menetapkan Hati Ini, untuk tidak akan (lagi) dengan lekas melampiaskan kerinduan ku terhadap seseorang wanita yang ku cintai di dalam suasana asmara yang sedang berbunga. Jkt, 23 Januari 2017

16.  Ku Menetapkan Hati Ini, untuk selalu berjuang sekuat tenaga ku, dalam pekerjaan membawa jiwa-jiwa kepada Tuhan maupun pekerjaan sehari-hari. Mulai dari yang menuntut waktu banyak maupun sedikit, tenaga yang banyak maupun sedikit, mau untuk kepentingan banyak orang ataupun hanya bagi aku sendiri. Malam, 13 Mei 2017, Betung

17.  Ku Menetapkan Hati Ini, supaya tidak mau dikendalikan oleh perasaan ku, seolah-olah aku hidup berdasarkan itu. Perasaan ku ini selalu berubah-ubah sesuai dengan kondisi yang ada, oleh karena itu aku tidak mungkin mengikutinya! Amin, 17 Juni 2017, Betung

18.  Ku Menetapkan Hati Ini, untuk tidak akan menolak, jika datang dihadapan ku orang yang membutuhkan pertolongan ku. Akan ku perjuangkan, meskipun menyita waktu dan tenaga, bahkan kesehatan dan juga kehidupan ku sendiri! 21 Juni 2017, Betung

19.  Ku Menetapkan Hati Ini, agar berjuang sekuat apapun untuk menumbuh kembangkan kerinduan ku kepada Alkitab yang adalah Firman Tuhan ku. Meski banyak godaan untuk sebaliknya, aku mohon Allah menguatkan aku, Amin. 23 Juni 2017, Betung

20.  Ku Menetapkan Hati Ini, agar selalu menyerahkan kepada Allah saja segala persoalan kebutuhan ku sehari-hari. Aku akan datang kepada-Nya bagaikan seorang anak yang polos, manja dan tak berdaya, meminta... dengan iman dan kesabaran untuk menanti jawaban Bapa. Ini yang akan ku lakukan dan bukan keputusan hati ku yang bodoh (seperti sebelumnya yang telah ku lakukan), sebab Injil Yohanes 16:24 menjadi patokan mutlak untuk aku meminta. Amin, 24 Juni 2017

21.  Ku Menetapkan Hati Ini, untuk sedisiplin mungkin mengatur begitu banyaknya kegiatan ku, d tengah-tengah waktu yang sangat singkat ini! Baik kegiatan pelayanan, pengembalaan, pendidikan, bepergian serta kegiatan pribadi ku, yang ku nilai penting.
22.  Ku Menetapkan Hati Ini, untuk tidak akan mengikuti niat hati ku, yang kerapkali ingin bersantai-santai dan menghabiskan waktu dengan perkara yang sia-sia.
23.  Ku Menetapkan Hati Ini, agar selalu mengingat akan tugas dan panggilan Tuhan yang utama, dan berjuang sekuat mungkin setelah ini untuk aksi misi atau penjangkauan jiwa-jiwa bagi Kristus Tuhan. 25 Agustus 2017

24.  Ku Menetapkan Hati Ini, supaya selalu menguji setiap motivasi yang ada di dalam hati ku, ketika sedang dan akan mengerjakan suatu pekerjaan besar dalam ranah pelayanan Gereja, Penginjilan dan Usaha apapun yang ku kerjakan!
25.  Ku Menetapkan Hati Ini, agar siap bekerja selagi ada kesempatan, dengan tangan ku sendiri... tanpa ku beratkan beban jemaat yang ku layani di sini. Namun jika kelak Gereja ini sudah mandiri, maka cukuplah aku di rumah Tuhan saja bersama dengan mereka! Amin. 25 November 2017, GKBI Betung

26.  Ku Menetapkan Hati Ini, akan bangkit dan bersinar, meski telah terjatuh dan menjadi bodoh, karena ku tahu bahwa Bapa ku tidak pernah meninggalkan daku. 06 Januari 2018

27.  Ku Menetapkan Hati Ini, agar sunguh-sungguh memperhatikan cara Tuhan yang ajaib di dalam mewujudkan pendirian Gedung Gereja di Betung ini. Agar aku beroleh keyakinan yang lebih mendalam, bahwa iman, doa dan bekerja, cukup menyaksikan mujizat Allah yang bear dalam pelayanan ini. 10 Februari 2018

28.  Ku Menetapkan Hati Ini, supaya tetaplah hati ku bahagia lalu wajah ku berseri-seri, meskipun ditengah badai persoalan yang menimpa! Bahkan jika saja penderitaan menimpa di kiri dan kanan ku, akupun akan tetap berbahagia, sebab ada Yesus Tuhan ku di hati ku, Amin. 18 Mei 2018, Betung

29.  Ku Menetapkan Hati Ini, jika saja dipercayakan untuk melayani (pimpin ibadah dan berkotbah) di tempat lain (Gereja lain), untuk tidak mencondongkan hati ku sedikitpun kepada persembahan kasih, melainkan melayani dengan sepenuh hati sebab itu ialah kesempatan yang Allah berikan untuk menyampaikan Injil-Nya. 29 Mei 2018

30.  Ku Menetapkan Hati Ini, agar di dalam meresponi sebuah ajaran teologi, renungan dan argumentasi teologis, haruslah dengan penuh bijaksana, tidak langsung menerima, juga tidak langsung menolak. Melainkan coba untuk membandingkannya dengan Kitab Suci serta menyelami maksudnya, konteks dan relevansinya. Jika ku temukan bahwa itu layak untuk diterima maka aku ku terima dan ajarkan, tetapi jika tidak layak... aku tidak sungkan menolak dan bahkan meruntuhkan apa yang berlawanan dengan Sola Scriptura.
31.  Ku Menetapkan Hati Ini, bahwa jiwa ialah tempat di mana aku dapat dengan akrab merasakan Allah. Jika tempat itu serasa kering, maka tak akan aku diamkan, apalagi merasa baik-baik saja! Tetapi dengan segala kerendahan hati memohon kepada Bapa agar pemulihan itu terjadi atas jiwa ku ini, Amin. 23 Juni 2018

32.  Ku Menetapkan Hati Ini, agar tidak mau berhenti untuk bermimpi, atau menyusun program, baik perkara kecil maupun perkara besar. Setelah itu mendoakannya dan bekerja keras untuk menggapainya.
33.  Ku Menetapkan Hati Ini, untuk selalu bersedia menambah saudara, entah dia seiman atau tidak, aku akan ajak meski hanya ditemani secangkir kopi. 27 Agustus 2018

34.  Ku Menetapkan Hati Ini, agar sesering mungkin menulis sebuah tesis atau makalah bertopikkan hal-hal seputar teologi, rohani dan sanggahan-sanggahan terhadap sebuah doktrin atau praktek yang perlu untuk di koreksi. Minimal dalam satu minggu aku dapat menulis satu karya tulis sederhana. Karena melaluinya aku sadar, iman ku akan bertumbuh kuat dan menjadi berkat bagi banyak orang. 04 September 2018

35.  Ku Menetapkan Hati Ini, supaya sejak saat ini dan selanjutnya, akan fokus dan bekerja keras lagi untuk memikirkan, merancang pekerjaan misi pekabaran Injil di tanah Kalimantan ini, dan melaksanakannya secara terus menerus sesuai dengan amanat yang Kristus berikan (Mat 28:19-20). Baik atau tidak baik keadaannya, perorangan atau kelompok misi, di pinggiran atau dipedalaman, dana cukup atau tidak, tetap laksanakan dengan iman! Amin, haleluya. 29 September 2018

36.  Ku Menetapkan Hati Ini, supaya tidak mengabaikan mereka orang-orang yang ku kasihi, oleh karena kesibukan tanggung jawab pelayanan ku. Mereka adalah orang-orang terdekat yang selalu mendukung dan mendoakan ku selalu. Untuk mereka aku rela korbankan waktu penting ku, walaupun hanya menanyakan kabar dan mendengar tawa mereka!
37.  Ku Menetapkan Hati Ini, untuk tidak mau lalai dalam bekerja mencukupi keperluan hidup sehari-hari. Sebab tidak mungkin selalu mengharapkan persembahan dari tangan anak-anak Tuhan yang baik hati. Dengna peluh dan tenaga ku, aku akan berjuang dan tak akan pernah menyerah, apalagi sampai mengharapkan manusia, Tidak!!! Tidak akan! 03 Maret 2019

38.  Ku Menetapkan Hati Ini, untuk selalu berkotbah dengan antusias, semangat, hidup, bergairah dan penuh pimpinan Roh Kudus. Meskipun dihadapan sedikit pendengar/jemaat. Sehingga aku terhindar dari pendengar yang mempengaruhi, tetapi benar-benar memberitakan isi hati Allah. 16 Maret 2019

39.  Ku Menetapkan Hati Ini, supaya tidak mengikuti perasaan ku sama sekali di saat emosi amarah atau kekesalan timbul seketika, baik saat sepi ataupun dikeramaian, karena Kristus Tuhan ku mengajarkan ku tuk mengasihi dan menjaga hati ku.
40.  Ku Menetapkan Hati Ini, agar menyusun jadwal atau agenda mingguan tentang apa-apa yang harus ku kerjakan. Supaya  tanggung jawab ku tidak ada yang terlewatkan, baik saat ku ingat ataupun terlupakan, agenda bisa membantu ku. 15 Juni 2019

41.  Ku Menetapkan Hati Ini, agar sering-sering untuk mengingat kasih yang mula-mula timbul di hati ku terhadap Kristus. Kasih yang dahulu membakar jiwa dan raga ku, hingga aku mendapatkan panggilan dari-Nya. Ini ku lakukan agar aku terus setia melayani Dia dan tidak terlena dengan keinginan ku sendiri. 28 Agustus 2019

42.  Ku Menetapkan Hati Ini, untuk giat selalu dalam bekerja. Secara khusus atas penghidupan kami sehari-hari dalam pelayanan ini. Tuhan sudah memberikan jalan bagi ku, kini hendaklah dengan giat mengerjakannya. Dengan setia dan memohon berkat Allah atasnya, Amin, Haleluya! 24 November 2019, Btg.

Posting Komentar untuk "KU MENETAPKAN HATI INI (Part 2)"