Ketika seseorang ditemukan bersalah,
maka hal pertama yang akan dilakukan oleh banyak orang terhadap orang yang
bersangkutan adalah ia harus dihukum. Konsep ini bukan berasal dari pemikiran dunia,
tetapi konsep hukuman memang terdapat di dalam Perjanjian Lama, dan ini adalah
hukum yang Allah berikan dahulu kepada bangsa Israel, yaitu hukum Taurat. Berdasarkan
hukum Taurat, maka siapa yang melanggar ia harus dihukum sesuai dengan
pelanggarannya. Namun, Allah memberikan hukum Taurat ini bukanlah dengan tujuan
agar manusia dapat mentaatinya secara sempurna, melainkan justru untuk menunjukkan
ketidak mampuan manusia, agar setiap manusia menyadari bahwa mereka adalah
manusia yang tidak mampu melakukan apa yang Tuhan perintahkan. Dengan jalan ini
maka manusia mengenal dosa. Hal ini dengan jelas dikatakan oleh Paulus “Sebab tidak seorang pun yang dapat
dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru
oleh hukum Taurat orang mengenal dosa” (Roma 3:20).
Sekarang kita kembali kepada contoh
orang yang ditemukan bersalah. Ketika ia didapati bersalah, maka tidak ada hal
lain yang dapat membenarkan ia. Itu sebab tidak ada kekuatan yang sanggup
melepaskan orang tersebut dari hukuman. Namun, berkaitan dengan hal itu, ada
satu Pribadi yang bekerja untuk membenarkan orang yang sedemikian layaknya
untuk dihukum akibat kesalahannya. Siapakah Dia? Yesus Kristus nama-Nya! Dia
adalah Allah, yang membenarkan orang yang berdosa.
Manusia mungkin bisa berjuang untuk membenarkan hal-hal yang bersifat duniawi. Manusia mungkin bisa dengan tipu muslihat membenarkan orang yang salah, oleh karena uang suap. Namun, pembenaran yang demikian akan dihakimi oleh Allah dan tidak akan mendatangkan hal yang baik dikemudian hari. Namun, sebagai orang percaya, pembenaran yang Kristus lakukan atas kehidupan kita adalah pembenaran yang jauh melebihi apa yang ada didunia ini. Oleh karena itu, untuk lebih memahami apa itu pembenaran, kita akan melihat ada lima pertanyaan yang akan kita temukan jawabannya berdasarkan keterangan Alkitab, sekaligus juga menjadi penjelasan mengenai pembenaran yang Kristus lakukan atas hidup kita:
Apakah Pembenaran itu? (Rom 4:5-8)
Pertama, pembenaran adalah
tindakan anugerah. Kedua, ini hanya bisa dilakukan oleh Allah. Pembenaran
berdasarkan Roma 4:5-8 adalah tindakan mengampuni orang yang melanggar,
menutupi dosa dari seseorang, dan tidak memperhitungkan suatu pelanggaran. Serupa
dengan apa yang diucapkan oleh seorang teolog yaitu Arthur W. Pink, dia berkata
“Mau menolong orang yang baru tiga hari
yang lalu, menyakiti kita”. Dan diayat ke 5 dalam Roma 4 merupakan
perkataan yang secara implisit sama dengan perkataan Pink, yang berbunyi “Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja,
namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan
sebagai kebenaran”. Kita adalah orang yang “tidak bekerja” untuk dapat
dibenarkan dihadapan Allah, namun Yesus adalah Allah yang membenarkan kita yang
durhaka ini. Jadi, pembenaran adalah tindakan
Allah yang membuat kita jadi benar dan layak dihadapan-Nya.
Siapakah yang
membenarkan? (Rom 8:33)
Ini merupakan
pertanyaan yang jawabannya banyak terdapat kekeliruan. Tentu sebuah pernyataan
kita katakan keliru karena bertentangan dari apa yang Alkitab kumandangkan. Ada
banyak orang bahkan golongan-golongan Gereja tertentu yang jelas-jelas menunjukkan kekeliruan ini. Mereka berkata bahwa
kita baru layak dihadapan Allah jika disunat, dibaptis selam atau percik, dapat
berbahasa roh, memberikan perpuluhan, rajin berdoa, dsb. Dengan itu secara
terang-terangan mereka mengakui hal-hal tersebut berpengaruh terhadap benar
tidaknya mereka dihadapan Allah.
Ini merupakan
hal yang salah. Karena Alkitab berkata bahwa kita dibenarkan oleh Yesus Kristus
Tuhan kita. “Siapakah yang akan menggugat
orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan
menghukum mereka?” (Rom 8:33). Mutlak hanya Dia, tidak ada hal lain yang
menjadi tambahannya. Karena Roma 8:38-39 di sana diberitahukan bagaimana
jaminan yang Kristus berikan bagi kita, yang membuat anda dan saya tidak akan
pernah terlepas dari Allah. “Sebab aku
yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun
pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau
kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk
lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus
Yesus, Tuhan kita”.
Siapakah yang
dibenarkan? (Rom 3:23, 26)
Jika kita
melihat dua poin di atas, maka dapat ditemukan jawaban dari pertanyaan ketiga
ini adalah orang berdosa. Lagi-lagi, poin ini banyak dijawab seperti jawaban no
2 di atas. Banyak juga orang merasa dirinya benar dan layak, bahkan sampai
terjebak dalam konsep dunia, mereka berkata saya akan dibenarkan jika..., berbuat
ini dan itu! Sungguh ini merupakan pemahaman yang salah. Sekarang kita menjawab
pertanyaan ini lebih dalam lagi yakni orang yang dibenarkan adalah orang yang
berdosa, dan yang telah kehilangan kemuliaan Allah. Orang berdosa adalah orang
yang kehilangan kemuliaan Allah. Betapa hancurnya hidup kita ketika kemuliaan
Allah itu tiada lagi didalam hidup manusia. Ini disebut sebagai Gambar dan Rupa
Allah.
Sifat-sifat Allah yang sebelumnya ada di dalam diri manusia, sudah hancur dan tidak memuliakan Allah lagi. Sampai di sini orang akan berpikir pembenaran itu bagi semua orang, karena semua orang berdosa! Tidak, karena ayat ke 26 berkata “... bahwa Ia benar, dan juga membenarkan orang yang percaya kepada-Nya”. Dan orang yang percaya kepada-Nya adalah orang yang dipilih-Nya sebelum dunia dijadikan (Ef 1:4), orang yang diberikan oleh Bapa kepada Kristus (Yoh 6:36), orang yang ditarik Bapa untuk datang pada Kristus (44), dan yang kepada orang tersebut dikaruniakan untuk datang kepada Kristus (65). Dengan itu, maka orang yang dibenarkan adalah umat pilihan-Nya yang dimana Ia datang untuk mereka (Mat 1:23).
Dibenarkan
dari apakah? (KPR 13:39)
a. Dari
Dosa. Kita dibenarkan dari dosa. Seperti yang Roma 4:7 katakan bahwa pembenaran
itu adalah yang dosa-dosanya tidak diperhitungkan. Ini merupakan tindakan
anugerah dari Allah. Betapa hancurnya hidup kita ketika kita di dalam dosa, tetapi
setelah Kristus datang kedalam dunia dan menebus kita, maka kita kembali
bersekutu dengan Allah. Ini sama seperti perumpamaan yang indah dari seorang
anak bungsu yang pergi meninggalkan Ayahnya. Dan dosa membuat kita hidup dalam
perseteruan dengan Allah. Dari keadaan yang demikianlah kita dibenarkan oleh
Yesus Kristus oleh darah-Nya yang mahal.
b. Dari
kutuk Hukum Taurat
Kristus
telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena
kita, sebab ada tertulis:
"Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” (Gal 3:13). Kita
ditebus dari kutuk hukum Taurat, dan kutuk hukum Taurat adalah maut (Rom 6:23).
Hasil
Pembenaran (Rom 5:1)
Kini, setelah
kita melihat bagaimana proses pembenaran, siapa yang dibenarkan dan yang
membenarkan, serta apa itu pembenaran, sekarang mari kita melihat buah atau
hasil dari pembenaran yang Kristus lakukan atas umat-Nya itu, sehingga kita
akan lebih bersyukur kepada Allah atas anugerah-Nya. Roma 5:1 mencatat bahwa hasil
dari pembenaran itu adalah hidup dalam damai sejahtera dengan Allah. Ada dua
makna dari ayat ini, pertama; bahwa kita berdamai dengan Allah yang dimana
Kristus sebagai pemuas tuntutan keadilan Allah. Kedua, didunia dan disurga,
kita hidup dalam damai sejahtera bersama-sama dengan Allah yang telah
membenarkan kita dari segala dosa kita.
Pembenaran yang Kristus lakukan atas hidup kita tidak dapat kita bayangkan dengan apapun, karena ini merupakan tindakan anugerah yang menyelamatkan. Pembenaran menghasilkan pendamaian. Dan yang perlu ditekankan, bahwa pembenaran dan hasil pembenaran ini bersifat kekal dan tidak ada yang dapat menggugatnya. Selama-lamanya kita akan tetap benar dihadapan Allah oleh Tuhan kita Yesus Kristus. Oleh karena itu hiduplah sebagai orang yang berpadanan dengan status kita sebagai orang yang telah dibenarkan dan penuh damai sejahtera. Amin.

Posting Komentar untuk "Arti Pembenaran di dalam Alkitab"