13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.
14 Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga."
15 Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ
Shalom, saudara-saudari! Dalam artikel kali ini, kita akan
membahas pesan yang luar biasa dari Matius 19:13-15. Pesan ini mengajarkan
kita tentang pentingnya menghargai kehadiran anak-anak dalam hidup kita sebagai
orang Kristen, serta pelajaran kasih dan penerimaan yang diberikan oleh Yesus
kepada mereka.
Anak-Anak
dalam Kerajaan Sorga
Kisah ini bermula ketika orang-orang membawa anak-anak ke
hadapan Yesus. Mereka ingin Yesus meletakkan tangan-Nya atas anak-anak tersebut
dan berdoa untuk mereka. Tapi, para murid-Nya mencoba menghalang-halangi
mereka. Mereka mungkin mengira bahwa anak-anak bukanlah hal yang penting dalam
konteks kerajaan surgawi.
Namun, Yesus memiliki pandangan yang berbeda. Ia dengan tegas
berkata, "Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku dan jangan
menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti inilah yang empunya
Kerajaan Sorga."
Pernyataan ini mengajarkan kita bahwa anak-anak adalah sangat berharga di mata Allah. Mereka adalah bagian dari kerajaan-Nya, dan kita, sebagai orang percaya, harus menerima mereka dengan tangan terbuka.
Kasih dan
Penerimaan
Kita bisa belajar banyak tentang kasih dan penerimaan dari
sikap Yesus terhadap anak-anak. Ketika Yesus meletakkan tangan-Nya atas mereka,
Ia tidak hanya mengatakan bahwa anak-anak itu penting, tetapi juga menunjukkan
kasih-Nya kepada mereka.
Dalam teks aslinya yaitu bahasa Yunani, kata yang digunakan
untuk "meletakkan tangan" dalam teks ini adalah "ἐπιθεῖναι τὰς
χεῖρας" (epitheinai tas cheiras). Kata "ἐπιθεῖναι" (epitheinai)
bermakna "meletakkan" atau "menyentuh," sementara "τὰς
χεῖρας" (tas cheiras) berarti "tangan."
Didalam Perjanjian Baru, khususnya Injil, tindakan
"meletakkan tangan" oleh Yesus sering digunakan sebagai tanda
pengakuan, berkat, atau penyembuhan. Ketika Yesus meletakkan tangan-Nya atas
anak-anak, ini menunjukkan kasih sayang, berkat, dan perhatian-Nya yang mendalam
terhadap mereka. Ini adalah tindakan yang mencerminkan perlindungan dan
penerimaan, serta menunjukkan bahwa Yesus ingin memberikan yang terbaik bagi
anak-anak itu.
Jadi, tindakan "meletakkan tangan" dalam konteks
Matius 19:13-15 menggambarkan lebih dari sekadar sentuhan fisik. Ini adalah
tanda kasih, perhatian, dan berkat yang mengalir dari hati Yesus kepada
anak-anak tersebut, menunjukkan betapa pentingnya mereka dalam mata-Nya dan
dalam Kerajaan Sorga. Dengan demikian, pesan ini mengajarkan kita untuk
menghargai dan memperlakukan anak-anak dengan kasih dan perhatian yang tulus,
serta mengenalkan mereka kepada kasih Tuhan.
Selain itu, pesan ini mengajarkan kita untuk tidak menghalangi atau menolak kehadiran anak-anak dalam kehidupan kita. Sebagai orang kristen, kita harus menjadi contoh kasih, penerimaan, dan perhatian terhadap anak-anak di sekitar kita. Mereka adalah karunia dari Tuhan yang perlu kita hargai dan kita beri ruang untuk berkarya, berekspresi dan bergerak untuk mengenal Allah di usia dini mereka.
Lalu, apa
implikasi dari pesan ini?
Pertama, kita perlu mengubah perspektif kita terhadap
anak-anak. Mereka bukan hanya masa depan gereja atau umat-Nya, tetapi mereka
juga adalah bagian penting dari gereja. Gereja tidak lengkap tanpa hadirnya
anak-anak. Oleh karena itu, kita harus membantu mereka tumbuh dalam iman dan
kasih Tuhan.
Kedua, kita harus aktif dalam mengikut-sertakan anak-anak
dalam aktivitas gereja dan keluarga kita. Kita dapat melibatkan mereka dalam
doa, pembacaan Alkitab, dan pelayanan. Dengan melibatkan mereka, kita membantu
mereka memahami betapa berharganya hubungan mereka dengan Allah. Sekalipun
terkadang kita harus sabar dan memaklumi jika mereka sering melakukan kesalahan
atau lalai.
Terakhir, mari jadikan pesan kasih dan penerimaan Yesus
terhadap anak-anak sebagai contoh dalam hidup kita sehari-hari. Kita dapat
memberikan cinta, perhatian, dan penerimaan kepada anak-anak di sekitar kita,
mengingat bahwa mereka adalah bagian penting dari kerajaan Allah.
Sebagai kesimpulan dari pembahasan kita kali ini, Matius
19:13-15 mengingatkan kita tentang pentingnya menghargai kehadiran anak-anak
dan memberikan mereka kasih dan penerimaan. Mari kita menjadikan pesan ini
sebagai panduan dalam hidup kita dan memastikan bahwa anak-anak merasakan cinta
dan kasih dari kita semua. Terlebih jika Anda sebagai orang tua, maka peranan
Anda sangat penting di dalam membimbing anak-anak Anda untuk mengenal Tuhan.
Amin. (TMP)

Posting Komentar untuk "Menghargai Kehadiran Anak-Anak: Pesan Kasih dari Matius 19:13-15"