Sebuah intro!
Pada hari Sabtu, 26 September 2015 blog Bible & Life saya ini dibuat dan sampai saat ini 22 Februari 2020! Sungguh saya tidak menyangka akan bertahan hingga saat ini menulis secara rutin di blog selama 6 tahun, oleh karena beberapa alasan yang menurut saya sangat mempengaruhi. Beberapa diantaranya adalah oleh karena selama masa itu ada saat di mana saya harus menyelesaikan studi teologi saya yang menuntut banyak waktu, ada kalanya saya harus berfokus pada tanggung jawab dalam dunia nyata, ada kalanya dahulu sebagai mahasiswa tidak memiliki sarana yang mencukupi untuk bisa terkoneksi ke internet, ada saat nya juga saya harus turun ke lapangan pelayanan yang notabene lokasi pelayanan saya tersebut tidak mendukung koneksi internet dan yang terakhir menurut saya yang paling penting adalah: saya tidak menyangka akan terus serutin ini menulis sementara sudah tidak bergelut dalam dunia akademik seperti ketika sediakala blog ini di buat.
Malam ini saya mencoba untuk membuka ikhtisar statistik blog saya ini sejak 2015 hingga 2020, dan ternyata saya cukup terkagum dibuatnya! Bagaimana tidak? Saya yang hanya komitmen menulis blog satu kali dalam satu minggu ternyata hingga saat ini sudah mencapai 4,261 kali penayangan. Itu artinya sudah hampir 4000 kali blog saya ini di baca oleh banyak orang. Emm... sekalipun jika dibandingkan dengan blog yang lainnya, tentu blog saya ini tidak sebanding, namun bagi saya pribadi ini adalah hal yang luar biasa! Saya seorang pelayan Tuhan yang penuh dengan aktivitas pelayanan, dengan berkomitmen memposting tulisan satu kali dalam satu minggu, ternyata bisa bertahan dan konsisten hingga saat ini.
Saya akui bahwa di tahun 2017 saya sempat agak kurang memposting tulisan! Jujur ya teman-teman, di tahun tersebut adalah tahun yang penuh dengan pergumulan. Dimana saaat itu saya baru saja turun lapangan ke Kalimantan Barat untuk merintis sebuah sidang jemaat yang saat ini saya pimpin. Tentu masa-masa yang demikian menuntut begitu banyak waktu, tenaga dan konsentrasi. Sehingga menyebabkan saya agak kurang menulis dan berfokus pada kegiatan nyata sehari-harinya.
Tetapi ini merupakah hal yang biasa ya teman-teman! Ada kalanya dimana kita harus turun agak ke bawah supaya kita belajar untuk lebih berjuang. Juga ada saatnya dimana kita di bawa Tuhan untuk naik ke atas agar kita lebih banyak bersyukur dan tetap rendah hati. Demikianpun hal nya dengan mengelola sebuah blog pribadi, ada kalanya semua hal tersebut menimpa. Tetapi ketika semua hal tersebut di lalui, kita akan tersenyum bangga saat ini jika kita mengevaluasinya! Seperti yang saya alami malam ini, dengan santai saya menghabiskan waktu sisa malam saya sebelum saya terlelap tidur dan terbangun besok dengan tugas pelayanan yang menumpuk (esok adalah hari Minggu, 23 Feb 2020). Saya cukup bangga dengan Tuhan yang memimpin saya untuk tetap bertahan menulis! Sekalipun beberapa kali sempat fakum, tetapi terus saja timbul niat untuk menulis lagi.
Apa sih untungnya menulis blog?
Nah, ini menarik sekali! Jadi begini teman-teman. Dahulu saya membuat blog ini dalam konteks saya masih mahasiswa teologi, saya masih aktiv sekali dalam kegiatan akademik perkampusan, saya masih begitu agresif dalam membaca dan menelaah banyak buku, masih "liar dalam berpikir dan berteologi", masih giat menulis paper/makalah bahkan skripsi. Tetapi sekarang? Kenapa kok masih mau sih, emang apa untungnya???
Pertama: Wadah untuk bercerita dan berbagai!
Orang sering katakan 'curhat'! Yah, mungkin demikianlah bahasa melankolisnya ya. Sekalipun hampir 70% blog saya ini berisi tentang perenungan Alkitab dan Teologi. Adapun sajak puisi dan sharing pribadi my daily, tetapi tetap yang menjadi fokus adalah perenungan Alkitab dan Kehidupan. Yah, namun secara pribadi bagi saya, menulis blog adalah wadah untuk kita bercerita dan berbagai. Bercerita ketika apa yang kita pikir, rasa dan alami di tuangkan dalam sebuah karya tulis. Berbagai ketika apa yang sudah kita tuangkan dalam sebuah tulisan dapat di baca oleh banyak orang. Itulah blog!
Kedua: Melatih diri agar tetap berpikir dan merasa dengan sistematis
Ini merupakan alasan yang sering saya ucapkan kepada beberapa teman-teman sepelayanan saya yang saya anjurkan untuk membuat blog. Saya sering katakan bahwa menulis adalah sarana untuk melatih diri kita agar tetap berpikir sistematis dan merasa pun sistematis. Menjadi sistematis adalah hal yang diingini oleh banyak orang, termasuk para pelayan Tuhan. Jika tidak sistematis maka orang lain akan kesulitan untuk menemukan benang merah dari hidup kita! Termasuk dalam menulis blog ini. Menulis harus mengikuti koridor umum seperti: pendahuluan, isi dan penutup. Demikianpun hidup kita selalu di warnai pendahuluan, isi dan penutup! Dalam pelayanan, pekerjaan dan bersosial.
Ketiga: Mendapatkan ketenangan tersendiri!
Hampir di pastikan bahwa ketika saya menulis blog, jarang tanpa ditemani musik rohani. Instumental selalu terdengar dengan lembut dan mulailah jari jemari saya mengetik kata demi kata yang terangkai menjadi sebuah karya tulis yang sederhana. Entah mengapa, bagi saya menulis blog membuat saya mengalami ketenangan tersendiri. Seperti ada hal yang sudah berhasil saya ekspresikan! Nah, ini dia teman-teman. Ini seperti ketika seorang pria muda begitu sesak menahan rindu kepada kekasihnya yang berpisah cukup lama, ketika berjumpa dan mencurahkan semua isi hatinya, langsung ia mengalami sebuah kebahagiaan tersendiri! Demikianpun dengan menulis blog bagi saya. Dengan menulis dan menceritakan apa yang saya pikir, alami dan rasa, ini membuat hati saya penuh dengan sukacita! Sekali lagi saya ingin mengatakannya; seperti ada yang berhasil saya ekspresikan!
Keempat: Panggilan Tuhan
Wah... alasan terakhir yang paling tinggi bagi saya adalah; panggilan Tuhan. Menulis adalah sebuah panggilan! Tidak semua sih ya dapat menulis? Iya benar, saya setuju. Sebab Tuhan juga memanggil orang untuk melayani Dia dalam banyak cara dan jenisnya. Itu sebab kita dapat melihat begitu banyak para pelayan Tuhan yang tak nampak wajahnya tetapi begitu nyata hasil karyanya melalui buku-buku yang mereka tulis! Bahkan banyak yang tetap terjaga hingga saat ini, seperti karya-karya John Calvin, Martin Luther, Herman Bavinck, William G.T Shedd, Jonathan Edwards, dan yang lebih terkini, John Piper, John Frime, dan masih banyak penulis teologi lainnya. Wah, apakah saya juga sama seperti mereka? Minimal, kita meninggalkan sedikit goresan teologis kepada anak cucu kita kelak! Itu saja.
Jadi, anda belum punya blog sampai saat ini? Tertarik ingin membuat! Anda bisa belajar di google bagai mana caranya membuat dan mengelola sebuah blog dari Blogger atau Wordpress dsb.
By. Theos M. Purba, S.Th

Posting Komentar untuk "Menulis Blog"