Ketika
Daud mengatakan ‘TUHAN adalah gembalaku’,
ini bukanlah ungkapan isapan jempol alias sebuah lelucon dari Daud. Seolah-olah
Daud sama sekali tidak pernah merasakan Allah yang demikian atau ini hanya
sebuah kata-kata penghiburan untuk menyenangkan hati nya di kala ia sedang
dalam beban yang berat. Tetapi ketika Daud mengatakan Tuhan adalah gembalaku,
sesungguhnya ia sudah merasakannya dan akan selalu merasakannya! Mengapa Daud
menggunakan kata ‘gembala’ kepada Allah? Karena Daud adalah orang yang paling
tahu bagaimana rasanya menjadi gembala, sebab ia dahulu ketika masih muda
adalah seorang gembala kambing domba. Itu ia ungkapkan ketika Saul meragukan
ketangguhan Daud yang masih muda untuk menghadapi raksasa Filistin yakni Goliat
dalam pertempuran. Daud berkata “Tetapi
Daud berkata kepada Saul: "Hambamu ini biasa menggembalakan kambing
domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor
domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba
itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku
menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya” (1 Samuel
17:34-35).
Hal
yang paling terutama dan saya rasa satu-satunya yang bisa di simpulkan dari
kata gembala adalah: Seorang gembala bertanggung jawab atas
kawanannya! Jika seorang
gembala tidak bertanggung jawab atas kawanannya maka ia tidak layak di sebut
gembala. Ia bertanggung jawab atas kehidupan dan keperluannya. Gembala
bertanggung jawab atas dombanya baik dalam keadaan sehat atau pun sakit, dalam
keadaan tentram maupun dalam keadaan bahaya. Sama seperti Daud yang rela
bertaruh nyawa demi menyelamatkan kambing domba ayahnya yang diterkam oleh
seekor singa atau beruang. Maka di sini dapat kita lihat bahwa hidup domba atau
kawanannya ada di pundak gembala. Gembala di atas yang mengatur dan domba
di bawah yang menerima. Demikianlah yang
Daud rasakan dalam hidupnya, bahwa Allah bertanggung jawab mutlak atas hidup
Daud. Ia yakin bahwa Allah ada bersama Dia, Allah di atas mengatur hidup nya.
Daud tidak perlu kuatir atas apapun dalam hidup ini sebab Allah bertanggung
jawab atas kehidupan Daud! ‘Oh... betapa indahnya hidup ini jika ada orang yang
mau bertanggung jawab atas kehidupan kita! Dia adalah Allah Tuhan kita”.
Betapa kita sering tidak sadar bahwa ada TUHAN yang mengembalakan kehidupan kita setiap hari. Lupakah kita bahwa Dia dulu pernah mengutus Anak-Nya yang tunggal demi mencari kita domba yang tersesat ini! “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh 3:16) Lupa kah kita bahwa Dia telah mencurahkan darah-Nya di Kalvari demi membawa kita kembali ke pangkuan-Nya sebagai Gembala yang agung? “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;” (Yoh 10:11) Tentu kita jangan sampai lupa hal itu, sebab demikianlah Allah telah menjadi Gembala kita sampai sekarang ini dan sampai selama-lamanya. Di bawah ini ada dua bentuk dari wujud Allah bertanggung jawab atas kehidupan kita:
1. Allah tidak akan membiarkan kita Kekurangan (ayt 1-3)
Sebagai Gembala, Allah tidak akan membiarkan kita kekurangan. Ini di akui oleh Daud ‘takkan kekurangan aku’. Banyak orang salah mengerti tentang hal ini. Mereka kira dengan demikian maka orang Kristen tidak akan pernah kekurangan beras di rumah! Tidak akan pernah mengalami sakit penyakit! Tidak boleh menderita dan susah! Ini adalah anggapan yang salah. Justru Daud ketika menuliskan Mazmurnya ini ia dalam keadaan yang sulit, sebab ia harus menghadapi anak nya sendiri yang ingin menggulingkan tahta kerajaannya! Ia bahkan sampai merasa bahwa Allah telah meninggalkan dia (Mzm 22:2). Tetapi ia dapat berkata bahwa ‘takkan kekurangan aku’. Ini artinya bahwa Allah tidak akan membiarkan Daud sampai jatuh tergeletak, sebab Allah bertanggung jawab. Allah tidak akan membiarkan kita sampai kekurangan dan putus asa, sampai lemah dan terjatuh, sampai miskin dan tak berpengharapan, sampai di bawah lalu tidak bisa naik! Tidak sama sekali. Bukankah sudah terbukti selama ini? Buktinya anda masih bisa hidup dan menikmati semua yang ada! Sebab kenapa?
Sebab Allah akan selalu menyegarkan jiwa kita! Jiwa kita akan selalu segar dan akan terus berharap kepada Allah yang hidup. Mengapa bisa segar? Karena kita di baringkan di padang yang berumput hijau dan di bimbing ke air yang tenang. Ketika membaca ayat ini, hendaklah kita jangan langsung tertuju pada hal materi terlebih dahulu karena tidak di katakan secara langsung seperti itu. Ya, memang domba makanannya rumput hijau dan minuman nya air yang segar, tetapi sebelum ke sana bukankah seharusnya jiwa kita yang segar terlebih dahulu ketika melihat rumput hijau dan minuman itu! Jiwa kita akan bahagia! Hati kita akan bersuka cita! Inilah rahasia hidup orang percaya, dimana Allah bekerja di dalam hati mu baru kemudian mencukupi keperluan mu. Sebab ketika hati atau jiwa mu sudah bahagia maka semua akan kita kerjakan dengan sukacita, maka ini akan menjadi jalan di mana engkau akan menerima berkat-berkat makanan dan minuman tersebut. Jadi yang di maksud dengan takkan kekurangan adalah: jiwa mu tak akan kehilangan sukacita karena itulah yang akan menjadi kekuatan mu untuk menerima berkat-Nya".
2. Allah melindungi kita dari Bahaya (ayt 4-5)
Ayat 4 berkata “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku”. Lembah adalah lubang yang dalam, maka ketika kita terjatuh saya rasa kemungkinan kita tidak akan bisa bangkit lagi, apalagi jika lembah itu adalah lembah kekelaman? Wow... sunguh menakutkan sekali! Ini di ungkapkan oleh Daud untuk menggambarkan bagaimana kelamnya kenyataan yang sering kali menimpa kita. Ketika kenyataan tidak sesuai dengan harapan, ketika banyak orang yang mungkin menyakiti dan menyerang, ketika pekerjaan kita tidak menghasilkan justru mengecewakan, dan kita ada dalam masa yang suram; tahukah engkau? Bahwa Allah ada di situ dan melindungi engkau dari bahaya! Betapa banyaknya bahaya yang dapat menimpa kita setiap hari tetapi Allah melindungi kita, tanpa kita sadari! Bagaikan seorang ayah yang sedang berjuang untuk mengelakkan mobilnya dari tabrakan yang mengerikan sementara anak-anaknya sedang tertidur lelap di belakang! Ini adalah pemeliharaan Allah atas kehidupan kita anak-anak-Nya.
Maka di sini hendaklah yang nampak dalam hidup kita adalah kepercayaan kepada Allah dan bukan sebaliknya, menjadi takut! Daud katakan “aku tidak takut bahaya”, sebab Allah beserta dia. Apakah Allah beserta kita juga? Tentunya beserta dengan kita karena Ia adalah Immanuel, Yesus Kristus Tuhan kita yang selalu beserta kita sampai selama-lamanya. Bahkan jika seandainya ada orang yang tidak suka terhadap kita dan berniat jahat, percayalah bahwa Allah akan membela kita. Tidak perlu membalas kejahatannya tetapi kita akan menonton saja, bagaimana Allah beperkara atas dia dan TUHAN akan menyediakan hidangan bagi kita di hadapan mereka semua, Allah akan mempromosikan anda lebih tinggi dari mereka. Oh... sungguh malangnya orang-orang yang membenci anak-anak Tuhan sebab Allah Gembala nya akan membela mereka umat kepunyaan-Nya. Darah Kristus akan tetap membalut kita dari semua serangan dan bahaya. Tidak ada apapun dalam dunia ini yang sunggup memisahkan kita dari kuasa Allah
Maka sekarang kekurangan apa yang engkau alami? Bahaya apa yang sedang menimpa mu? Percayalah bahwa Allah adalah Gembala mu yang tidak akan pernah meninggalkan engkau, Dia akan tetap bertanggung jawab atas kehidupan dan keperluaan kita semua! Hanya hendaklah engkau percaya karena akan terjadi sesuai dengan apa yang engkau percayai. Amin



Posting Komentar untuk "Tuhan adalah Gembala Ku"