“Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah
perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.”. (Kolose
3:1-2)
Rasul Paulus
mengingatkan kepada jemaat Kolose agar memiliki orientasi atau arah hidup yang
benar, yaitu untuk memikirkan perkara yang ada di atas di mana Kristus ada. Sesuai
dengan apa yang telah di kisahkan dalam Injil bahwa Kristus datang dari surga
dan dan telah kembali ke surga. Maka dapat kita simpulkan bahwa tempat dimana
Kristus ada dan duduk di sebelah kanan Allah adalah surga. Ini adalah tahta-Nya
dan tempat kediaman kekal-Nya! Yohanes 14:2 berkata “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat
tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi
ke situ untuk menyediakan tempat bagimu”. Di tempat dimana Kristus ada
adalah rumah Bapa dan Ia telah menyediakan tempat bagi kita semua! Rasul Paulus
dengan semangat yang tinggi berseru kepada jemaat Kolose agar sadar bahwa
jikalau kita telah dibangkitkan bersama dengan Kristus (ay 1), itu artinya kita
telah menjadi sama dan menyatu dengan Kristus (ay3), maka pikirkanlah
perkara-perkara yang ada di atas. Ini sejalan dengan apa yang Tuhan Yesus
pernah katakan “Tetapi carilah dahulu
Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Mat
6:33). Ini soal arah dan orientasi kehidupan kita! Ini adalah hal yang sangat
penting sekali, sebab begitu banyak orang dalam dunia ini yang hidup namun
tidak memiliki arah kehidupan yang pasti. Mereka mengarahkan mata dan hidup
mereka kepada apa yang ada di dalam dunia ini. Itulah sebabnya Rasul menegaskan
agar jemaat Kolose dan kita saat ini tidak terperdaya oleh pengaruh dunia dan
tipu dayanya yang memikat. Bagaimanakah
tipu daya dan pengaruh dunia tersebut:
1.
Adanya aturan-aturan
soal Makanan, Minuman dan Hari-hari (ay 16 dan 20)
Ternyata
aturan-aturan soal makanan, minuman dan soal hari-hari bisa juga membuat kita
tanpa sadar terbawa untuk akhirnya tidak memikirkan perkara-perkara yang ada di
atas. Hal-hal semacam itu bisa merubah arah kita untuk lebih memikirkan perkara
dunia ketimbang perkara surgawi. Rasul mengingatkan jemaat Kolose agar jangan
ada “orang menghukum kamu mengenai
makanan dan minuman atau mengenai hari raya,bulan baru ataupun hari Sabat”
(ay 16). Pada waktu itu jemaat Kolose menerima intimidasi ditengah-tengah orang
yang tidak percaya kepada Kristus. Mereka sering menegur dan menghukum jemaat
karena tidak mau percaya lagi soal-soal makanan yang dilarang, soal
minuman-minuman yang dilarang oleh mereka untuk dikonsumsi, serta soal
hari-hari. Dimana pada waktu itu bagi orang Yunani ada hari-hari tertentu yang
spesial dan dilarang untuk begini dan begitu. Rasul Paulus melanjutkan
penjelasannya dalam ayat 21 bagaimana mereka ingin menipu jemaat dengan berkata
“jangan jamah ini, jangan kecap itu,
jangan sentuh ini”.
Bagaimana
dengan kita saat ini saudara? Saya memahami sekali keadaan dan situasi yang ada
di tanah Kalimantan ini! Penuh dengan tradisi dan adat istiadat. Ajaran-ajaran
serta petuah-petuah nenek moyang leluhur kita memang merupakan harta dan
nilai-nilai yang berharga. Namun jikalau ada hal-hal tertentu didalam tradisi
tersebut yang membuat kita menjauh dari Allah yang sejati, maka tidak ada kata
kompromi. Kita harus memilih antara Allah atau manusia! Antara surga atau
dunia! Kenapa? Karena “semuanya ini
hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus” (ay
17). Semua aturan-aturan soal makanan, minuman dan hari-hari itu hanyalah
bayangan dari para nenek leluhur kita, sementara apa yang sempurna telah datang
yaitu Kristus Yesus. Kita telah memiliki apa yang sempurna dan sejati. Di
lanjut ayat 22 “semuanya itu hanya
mengenai barang yang binasa oleh pemakaian dan hanya menurut perintah-perintah
dan ajaran-ajaran manusia”. Maka marilah kita menyesuaikan diri kita dengan
apa yang ada didunia ini. Apa yang berkenan dihati Allah dan membawa kita
mendekat kepada Kristus, mari kita terima dan lakukan. Namun apa yang sebaliknya,
mari kita evaluasi dan tolak! Mari kita lebih memilih menyenangkan hati Allah
ketimbang menyenangkan hati manusia, sebab ini adalah kehendak Bapa. Haleluya!
2.
Adanya penyembahan
kepada malaikat dan penglihatan-penglihatan (ay 18)
Hal kedua
yang Rasul Paulus tegaskan kepada jemaat Kolose adalah agar “Janganlah kamu biarkan kemenanganmu
digagalkan oleh orang yang pura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada
malaikat, serta berkanjang pada penglihatan-penglihatan dan tanpa alasan
membesar-besarkan diri oleh pikirannya yang duniawi” (ay 18). Anda adalah
orang yang sudah menang, atau lebih tepatnya adalah orang yang lebih dari
pemenang! Perhatikan apa yang dikatakan Roma 8:37 “Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang,
oleh Dia yang telah mengasihi kita”. Kita adalah orang yang menang oleh
karena Kristus. Dalam hal kematian, kita menang karena Kristus telah menjamin
hidup kita. Dalam hal hidup sehari-hari kitapun telah menang karena ada Bapa
yang mencukupkan keperluan kita setiap hari. Anda bisa bayangkan bagaimana
nikmatnya kehidupan Kristen itu! Hidup disurga dan didunia telah dijamin oleh
Tuhan Yesus. Oleh sebab itu jangan lagi mau dihukum dengan ajaran-ajaran dunia
yang membawa kita untuk menyembah kepada malaikat dan percaya lagi kepada
penglihatan-penglihatan.
Saat itu
jemaat Kolose dipengaruhi oleh banyak orang untuk mengarahkan pandangan mereka
kepada malaikat-malaikat, dewa-dewa dan penglihatan-penglihatan. Rasul kuatir
jemaat akan kehilangan arah dan menjadi terombang ambing bagaikan kapal yang
dibawa gelombang ombak. Itulah sebabnya ia mengingatkan mereka agar kembali
mengingat bahwa kita adalah orang yang telah menang bersama Kristus. Jangan
lagi biarkan kemenangan kita digagalkan oleh ajaran-ajaran tersebut. Perhatikan
ayat 23 “Peraturan-peraturan ini,
walaupun nampaknya penuh hikmat dengan ibadah buatan sendiri, seperti
merendahkan diri, menyiksa diri, tidak ada gunanya selain untuk memuaskan hidup
duniawi”.
Masihkah
anda mau mempercayai apa yang selain Allah! Anda mungkin masih mempercayai
malaihat-malaikat, setan-setan, serta percaya pada penglihatan-penglihatan dan
mimpi-mimpi dari orang-orang tertentu yang kita katakan sebagai “orang pintar”,
namun hari ini saya berseru pada anda agar anda segera bertobat. Sebab Allah
berkata “Jangan ada padamu allah lain di
hadapan-Ku” (Kel 20:3). Sebagai penutup mari kita membaca secara
bersama-sama Keluaran 20:3-6. Puji Tuhan, Tuhan Yesus memberkati. Shalom!

Posting Komentar untuk "PIKIRKANLAH PERKARA SURGAWI "