zmedia

Allah Tempat Perlindungan




“Allah yang abadi adalah tempat perlindunganmu, dan di bawahmu ada lengan-lengan yang kekal. Ia mengusir musuh dari depanmu dan berfirman: Punahkanlah!” (Ulangan 33:27)

Tempat perlindungan! Ketika mengucapkan kalimat ini maka yang muncul seketika di dalam pikiran saya ialah ‘rumah’. Di dalam dunia ini tidak ada manusia yang merasa tidak memerlukan rumah. Setiap orang pasti ingin tinggal di dalam rumah dan berjuang untuk membangun rumah. Sepasang kekasih yang baru saja menikah akan berusaha semaksimal mungkin agar segera memiliki rumah sendiri. Keluarga yang selama ini masih mengontrak rumah pasti berjuang juga agar memiliki rumah sendiri. Bahkan dapat dipastikan bahwa setiap manusia dimulai dari rumah dan kembali kerumah! Ini menunjukkan betapa pentingnya rumah bagi kita sebagai manusia.

Ketika Allah disebut sebagai tempat perlindungan, maka di sini kita juga dapat menggambarkan Allah sebagai rumah bagi kita. Allah adalah rumah bagi kita sebab dikatakan bahwa “Allah yang abadi adalah tempat perlindunganmu”. Bagaimanakah kita dapat mempelajari hal ini? Apakah artinya Allah menjadi rumah bagi kita orang percaya? Mari kita perhatikan poin demi poin di bawah ini:

  1. Di dalam Rumah kita merasa Aman, demikianpun kita di dalam Allah! (Mazmur 62:1-2)
Ketika kita berada didalam rumah maka hal pertama yang akan kita rasakan ialah kita merasa sangat-sangat aman! Kita merasa tidak ada gangguan dari apapun, sebab kita berada ditempat kita sendiri. Kita tahu lingkungan rumah dan apa yang ada di dalam rumah kita sendiri. Gangguan dari luar tidak akan menerpa kita, seperti hujan, terik matahari, angin kencang, suara ribut dan hiruk pikuk dunia. Kita merasa sangat bahagia sekali ketika sampai dirumah dan beristirahat.

Mazmur berkata Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. (Mzm 62:1-2). Manusia memerlukan ketenangan! Sebab di dunia ini ada begitu banyak hal yang membuat kita gelisah dan tidak dapat mengontrol diri kita. Soal keperluan, soal pekerjaan, soal keuangan, soal pendidikan, soal masa depan dan soal keluarga, dsb. Semua persoalan tersebut tidak akan cukup jikalau kita ingin mendaftarkan nya disini, tetapi ketahuilah bahwa di atas semua persoalan tersebut Allah adalah rumah bagi anda, agar anda bisa mendapatkan ketenangan! Sebab dengan ketenanganlah maka kita akan bisa berpikir baik dan berdoa kepada Allah untuk menemukan kehendak-Nya. Juga ada hal yang harus kita ingat di sini, bahwa ketenangan yang Allah berikan adalah ketenangan yang sejati. Bukan ketenangan yang seperti dunia tawarkan kepada kita. Dunia menawarkan minuman keras, diskotik, narkoba, uang, kedudukan dan berhala agar bisa mencapai ketenangan! Tetapi itu semua adalah membawa engkau kepada kebinasan yang kekal. Hanya ketenangan dari Allah sajalah yang kekal, sebab Tuhan Yesus pernah berkata “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu”. (Yoh 14:27). Jadi, jangan pernah kuatir tentang apapun juga, sebab Allah adalah Rumah bagi anda dan saya. Maka... tenanglah!

  1. Rumah adalah Tempat Peristirahatan kita!
“Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku. Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya!” (Mzm 131:2-3). Orang yang memerlukan istirahat adalah orang yang lelah. Jikalau pekerjaan melelahkan anda, maka beristirahatlah. Jikalau perbuatan orang lain membuat anda merasa lelah, maka beristirahatlah. Jikalau tekanan begitu banyak menimpa anda, maka beristirahatlah! Apakah arti dari kalimat ini? Jikalau kita merasa begitu lelah menjalani hidup ini, mungkin kita rasa ada begitu banyak kekacauan datang atau ada begitu banyak tanggung jawab yang membuat anda bekerja terlalu keras, maka datanglah pada kaki Tuhan Yesus dan tersungkurlah. Beristirahatlah didalam Allah, sebab Dia adalah rumah bagi anda. Sama hal nya ketika kita begitu lelah dan pulang ke rumah untuk beristirahat!

  1. Rumah adalah hal yang selalu kita Rindukan, demikianpun kita merindukan Allah senantiasa (Mazmur 42:2-3)
Saya adalah orang yang selalu rindu kepada rumah! Jikalau berpergian beberapa hari meninggalkan rumah, maka saya akan sangat cepat merindukan untuk pulang kembali dan berkumpul bersama keluarga. Tentu ini adalah sifat umum semua manusia. Kenapa? Karena dirumahlah kita dapat merasakan keamanan, tempat peristirahatan, berkumpul bersama keluarga, canda dan tawa pun terukir indah di dalam rumah. Itulah sebabnya kita sebagai manusia normal pastinya merindukan rumah kita masing-masing.

Tetapi pernahkah kita merindukan Allah yang adalah rumah juga bagi kita? Bahkan Ia adalah rumah yang kekal selama-lamanya! Atau apakah kita malah justru lebih merindukan manusia dan apa yang ada didalam dunia ini. Siapakah yang paling kita rindukan di dunia ini? Mari kita simak ucapan pemazmur yang sangat indah ini “Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?” (Mzm 42:1-2). Pemazmur justru merindukan Allah dalam hidupnya. Seperti rusa yang kehausan merindukan sungai yang berair, demikianpun kita yang merindukan Allah. Seharusnya kita merindukan kebersamaan dengan-Nya, merindukan untuk memuji dan menyembah Dia! Inilah yang menjadi sumber kehidupan setiap orang Kristen.

  1. Demi Rumah kita pergi untuk bekerja, demikianlah kita harus bekerja untuk Allah!
Pagi hingga menjelang malam kita bekerja diluar demi apa yang ada dirumah. Seorang kepala rumah tangga akan rela pergi pagi dan pulang malam demi mencukupi keperluaan orang yang ada dirumah. Kita tidak akan rela membiarkan apa yang ada dirumah terlantar! Di rumah ada keluarga kita, ada harta kita, ada barang yang kita sayang, dsb. Inilah perasaan kita yang terakhir terhadap rumah; yaitu kita rela berkorban demi rumah.

Sekarang bagaimana jikalau hal serupa kita gambarkan terhadap Allah? Apakah kita mau bekerja dengan setia dan kerja keras demi Allah? Apakah saudara dan saya mau bekerja untuk pekerjaan Tuhan dengan setia! Ya, tentunya untuk itulah kita dipanggil oleh Tuhan yaitu untuk mengerjakan apa yang Allah inginkan agar dengan demikian nama Tuhan ditinggikan.

by. Pdt. Theos M. Purba, S.Th

Posting Komentar untuk "Allah Tempat Perlindungan"