Desember...!
Tentu tidaklah heran, kenapa dibulan itu
kita akan banyak memikirkan apa yang mau kita lakukan. Dan juga tidaklah heran,
kenapa dibulan itu sangat berbeda rasanya ketimbang bulan-bulan sebelumnya!
Kira-kira apa yang ada dipikiran teman-teman ketika saya katakan Desember? Ada
yang akan langsung katakan Natal! Ada juga katakan waktu berlibur panjang! Juga
ada yang akan mengatakan, ya... waktu kumpul dikampung halaman bersama
keluarga, ayah dan ibu, abang, kakak, dan adik-adik... untuk saling membicarakan
banyak hal! Baru yang terakhir, bagi saya... seorang pelayan, juga bagi para
hamba-hamba Tuhan lainnya diseluruh Indonesia, akan begitu lelah dibulan
tersebut, karena banyak kegiatan pelayanan yang hendak di lakukan. Mulai dari
persiapan Natal, hingga perayaannya, KKR, acara-acara non resmi berupa perjamuan, pesta bersama, dan apa lagi
bagi saya yang masih berstatus mahasiswa teologi tingkat akhir, banyak kegiatan
yang harus dikerjakan dibanding bulan-bulan yang sebelumnya untuk tahun ini.
Kegiatan itu memang sudah sering
dilakukan orang pada umumnya! Terkhusus orang Kristen, karena ada moment yang
terindah diwaktu itu yang hendak diingat, yakni perayaan Natal : Kelahiran
Tuhan kita Yesus Kristus. Memang saat saya menuliskan catatan ini, belumlah masuk
bulan Desember, hanya menunggu dua hari lagi, maka kalender di rumah akan
berganti menuju 1 Desember. Namun, ada satu kegiatan sederhana yang mungkin
sering diabaikan oleh orang lain jika memasuki bulan ini, dan hanya segelintir
orang yang melakukannya. Saya menamai kegiatan itu adalah : perenungan
evaluasi. Saya sendiri, sudah membiasakan diri dengan kegiatan tersebut sejak
satu tahun ini. Memang evaluasi diri haruslah sering dilakukan setiap saat,
tetapi tentu berbeda kesan dan pesan yang ada ketika kita duduk diam di bangku
doa kita, sendiri saja tanpa ada orang yang menemani, ditengah kesunyian, hanya
Allah dan diri kita...! Merenungkan semua yang telah terjadi disepanjang
kehidupan kita, mungkin 1 tahun ini, atau 1,2,3 bulan belakangan ini, atau bahkan
1 Minggu terakhir ini! Ya... pastinya berbeda.
Itulah sebabnya, disetiap awal bulan
(tepat tanggal 1) selama 1 tahun ini, saya selalu memberikan waktu untuk
melakukan kegiatan ini. Mungkin teman-teman bertanya, apa saja yang hendak di
evaluasi? Untuk saya seorang mahasiswa teologi, dan lebih dari itu, adalah
seorang hamba yang melayani diladangnya Tuhan, sering mengevaluasi hal-hal
semacam demikian :
·
Bagaimana
dengan kehidupan rohani ku selama 1 bulan yang telah berlalu? Seperti;
ð Kegiatan doa ku?
ð Kegiatan baca
Alkitab ku?
ð Kegiatan
melayani ku?
ð Hati dan pikiran
ku?
Apakah
aku lebih sering duduk-duduk disana dan lalai untuk berdoa? Apakah aku lebih
sering
mengabaikan pembacaan Alkitab ku? Sudah sejauh mana pembacaan Alkitab
ku? Bagaimana
dengan kesungguhan ku melayani? Baik di gereja dimana aku
mengabdi, juga dimana saja
aku tinggal? Apakah aku sering melayani dengan tidak
tulus, dan berharap pujian dan
imbalan? Apa aku lebih sering tidak siap
melayani atau melayani dengan hati yang susah?
Hati dan pikiran ku lebih sering
kecewa dan menuntut orang lain kah? Atau justru lebih sering
mengarahkannya
kepada Allah, dengan demikian perlu ku tingkatkan? Dst.
·
Bagaimana
dengan kehidupan studi/kuliah ku sekarang ini, selama 1 bulan terakhir?
Seperti;
ð Sudah semampu manakah
aku mengingat semua pelajaran yang sudah ku tempuh?
ð Sudah seaktiv
apakah aku ketika dikelas?
ð Sudah semengerti
dan berapa banyakkah, buku-buku yang ku baca?
ð Apakah
tugas-tugas kuliah sudah ku kerjakan dengan maksimal?
ð Apakah aku lebih
sering berdiam diri dan tidak mengerjakan apa-apa?
ð Apakah aku lebih
sering tidak memegang buku ditangan ku ketika berpergian kemanapun?
ð Dan, apakah aku
lebih banyak mengandalkan pikiran ku untuk belajar teologi ini, ketimbang
menundukkannya dibawah FirmanNya?
·
Bagaimana
dengan kehidupan relasi ku akhir akhir ini?
ð Baik kah
hubungan dan komunikasi ku dengan keluarga?
ð Bagaimana
hubungan ku dengan rekan kerja ku dimana aku berdiam?
ð Bagaimana
hubungan ku dengan orang-orang yang pernah ku layani?
ð Apakah ada yang
kecewa dan tidak setuju dengan sikap ku?
·
Bagaimana
dengan skejul yang sudah ku buat untuk beberapa minggu terakhir ini?
ð Target pembacaan
buku ku?
ð Target untuk
menyelesaikan beberapa tulisan?
ð Target untuk
menyelesaikan penulisan skripsi? (Terhitung 2 bulan yg lalu)
Tentu tidaklah semuanya berjalan dengan
mulus, banyak jatuh bangunnya. Saya sadar bahwa hal-hal diatas mengapa perlu
untuk dievaluasi, adalah karena kita sebagai manusia yang lemah terlalu sering
tidak melakukan hal-hal yang berkenan dimata Tuhan. Oleh karena itu, perlulah
untuk merenungkan dan mengingat-ingat kelalaian demi kelalaian, kesalahan,
kemonotonan dan juga progresif yang ada didalam langkah kehidupan kita. Dengan
demikian maka kita melakukan apa yang Daud pernah serukan kepada Allah demikian
:
“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami
sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. Mzm 90:12”
Desember merupakan masa yang
tepat untuk melakukan kegiatan sederhana yang memiliki dampak yang luarbiasa
ini. Setelah 11 bulan kita lalui, kita coba untuk mengevaluasi diri dengan
segala kegiatan dan tanggung jawab kita. Mungkin teman-teman adalah seorang
pekerja, ibu rumah tangga, mahasiswa, atau pelajar, dll. Dimanapun anda berada,
anda bisa menilai sudah seberapa jauh anda melangkah. Kunci utama untuk
melakukan ini adalah :
· * Percayalah
kepada Allah yang mengetahui hati mu, Ia menyelidiki yang tersembunyi, oleh
karena itu jujurlah terhadap diri mu sendiri.
· *
Sadarlah bahwa
teman-teman adalah seorang yang lemah, tidaklah sempurna, maka perlu untuk
melihat kelalaian demi kelalaian yang ada, untuk memperbaiki diri dikemudian
hari.
· *
Dan percayalah,
bahwa Tuhan berserta hidum mu, Ia topang engkau untuk melakukan segala yang Ia
kehendaki, dikala engkau mampu mengerjakan segalanya dengan baik, itu semua
karena anugerahNya, dan jika engkau terjatuh, Ia mau agar engkau belajar bahwa
sangatlah perlu mengandalkan Dia didalam segala sesuatu.
Oleh karena itu, tunggulah
Desember... nantikanlah...! Saatnya akan tiba untuk melalukan kegiatan ini!
Saya percaya ini kegiatan sederhana yang kerap diabaikan oleh banyak orang di
bulan Desember.
Sampai disinilah dulu catatan
ini... kiranya dilain waktu dapat menuliskan hal ini kembali, dengan harapan
dapat berjumpa lagi di akhir-akhir tahun yang berikutnya nanti. Amin!
Tuhan memberkati.

Posting Komentar untuk "Desember... Disana Engkau, Aku hendak kesana!"