(Kolose 2:8-12)
Mengapa Rasul Paulus
berkata kepada jemaat Kolose agar mereka berhati-hati? “Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya
yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi
tidak menurut Kristus” (ay 8). Rasul sendiri memberikan sebuah jawaban dari
alasan mengapa jemaat Kolose harus berhati-hati, yakni oleh karena adanya
orang-orang yang berusaha menyesatkan jemaat dengan ajaran-ajaran yang tidak
sesuai dengan ajaran Kristus. Mereka menawarkan ajaran filsafat kosong, mereka
menawarkan ajaran yang berasal dari turun-temurun dan roh-roh dunia dan
contohnya dapat kita lihat dalam ayat 16; “Karena
itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman
atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat”. Ternyata ada
beberapa orang yang ingin terus mempertahankan tradisi-tradisi nenek moyang
yang berbicara tentang makanan, minuman dan tentang hari-hari. Mereka membuat
sebuah aturan-aturan yang dimana sebenarnya Kristus tidak mengajarkan hal
tersebut.
Apakah ucapan Rasul
Paulus ini hanya berlaku untuk jemaat Kolose pada waktu itu saja? Apakah masih
sah dan sesuai (relevan) ucapan ini kita dengarkan bagi kehidupan jemaat jaman
sekarang ini? Haruskah kita juga berhati-hati agar jangan sampai ditawan oleh
ajaran sesat? Jawabannya adalah ya! Bahkan kita harus berhati-hati, sebab
kesesatan jaman sekarang justru lebih parah lagi ketimbang jaman dahulu. Semua
kemajuan yang ada sekarang ini telah menggeser peradaban dan sejarah! Semua
kemajuan sekarang ini telah berhasil mengubah pola pikir dan perilaku banyak
generasi muda saat ini untuk menyimpang dari kehendak Tuhan. Oleh sebab itu di
sini marilah kita menyadari dua hal yang akan membuat kita bersemangat untuk
berhati-hati dan berjaga-jaga?
1.
Orang Percaya telah
dipenuhi Di dalam Kristus (ay 9-10)
Mari kita
melihat ayat 9-10: “Sebab dalam Dialah
berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, dan kamu telah dipenuhi
di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa”. Pertama yang
harus kita ingat adalah kita sekarang ada didalam siapa? Kita ada di dalam
Kristus. Siapakah Kristus? Berdasarkan ayat ini saja diberitahukan bahwa di dalam
Kristuslah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, dan Dia
adalah kepala semua pemerintah dan penguasa! Dia Allah dan Dia Penguasa! Siapakah lagi yang ada di
atas-Nya? Siapakah lagi yang boleh berkata bahwa masih ada orang lain yang lebih
tinggi dari Kristus! Bahkan dalam Kolose 1:15-23 kita sudah belajar bersama
bahwa Kristus adalah yang Utama dan Tertinggi dari siapapun di tengah dunia
ini. Oleh karena Kristus adalah lebih dari apapun, dan kita ada didalam Dia,
maka yang kedua adalah:
Kedua yang
harus juga kita ketahui adalah di dalam Kristus itu cukup. Ketika kita
ada didalam Yesus Kristus, maka kita jangan lagi mencari dan menerima yang
lain. Sebab Kristus adalah yang
terlebih besar dari apapun dan semua ada di dalam Dia. Maka kini kita
jangan mau menerima ajaran apapun yang tidak sesuai dengan ajaran Kristus!
Itulah sebabnya Rasul Paulus menghubungkan antara berhati-hati dengan penyesat
dengan dipenuhi di dalam Kristus. Apakah artinya “dipenuhi”? Penuhi berasal
dari kata ‘penuh’, yang memiliki arti sebagai berikut : sudah berisi
seluruhnya, tidak kurang dari jumlah yang seharusnya, lengkap dan sempurna.
Maka jika kita dikatakan dipenuhi di dalam Kristus, maka di dalam Kristus itu
sempurna dan lengkap. Sudah cukup dan sudah berisi seluruhnya, tidak ada lagi
yang kurang. Lantas masakan kita mau yang sudah lengkap itu kita buang dan kita
menerima lagi apa yang kurang? Masakan kita mau menerima apa yang diajarkan
dari luar sementara di dalam Kristus kita sempurna! Sungguh inilah yang Rasul Paulus
ingin agar jemaat ketahui, bahwa bersama Yesus kita cukup. Tidak ada lagi
hal-hal yang dapat merusak dan mengendalikan kita selain Kristus.
Sekarang
apakah kita tetap mau setia mendengarkan suara Tuhan ketimbang suara manusia?
Apakah kita tetap pada pendirian kita bahwa hanya Kristus sajalah yang kita
dengarkan dan kita tetap setia beribadah mendengarkan firman Tuhan! Meskipun
mungkin keadaan kita sedang sulit, ekonomi kita sulit, rumah tangga kita sedang
dalam persoalan, kita sedang bergumul untuk pendidikan dan keperluaan anak-anak
kita! Atau mungkin anda sedang disakiti oleh orang lain dan anda tetap harus
memilih untuk setia mendengarkan Tuhan ketimbang ajaran-ajaran lain! Di sini
kita akan diuji dan dibentuk oleh Allah!
2.
Orang Percaya telah
Disunat (ay 11-12)
Kesadaran
yang kedua yang membuat kita akan terus berhati-hati adalah bahwa sesungguhnya setiap
orang percaya adalah orang yang telah di sunat! Sunat yang dimaksud
bukanlah sunat yang dilakukan oleh tangan manusia, tetapi sunat yang dilakukan oleh
Kristus terhadap kita. “Dalam Dia kamu
telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan
sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa”, (ay
11). Berdasarkan ayat ini maka sunat yang dimaksud adalah “penanggalan akan
tubuh yang berdosa”. Ini sama hal nya seperti sunat manusia yang memiliki arti;
memotong kulit khitan. Ada bagian dari tubuh manusia (dalam hal ini seorang
pria) yang dibuang, dipotong atau dipisahkan. Maka demikianlah juga dalam sunat
Kristus, Dia telah memotong, membuang dan memisahkan dosa dari hidup kita. Ia
telah membuang tubuh kita yang berdosa dan digantikan dengan hidup yang baru di
dalam Kristus.
Bagaimanakah
caranya Kristus menyunat kita semua? Yaitu dengan cara “kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut
dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah
membangkitkan Dia dari orang mati” (ay 12). Ternyata ketika Kristus mati
dan dikubur Ia juga membawa kita serta! Kenapa demikian? Karena sama
seperti Adam yang olehnya maka kita semua terjatuh kedalam dosa, maka oleh
Kristus pun kita beroleh kehidupan dan keselamatan melalui kematian dan
kebangkitan-Nya (Roma 5:12-21). Adam menjadi perwakilan kita dahulu ketika
terjatuh kedalam dosa, kini Kristus pun juga adalah perwakilan kita dihadapan
Allah Bapa ketika Ia menyelamatkan kita. Hingga kini kitapun terus ada di dalam
Kristus dan sampai selama-lamanya!
Oleh
karena kita semua telah disunat dalam arti kita telah dipisahkan dari dosa dan
penghukumannya, maka jangan lagi mau menerima ajaran-ajaran dan praktek-praktek
dunia ini. Jangan lagi mau disesatkan dengan berbagai macam ajaran, sebab anda
dan saya adalah orang-orang yang sudah ditebus dan berbeda dengan dunia ini.
Maka di sini terimalah saja apa yang Alkitab ajarkan dan jangan yang lain.
Jika anda
dan saya menyadari bahwa kita telah disunat oleh Kristus, maka hal pertama yang
nampak dalam kehidupan kita adalah perbedaan!
Apakah hidup kita berbeda dari mereka? Apakah kitapun memiliki ajaran yang berbeda?
Jika hidup dan ajaran kita masih sama, wah... maka ini tanda bahaya, dan saya
hanya bisa berkata; Bertobatlah! Sebab Kristus memanggil kita untuk serupa
dengan Dia dan bukan untuk serupa dengan dunia yang fana ini. Amin, Tuhan
memberkati!
By Pdt. Theos M. Purba, S.Th

Posting Komentar untuk "Hati-Hatilah...!"