Keilahian dan Kepribadian Roh Kudus
Roh Kudus adalah nama yang selalu disebutkan oleh orang Kristen dikala berdoa, menyembah, menyanyikan pujian, dan juga
merupakan
nama Seorang Pribadi, yang dicatat di dalam
Alkitab. Namun hari
ini kita dapat melihat di dalam Gereja, bahkan
sudah berlangsung dari beberapa ratus tahun yang lalu, lahirnya gerakan-gerakan
yang memanipulasi kebenaran Pribadi ketiga dari ‘Allah
Tritunggal’. Di
satu sisi (kekristenan arus utama) mengakui Roh Kudus itu adalah Pribadi,
namun juga disatu sisi yang lain, penolakan atas Pribadi Roh Kudus gencar
dilakukan oleh kaum non-Kristen. Ada yang menganggap bahwa Roh Kudus hanyalah sebatas
kekuatan atau kuasa. Ada juga yang berpikir bahwa Roh Kudus adalah hanya
sebatas utusan, maka tentu derajat-Nya lebih rendah dari Bapa dan Kristus. Melihat keadaan yang demikian, tentunya Gereja sudah
seharusnya memberikan penjelasan yang benar mengenai doktrin ini, dan kembali
kepada Alkitab melalui pembelajaran yang komprehensif.
Pembahasan mengenai Roh Kudus
merupakan jantung dari kekristenan. Karena siapakah yang memberikan pengertian
yang benar tuk kita menjalani hari-hari ini hingga Kristus datang kedua
kalinya? Siapakah yang menghibur kita didalam kehidupan ini? Siapakah yang
mencondongkan hati kita tuk mau datang dan
terus percaya kepada Kristus? Siapakah yang mengerjakan di dalam
diri kita keinginan dan hati yang lembut tuk datang dan bersujud menyembah Kristus? Jawabannya adalah hanya oleh Dia, Roh Kudus, yang adalah Allah.
Tentunya problematika dari pembahasan
Pribadi Roh Kudus berkatian erat dengan esensi-Nya
dan pekerjaan-Nya. Namun melihat maraknya orang-orang yang mengaku Kristen namun tidak mengerti dengan
jelas pekerjaan Roh Kudus dalam karya keselamatan, maka saya di
dalam tulisan kali ini akan memberikan penjelasan mengenai hal tersebut.
Seperti apakah Pribadi Roh Kudus? Hal inilah yang akan terlebih dahulu dijawab. Baru kemudian kita melihat
pekerjaan-Nya di dalam karya keselamatan dan bagaimana
hal
tersebut mempengaruhi kehidupan kita
selanjutnya! Bagaimana Dia bekerja memulihkan hidup kita dan membawa kita
berjumpa dengan Allah?
ROH KUDUS
Sebelum melihat pada pekerjaan khusus yang Roh Kudus
kerjakan di dalam karya keselamatan, perlu bagi penulis menjabarkan
secara singkat dan padat tentang siapakah
Roh Kudus itu terlebih dahulu, baru kita beralih pada pekerjaan-Nya dalam keselamatan umat-Nya.
Karena, kita
tidak dapat memungkiri bahwa saat ini begitu
banyak pemikiran yang tidak sesuai dengan Alkitab
mengenai pembahasan
tentang Roh Kudus, oleh sebab itu agar kita lebih memaknai karya-Nya
maka perlu pengenalan yang jelas mengenai Pribadi Roh Kudus itu sendiri.
Keilahian Roh Kudus
Keilahian
Roh Kudus hanya dapat kita lihat dari terang bukti Alkitab, tidak boleh dari
sumber yang lain. Sebab Roh Kudus dibicarakan di dalam Alkitab, dan Roh Kudus berkarya sesuai dengan apa yang dicatat di dalam
Alkitab. Beberapa bukti dari Alkitab mengenai keilahian-Nya, yang menyatakan bahwa Ia Allah.
ð Sifat-sifat-Nya
Roh Kudus: a) Mahatahu (1Kor 2:10-11) b) Mahahadir (Maz 139:7) c) Mahakuasa (Ayb 33:4) d) Kekal (Ibr 9:14), e) Mahasuci (1Pet 1:15-16).
ð Pekerjaan-Nya
Roh Kudus: a) Menciptakan (Kej
1:2) b) Mewahyukan Alkitab (2Tim 3:16) c) Menghibur (Yoh 14:16) d) Pengantara
(Rom 8:26) e) Menyucikan (2Tes 2:13) f) Menyadarkan (Ef 1:17-18).
Kepribadian Roh Kudus
Manusia disebut sebagai pribadi, karena ia memiliki rasio, emosi dan kehendak. Jika kita ingin mengetahui apakah Roh Kudus berkepribadian, maka perlu diketahui apakah Roh Kudus memiliki rasio, emosi dan kehendak seperti manusia? Dalam hal ini kita dapat melihat kepada atribut atau sifat-sifat yang Ia miliki dan beberapa hal lainnya yang berkaitan:
1.
Atribut
a.
Roh Kudus memiliki
hikmat atau pengetahuan (1Kor 2:10,11). Ia mengetahi segala sesuatu dan tidak
ada satupun yang dapat disembuyikan dihadapan-Nya, Roh Kudus mengetahui secara tepat dan cermat.
b. Roh Kudus berperasaan
(Ef 4:30). Didalam perasaan ada semacam kemampuan untuk memberi respon terhadap
sesuatu. Roh Kudus dapat didukakan karena Ia memiliki emosi.
c. Roh Kudus memiliki kehendak (1Kor 12:11, Kis 16:6). Roh Kudus memiliki kehendak keputusan.
2.
Sebutan Roh Kudus
a. Kata ganti orang dipakai
untuk menunjuk kepada Roh Kudus (Yoh
14:26, 16:13-14). Sekalipun istilah Yunani untuk roh itu netral, tapi didalam
dua ayat diatas, Yesus memakai kata ganti orang demonstratif “Dia” dalam bentuk
maskulin untuk Roh Kudus.
b. Roh Kudus dinamakan Penolong (Penghibur) (Yoh 14:16). Ini sama juga dengan sebutan Kristus (1Yoh 2:1), dan karena ini istilah kepada Kristus yang adalah Pribadi, demikian juga hal yang sama berlaku kepada Roh Kudus.
3. Melalui
pekerjaan-pekerjaan yang Ia lakukan seperti yang penulis sudah jabarkan secara
singkat di atas, maka ini menunjuk kepada satu pribadi, yakni Roh Kudus
yang bisa mengerjakan itu semua. Karena jika bukan pribadi, hal-hal yang di atas
tidak mungkin Ia kerjakan.
Sudah terlihat jelas bahwa Roh Kudus adalah Allah. Dia
adalah Pribadi. Dia adalah Pribadi, yang bukan sebatas kuasa atau dorongan.
Oleh karena itu, mari kita melihat karya-Nya
didalam keselamatan orang percaya.
(bersambung ke postingan
berikutnya).
Posting Komentar untuk "Peranan Roh Kudus dalam Karya Kesalamatan (1)"