“Jika iman itu tidak disertai
perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati”, ay 17.
(Yakobus 2:14-26)
I. Sepertinya ada Pertentangan
antara Iman dan Perbuatan
Sepertinya ada pertentangan antara iman dan
perbuatan, antara ajaran Rasul Paulus dan ajaran Rasul Yakobus! Jika kita sudah
pernah membaca surat-surat Rasul Paulus, maka kita akan melihat bahwa
kelihatannya bagian surat Yakobus ini bertentangan dengan banyak bagian
surat-surat Rasul Paulus. Mari kita lihat beberapa contohnya: “Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan
karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat”, (Rom 3:28)
sementara Yakobus berkata “Jadi kamu
lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya
karena iman” (ay 24). Satu contoh lagi, Rasul Paulus berkata “Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan
karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat. (Rom 3:28) tetapi
Rasul Yakobus berkata “Bukankah Abraham,
bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan
Ishak, anaknya, di atas mezbah?”.
Bagian surat Yakobus ini menyebabkan adanya
beberapa tokoh Kristen yang merendahkan surat Yakobus ini (seperti Martin
Luther dan Philip Melancthon). Sekarang bagaimanakah kita dapat mengerti maksud
dari kedua ajaran ini? Yang dimana kedua hal ini adalah dua hal yang sama-sama
diajarkan oleh Alkitab?
Ada beberapa hal yang harus dimengerti agar kita
dapat memahami maksud dari kedua Rasul tersebut:
1.
Adanya perbedaan tujuan. Paulus menuliskan suratnya untuk orang-orang
yang terpengaruh oleh ajaran Yahudi yang menekankan keselamatan karena
perbuatan baik (Kis 15:1-2). Karena itu Paulus justru menekankan habis-habisan
bahwa hanya imanlah yang menyebabkan kita diselamatkan (Gal 2:16,21 Ef 2:8-9). Tetapi Yakobus menulis kepada
orang-orang yang sekalipun mengaku sebagai orang Kristen, tetapi hidupnya sama
sekali tidak mirip hidup Kristen. Karena itu ia justru menekankan perbuatan
baik.
2.
Adanya perbedaan penggunaan istilah.
a.
Istilah
‘pekerjaan / perbuatan baik’. Kalau Paulus menggunakan istilah ini maka ia
memaksudkannya sebagai 'sesuatu yang digunakan untuk menyelamatkan diri kita'.
Karena itu maka ia berkata bahwa perbuatan baik tidak diperlukan (yang
menyebabkan kita selamat hanyalah iman!). Tetapi kalau Yakobus menggunakan
istilah ini, ia memaksudkannya sebagai 'akibat/hasil dari keselamatan'. Karena
itu ia mengatakan bahwa perbuatan baik harus ada dalam diri orang Kristen.
b.
Istilah ‘iman
/ percaya’. Kalau Paulus menggunakan istilah ini, maka ia menunjuk pada 'iman
kepada Yesus Kristus'. Tetapi kalau Yakobus menggunakan istilah ini, maka ia
memaksudkan ‘pengakuan percaya dengan mulut’
Dalam Yak 2:14-26 ini Yakobus punya satu tujuan
pengajaran: pengakuan percaya tidak bisa dipisahkan dari perbuatan baik.
Sebaliknya pengakuan percaya harus dibuktikan kebenarannya melalui perbuatan
baik. Mungkin ia menuliskan bagian ini untuk memberi keseimbangan terhadap keselamatan
oleh iman yang diajarkan oleh Paulus. Kemungkinan yang lain adalah: ia
menuliskan ini untuk memberi keseimbangan terhadap tulisannya sendiri tentang
‘hukum yang memerdekakan’ (Yak 1:25
2:12). Dengan demikian secara keseluruhan ia mengajarkan bahwa sekalipun
orang kristen sudah dimerdekakan dari dosa oleh iman kepada Kristus, itu tidak
boleh diartikan bahwa orang Kristen lalu merdeka untuk berbuat dosa!
II) Iman / pengakuan tanpa perbuatan
1. Yakobus berkata bahwa ‘iman / pengakuan percaya tanpa perbuatan’ tidak
menyelamatkan (ay 14). Untuk ini ia memberikan suatu illustrasi dalam ay 15-16.
a) Ay 15:
kata-kata ‘seorang saudara atau saudari tidak mempunyai ...’ jelas menunjuk
pada orang kristen yang miskin. Ini menunjukkan bahwa Yakobus percaya bahwa
orang kristen bisa saja menjadi miskin. Dan ini lagi-lagi menunjukkan bahwa
ajaran Theologia Kemakmuran tidak sesuai dengan Kitab Suci!
b) Ay 16:
ini menunjukkan orang yang hanya ngomong tok tetapi tidak melakukan apa-apa.
Ini sama sekali tidak ada gunanya. Demikian juga dengan orang yang cuma mengaku
percaya (ngomong tok), tetapi tidak mempunyai perbuatan baik.
2. Yakobus juga berkata bahwa iman seperti itu adalah mati / kosong (ay
17,20,26). Ini tidak berarti bahwa mula-mula imannya ada / hidup, lalu menjadi
mati. Artinya adalah bahwa pengakuan orang itu adalah pengakuan yang kosong,
dan ini jelas menunjukkan bahwa orang itu sebetulnya sama sekali tidak
mempunyai iman! Karena itu imannya tidak bisa ditunjukkan (ay 18).
3. Yakobus menyamakan iman seperti itu dengan ‘imannya setan’ (ay 19)! Kepercayaan
terhadap adanya satu Allah adalah kepercayaan yang benar. Tetapi bagi setan,
kepercayaannya akan adanya satu Allah itu sama sekali tidak menghasilkan hidup
yang benar!
Kalau seseorang mengaku percaya, tetapi tidak ada
perbuatan baik dalam hidupnya, maka ia sebetulnya bukan orang Kristen! Sekarang
bagaimana dengan saudara? Apakah ada perubahan hidup ke arah yang positif dalam
diri saudara? Apakah saudara berusaha untuk bisa hidup lebih suci? Apakah
saudara membenci dosa dan berusaha membuangnya dari hidup saudara?
III.
Orang yang membuktikan Iman dengan Perbuatan Baik
- Abraham. Sekalipun Rasul Yakobus berkata bahwa Abraham dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya ketika ia mempersembahkan Ishak, ini tidak boleh diartikan seakan-akan Abraham dibenarkan karena ia mempersembahkan Ishak anaknya. Karena jelas bahwa Abraham dibenarkan oleh Allah karena iman (Kej 15:6). Pembenaran ini telah terjadi dalam Kejadian 15:6 yang terjadi kurang lebih 30 tahun sebelum Abraham mempersembahkan Ishak (Kej 22). Tindakan Abraham ini adalah bukti dari iman Abraham, “Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak”. (Ibrani 11:17-19)
- Rahab. Rahab adalah seorang pelacur, orang kafir yang tidak percaya pada Allah Israel. Tetapi dengan menolong pengintai yang diutus oleh Musa maka Allah mengasihani ia. Ini membuktikan siapapun saudara, asal anda beriman dengan sungguh-sungguh, maka anda pun pasti dibenarkan.
Apakah iman saudara sudah terbukti dengan adanya
perbuatan-perbuatan baik? Kalau sudah, puji Tuhan, saudara adalah orang Kristen
sejati. Teruslah berusaha untuk menyucikan diri saudara. Kalau belum, sadarilah
bahwa saudara harus datang kepada Kristus dan bertobatlah!
by. Pdt. Theos M. Purba, S.Th

Posting Komentar untuk "Iman Tanpa Perbuatan adalah Iman yang Mati"