zmedia

Sedikit Cerita tentang Penulisan sajak Puisi sederhana bagi Allah



Ditengah kesibukan kuliah dan terlebih dalam masa penyusunan skripsi... hadir dia sosok seorang yang mengharapkan pertolongan. Ya... pertolongan yang sebenarnya sederhana saja, hanya bagi ku itu hal yang terlalu indah untuk dikerjakan.

Apa itu...??? Sederhana saja, namun indah...??? Hiii
Entah lah... hal ini memang merupakan kebiasaan yang sering ku lakukan sehingga sederhana jadinya, namun tetaplah, pertolongan yang diharapkan itu adalah hal yang menjadi indah untuk dikerjakan.

Terucap olehnya          : “Bang.... tolong tulisakan puisi untuk kesaksian kami hari Minggu
nanti...!!!”

Balas                           : “Boleh...!!! Apa konsepnya yang mau disampaikan?

Terucap olehnya          : “Sesuaikan dengan pujian yang mau kami nyanyikan saja bang? Ada dua pujian. Pertama tentang Kasih Allah dan Dia yang kita andalkan, serta Mukjizat Allah...!!!

Balas                           : “Oh... oke deh. Siap...!”

Terucap olehnya          : “Iya, terimakasih bang!”

Balas                           : “Iya”.

Seketika berubah arah fokus dari pikiran ku, yang saat itu sedang didepan notebook untuk menyelesaikan penulisan bab I skripsi. Berpikir dan merenungkan tentang permintaan itu. Puji Tuhan... pikir didalam hati.

Esoklah hari untuk mengerjakannya pikir ku, maka itu kulaksanakan dengan sungguh.
Maka selesailah sudah syair puisi tersebut... kuserahkan kepadanya untuk ia lihat dan melatihnya untuk dilantunkan. Namun tahukah apa yang terjadi...???
Tiba hari terakhir sebelum hari Minggu... ku dengar kabar bahwa mereka batal untuk kesaksian. Puji Tuhan... hati ini bersukacita....!!! Untuk menekan ketidak puasan ku sesungguhnya.... Sungguh kupelajari kesempatan indah saat itu.

Tetapi... puisi itu sungguh tertanam dihati ku dari sejak ku tuliskan... dan berharap menjadi berkat bagi setiap orang yang mendengar, terlebih membacanya dibawah ini...



“Disini aku... dihadapan Mu

Hanya didepan Mu, ya Allah ku...
Hati yang menerima dan mengampuni
Tangan yang menopang dan memeluk dengan lembut

Jiwa ku tak ingin pergi dari keindahan ini
Ketika cobat untuk merenungkan kebesaran kasih Mu
Kasih yang ada dikala penghakiman menjadi bagian ku
Cinta yang mengampuni... meski tanpa dasar untuk itu

Berbahagialah engkau wahai jiwa ku...
Berbahagialah engkau manusia...
Wahai engkau yang tidak berjuang
Tapi mendapat...


Tentang apakah ini semua?
Bukan tentang aku dan juga bukan engkau...
Namun tentang Dia
Bapa yang penuh dengan kemurahan...

Ketika sudah seperti ini
Pikiran ku dilabuhkan kebahtera kasih Mu
Hatiku diletakkan jauh didalam hati Mu
Dan... ingin rasanya aku untuk menyatakan,

Hanya Engkaulah yang ku andalkan
Yang ku harapkan
Baik muda ku, maupun tua ku,
Ya Allah ku...”

Oleh : Yer.
15 Okt 15
Kasih Mu Ya Tuhan, ku Andalkan...


 NB : Puisi yang kedua, akan saya posting ditulisan selanjutnya.

Tuhan Yesus memberkati...!
 

Posting Komentar untuk "Sedikit Cerita tentang Penulisan sajak Puisi sederhana bagi Allah"