zmedia

KAYU SALIB




 “Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib: Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka”. (Kolose 2:13-15)


Siapakah gerangan wahai manusia yang tidak pernah tahu kayu salib? Atau lambang salib? Orang yang bukan Kristen sekalipun tahu lambang salib! Apalagi mereka yang mengaku Kristen! Tetapi berapa banyak orang yang mengerti dengan benar arti dari kayu salib? Ketika kita membicarakan kayu salib, maka tidak ada kematiaan yang paling mengerikan selain mati digantung dikayu salib! Hukuman mati digantung dikayu salib adalah kebiasaan kerajaan Romawi dahulu ketika hendak menghukum orang atas kesalahan yang begitu berat. Pada masa itu orang yang dihukum salib adalah orang yang terkutuk, ia harus digantung dikayu salib hingga malam tiba dalam kondisi setengah hidup. Orang tersebut disiksa terlebih dahulu baru kemudiaan digantu pada kayu salib, sehingga ini mengakibatkan kematiaan secara perlahan-lahan. Saking terkutuknya orang tersebut bagi mereka, ketika malam tiba maka mayat orang tersebut harus segera diturunkan dan dikuburkan dengan cara yang tidak layak. Inilah salib! Inilah hukuman salib! Pernahkah anda mendengar pada jaman sekarang ini ada hukuman fisik yang paling mengerikan selain yang pernah terjadi atas Seorang yang bernama Yesus Kristus?

Hukuman tersebutlah yang ditimpakan kepada Kristus. Kronologi dari kisah penyaliban Kristus dapat kita saksikan dengan begitu dramatis dalam Injil (Matius, Markus dan Lukas), mulai dari kisah dimana Ia dikhianati oleh murid-Nya sendiri (Yudas Iskariot), Petrus menyangkal telah mengenal Yesus, dan sampai Ia disiksa dengan begitu kejam hingga menuju Kalvari! Semua proses ini hanya untuk menghantarkan Kristus pada kayu salib. Dikayu salib telah terjadi sebuah insiden yang begitu mengerikan dan sekaligus begitu penuh dengan keagungan! Penuh kengeriaan karena kita tidak dapat membayangkan ada seorang Anak Manusia rela menerima penyiksaan yang begitu kejamnya. Serta penuh keagungan karena kita juga tidak dapat membayangkan ada Seseorang yang rela menerima semua penyiksaan tersebut demi kita!

Dunia tidak akan pernah mengerti salib Kristus! Mereka akan mengolok-olok dan menghina, karena memang pemberitaan tentang salib adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa (1 Kor 1:18, Flp 3:18). Tetapi bagi kita, pemberitaan salib itu adalah kekuatan Allah! Mengapakah pemberitaan salib menjadi kekuatan Allah? Menjadi lambang dari kemuliaan dan keagungan Allah? Ada apa? Apa yang sebenarnya telah terjadi ketika dahulu Yesus Kristus digantung di sana dan mati?

1.      Di Kayu Salib Yesus Kristus telah Menghapuskan Surat Hutang Kita (ay 13-14)
Dengan cermat Rasul Paulus memberitakan Injil kembali kepada jemaat Kolose. Kenapa? Sebab telah bertaburan dimana-mana para pengajar sesat yang dapat menyesatkan pengeritaan jemaat (2:8). Pemberitaan Injil itu adalah tentang kematian Kristus dikayu salib. Inilah Injil! Jika anda mendengar ada seorang yang datang dan berkotbah kepada anda, dan ia menyebutkan bahwa ia akan berbicara tentang Injil, namun sama sekali tidak ada membahas tentang kematian Kristus dikayu salib, maka itu bukan Injil! Di sini Rasul menengaskan kembali bahwa dahulu status kita (jemaat Kolose) adalah mati oleh pelanggaran-pelanggaran kita dan tidak disunat (seperti orang Israel sebagai tanda umat pilihan secara bangsa), tetapi meskipun keadaan kita adalah demikian Allah tetap menghidupan kita kembali! Mengapa saya menggunakan kata tetap? Sebab anda dan saya (semua orang) telah berhutang kepada Allah! Apakah yang dimaksud dengan hutang itu? Roma 3:23 berkata “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah”, dan hukuman yang harusnya kita terima adalah “Sebab upah dosa ialah maut” (Rom 6:23). Hutang yang harus kita bayar adalah maut! Kita harus mati dalam penghukuman yang kekal. Sebab itu adalah hutang yang harus kita bayar kepada Allah. Pernahkah kita menyadari hal ini? Bahwa anda dan saya sesungguhnya adalah orang berhutang! Penghutang terbesar dalam muka bumi ini adalah manusia kepada Allah. Karena hutang tersebut seharusnya kita didakwa dan diancam!

Tetapi puji Tuhan, Allah tahu bahwa kita tidak bisa dan tak akan pernah bisa membayar hutang tersebut! Itulah sebabnya ayat 14 berkata “Ia mengampuni segala pelanggaran kita, dengan menghapuskan surat hutang”, kapan dan bagaimana Ia menghapus surat hutang tersebut? Hutang tersebut “ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib”. Di kayu salib telah terjadi sebuah transaksi sorgawi, antara Kristus Yesus kepada Bapa di sorga. Allah Anak (Pribadi kedua dari Allah Tritunggal) telah melunasi hutang tersebut kepada Allah Bapa. Ingat bahwa Kristus diutus oleh Bapa untuk menyelesaikan hutang tersebut (Yoh 3:16). Sampai di sini hendaklah kita merenungkan semua ini dengan sungguh-sungguh! Bahwa begitu besar kasih Allah kepada kita. Dengan ini nyatalah bahwa Kayu Salib adalah lambang kemuliaan Allah sebab pada kayu salib Kristus menyelesaikan hutang kita! Sekarang maukah anda sungguh-sungguh tersungkur dikaki Tuhan memohon Ia terus memimpin hidup mu? Sekarang maukah anda sungguh-sungguh percaya pada Yesus sebagai Juruselamat dalam hidup mu?

2.      Di Kayu Salib Yesus Kristus telah Menyatakan Kemenangan-Nya (ay 15)
Banyak orang mengira bahwa ketika Yesus mati dikayu salib maka Ia telah kalah! Yesus penipu! Yesus bukan siapa-siapa! Seperti ejekan orang-orang ini; “Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia dan sambil menggelengkan kepala, mereka berkata: "Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diri-Mu jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib itu!” Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli-ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olokkan Dia dan mereka berkata: "Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Ia Raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan percaya kepada-Nya” (Mat 27:39-42). Saya dapat tunjukkan pada anda dalam sekejap saja orang-orang pada jaman sekarang yang juga telah mengolok salib Yesus seperti orang-orang bodoh pada masa itu! Tetapi apalah sebuah arti ejekkan jikalau orang-orang yang mengejek tersebut tetap juga akan binasa! Sebab sesungguhnya ketika Kristus mati, justru Ia menyatakan kemenangan. Kemenangan karena telah berhasil melaksanakan misi-Nya. Tugas-Nya telah selesai! Itulah sebabnya Ia berkata”Sudah selesai” (Yoh 19:30). Ia telah menang atas semua yang ada (pemerintah dan penguasa), karena hanya Ia yang dapat melaksanakan tugas berat tersebut. Amin, Haleluya!

by. Pdt. Theos M. Purba, S.Th

Posting Komentar untuk "KAYU SALIB"