zmedia

Selamat Tinggal Masa Lalu!



Kolose 3:5-11
(5)  Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, 
(6)  semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka).

(7)  Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya.
(8)  Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.
(9)  Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,
(10)  dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;
(11)  dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.


Ada banyak ajaran yang mengatakan bahwa “Haruslah kamu berubah dan meninggalkan masa lalu mu!”, “haruslah engkau bertobat dan melakukan semua perintah Allah”, dan “haruslah kamu menjadi orang yang baik!”. Apakah salah mengajarkan hal-hal semacam demikian? Tentu jawabannya adalah tidak. Sebab orang Kristen dipanggil untuk mengerjakan hal-hal yang baik, kudus dan berkenan dihati Allah. Tetapi yang menjadi salah adalah ketika hal-hal semacam demikian diajarkan tanpa pemahaman yang benar dan latarbelakang yang benar! Ada banyak orang Kristen berpikir; saya berbuat baik agar masuk surga. Saya berubah dan mau berbuat baik oleh karena saya takut masuk neraka. Saya berubah dan rajin berbuat baik oleh karena saya khawatir akan dilepaskan, dikutuk dan dihukum oleh Tuhan. Alasan-alasan yang demikian adalah alasan-alasan yang tidak mendasar dan justru bertentangan dengan Alkitab.

Di sini kita melihat bahwa Rasul Paulus berbicara tentang berbuat baik di pasal ke 3 dan bukan di pasal 1. Bahkan dibagian-bagian terakhir dari suratnya kepada jemaat di Kolose. Di sini kita juga melihat Rasul menerangkan bahwa sesungguhnya orang Kristen itu adalah orang yang telah mengalami kehidupan yang baru, telah menjadi manusia yang baru dan telah meninggalkan semua masa lalu nya yang suram dan jahat, setelah ia terlebih dahulu membahas status orang Kristen sebagai orang yang berpengharapan karena Allah telah sediakan rumah yang kekal, Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, serta membahas bagaimana kita harus memusatkan pikiran kita kepada apa yang ada di sorga dan bukan di dunia. Rasul mengajarkan doktrin yang kuat terlebih dahulu barulah kepada perbuatan! Rasul mengajarkan ajaran, pengertiaan, pemahaman dan dasar iman, kemudian perbuatan! Kemudian perubahan dalam hidup!

Setelah itu semua Rasul jelaskan kini ia berseru kepada jemaat agar mereka sadar bahwa masa lalu mereka dengan semua kesuraman yang ada adalah hal yang sudah kita tinggalkan dan kini kita ada bersama dengan Kristus untuk menuju ke depan karena kita telah menjadi manusia yang baru.  Bagaimanakah Rasul Paulus menjelaskan tentang “Meninggalkan masa lalu tersebut?” Mari kita pelajari bersama-sama:

1.    Masa Lalu yang Rasul Paulus maksudkan adalah Ketika Kita Masih di Kuasai Oleh Dosa! (ay 5-6)
Dahulu status dan keberadaan kita adalah pendosa dan ada di dalam kuasa dosa (ay 7). Sehingga apapun yang keluar dari hidup kita adalah segala sesuatu yang duniawi (ay 5). Itulah sebabnya Rasul mengingatkan kembali agar “matikanlah dalam dirimu segala sesusatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala”. Hal pertama yang Allah larang dalam 10 hukum Taurat adalah soal penyembahan berhala, ini tandanya bahwa hal tersebut begitu keji dan jahat dihadapan Allah. Dan tahukah anda bahwa ketika kita dahulu melakukan dengan perbuatan kita apapun yang jahat dan mengikuti hawa nafsu maka sesungguhnya kita pada saat itu sedang menyembah berhala! Sungguh ironis dan menyedihkan sekali masa lalu kita.

Bahkan lebih dari itu adalah bahwa dengan keadaan kita yang demikian, maka kita telah menjadi objek penghukuman Allah. Allah begitu murka dan harus menghukum kita! Apa yang Rasul katakan di ayat 6; “semuanya itu mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka”. Jika kita melihat kepada apa yang dikatakan barusan, maka sudah seharusnyalah kita bersorak-sorak bersyukur kepada Allah sebab ternyata itu semua adalah hanya masa lalu! Semua itu adalah masa lalu anda dan saya, sebab Allah telah menyelamatkan kita dengan jalan menjadi korban demi kita.

2.    Masa Lalu telah Berlalu dan Kini yang ada Adalah Hidup Baru yang terus di Perbaharui (ay 7-11)
Apa yang Rasul Paulus katakan “Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya” (ay 7). Kalimat yang digunakan di sini adalah “Dahulu kamu juga”, ini artinya Rasul Paulus memberitahukan bahwa sesungguhnya orang Kristen adalah orang yang telah meninggalkan kehidupan lamanya. Masa lalu nya telah berlalu ketika ia pertama kali bertobat dan dilahir barukan. Dan mengenai perbuatan, Rasul berkata agar “Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,(ay 8-10). Marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor serta mendustai, semua hal-hal yang disebutkan ini adalah perwakilan dari semu hal jahat yang dapat dilakukan oleh manusia. Lantas bagaimanakah sekarang keadaan kita?

1). Jika kita telah percaya sungguh-sungguh kepada Yesus, maka sesungguhnya saat ini kita telah dalam hidup yang baru!
Rasul berkata bahwa anda “telah mengenakan manusia baru”. Pada saat kita bertobat dan mengaku percaya, pada saat itu telah terjadi kelahiran kembali (seperti yang Tuhan Yesus jelaskan dalam Yohanes 3). Ketika kita dilahirkan kembali, itu artinya kita telah menjadi yang baru. Kita telah mengenakan manusia baru! Apa yang ada dibelakang kita telah kita tinggalkan. Mari kita belajar dari Rasul Paulus, bagaimana ia meninggalkan masa lalunya; “Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus” (Flp 3:7-8).

2). Jika kita telah menjadi manusia baru, maka prosesnya adalah seumur hidup!
“telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;” (ay 10). Terkadang kita lebih sering kepada hal-hal yang instan! Kita lebih suka kepada hal-hal yang cepat. Jika anda berpikir bahwa jika saya telah bertobat, maka saya akan segera menjadi manusia baru yang sama sekali akan terbebas dari godaan dan pencobaan! Sungguh ini adalah pemikiran yang salah. Sebab yang benar adalah bahwa ternyata anda dan saya akan terus di perbaharui dari hari ke hari. Anda akan terus dibentuk dan diuji oleh Allah agar semakin serupa dengan gambar-Nya. Itu sebab jangan heran jika jadi orang Kristen, justru tantangan dalam kehidupan ini semakin kuat, itu bukan karena anda salah pilih, tetapi karena Allah mengasihi anda, Ia mau agar anda menjadi orang Kristen yang kuat dan berkemenangan serta semakin serupa dengan gambar Allah.

3.    Sebagai Manusia Baru, diantara kita Tidak ada lagi Perbedaan (ay 12).
Setelah Rasul menjelaskan bagaimana kita telah meninggalkan masa lalu dan telah hidup dalam hidup yang baru, sekarang ia sampai kepada hubungan kita sebagai sesama orang yang telah menjadi manusia baru. Perhatikan apa yang Rasul katakan “dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu. (ay 12). Jika yang dahulunya orang Yahudi merasa bahwa Allah hanya ada bagi mereka, namun kini Allah juga adalah bagi orang Yunani juga. Jika dahulu anda merasa anda berbeda dengan orang lain, yang mungkin lebih dalam hal kedudukan, harta dan materi, tetapi kini anda sesungguhnya adalah sama dihadapan Allah. Anda dan saya tidaklah berbeda, sebab tidak ada lagi budak atau orang merdeka, sebab semua ada di dalam Kristus. Jangan pernah lagi kita membeda-bedakan diri kita dengan orang lain. Sebab anda dan mereka adalah saudara dalam Kristus dan dari satu Kepala yang sama yaitu Tuhan Yesus Kristus. Amin, Tuhan Yesus memberkati! Shalom.

By. Pdt. Theos M. Purba, S.Th

Posting Komentar untuk "Selamat Tinggal Masa Lalu!"