(Suatu
perenungan teologis mengenai Panggilan Allah bagi setiap orang untuk
mendapatkan Jalan Keselamatan : Hidup Kekal)
Siapakah
yang Memanggil?
Pribadi yang memanggil manusia adalah : Tuhan Allah.
Firmannya berbunyi: “Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini
kepunyaanKu” (Yes 43:1). Dan Tuhan Yesus berkata : “Marilah kepada Ku semua
yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepada mu” (Mat
11:28). Panggilan Yesus itu bukanlah suatu ajakan untuk makan malam atau
berdansa ria, namun suatu ajakan Juruselamat! Artinya adalah; Ia tahu bahwa
kita adalah orang-orang yang letih lesu dan berbeban berat oleh karena dosa dan
penghukuman dosa (semua orang telah berbuat dosa, dan upah dosa ialah maut –
Rom 3:23, 6:23), oleh karena itu Ia datang menjadi manusia untuk mengerjakan
karya keselamatan bagi setiap orang yang Ia kasihi.
Siapakah
yang Dipanggil?
Kamu sekalian. Dunia adalah tempat dimana seluruh
umat manusia hidup. Setiap orang adalah orang-orang yang dipanggil oleh Allah!
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah
mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya
tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh 3:16).
Ia tahu bahwa kita adalah orang-orang yang menderita
didalam dunia ini dan juga diakhir kehidupan nanti, Ia tidaklah mau itu terjadi
dalam hidup saudara dan saya. Oleh karena itu, Yesus memanggil kita semua tanpa
terkecuali untuk datang kepada-Nya (Percaya kepadaNya). Siapakah mereka itu,
adalah orang-orang yang telah dipilih Allah sebelum dunia dijadikan (Ef 1:4),
serta orang-orang yang telah ditentukan untuk menerima hidup yang kekal (KPR
13:48).
Pertanyaannya sekarang adalah: Bilakan saya
dipanggil oleh Tuhan? Pada hari ini juga: sekarang. Penulis surat kepada orang
Ibrani berkata “ Pada hari ini, jika kamu mendengar suaraNya” (Ibr 3:7,15).
Apakah
Jawab ku?
Yesus memanggil Simon dan Andreas: “Marilah, ikutlah
Aku” Sebentar itu juga mereka meninggalkan jalanya, lalu mengikuti Dia” (Mrk
1:18). “Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ. Ia melihat Lewi ..., lalu Ia
berkata kepadanya: “Ikutlah Aku!” Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia” (Mrk
2:14).
Yesus juga memanggil, saya, katanya: “Ikutlah Aku”.
Sudahkah aku menjawab panggilan Tuhan itu? Tunggu dulukah? Atau sekarangkah?
Tiap-tiap orang harus mengambil suatu keputusan yang
tegas terhadap panggilan Allah. “Pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan
beribadah” (Yos 24:15a). Ini suatu keputusan yang begitu menentukan kehidupan
kita selanjutnya. Bagaimana kita hidup didunia ini, dan bagaimana kehidupan
kita selanjutnya setelah kita tiada di dunia lagi nantinya.
Kesaksian
Beberapa hari yang lalu (02 Des 15, Pagi), saya
mengantar ibu asrama saya beserta anaknya untuk berbelanja ke pasar yang biasa
kami datangi. Ibu asrama saya sibuk berbelanja dan saya menunggu di depan pasar
bersama dengan anaknya (adik saya juga sih, hiiii, bukan anak loh!!!) Sembari
menunggu, saya duduk bersampingan dengan seorang bapak-bapak yang berusia 40
tahun (saya tahu ketika pembicaraan selanjutnya), kita berbincang-bincang
sebagai perkenalan (nama, alamat, pekerjaan, suku dan sampailah kepada agama).
Dari sejak awal saya sudah berdoa didalam hati : “Ya Tuhan, jika engkau
berkenan, biarlah ia boleh mendengar Injil Mu”. Maka, singkat cerita, Injil itu
ia dengar, mulai dari ia adalah seorang berdosa, membutuhkan jalan keselamatan,
karena tak dapat menyelamatkan dirinya sendiri, maka hanya didalam Yesus
Kristus sajalah ia mendapatkan keselamatan : hidup kekal. Dalam waktu kurang
lebih 10 menit Injil diberitakan, dan karena isteri dan anaknya sudah meminta
ia pulang dengan segera (saya juga tidak mungkin memaksa untuk lebih lama),
maka saya memberikan satu pernyataan penegasan yaitu : Bapak tidak akan bisa
selamat setelah kematian nanti, jika tidak didalam nama Yesus Kristus. Kita
harus percaya kepadaNya, dan jalan itu hanya satu, didalam Dia. Lalu... terakhir
ia begitu penasaran kenapa saya tidak takut akan kematian (karena diawal
pembicaraan kami, saya memulainya dengan kematian), maka ia bertanya sebelum ia
pergi : “Dulu kamu bilang kamu takut akan kematian, terus sekarang bagaimana?”
Maka saya menjawab dengan tegas : TIDAK. Karena Yesus sudah selamatkan, saya
pasti masuk surga. Sudah... dengan lekas kita berpisah, dan ia membawa tanda
tanya besar dihatinya. Saya berdoa untuk dia, kiranya Allah berkehendak
memanggilnya menjadi umatNya. Namanya adalah : Pak Husman, usia 40 tahun, suku
Jawa, dan beragama Islam.
Doa
Tuhan... engkau memanggil aku dengan panggilan Mu
yang agung dan tak mungkin gagal. Engkau memanggil aku untuk masuk kedalam
hidup yang kekal didalam Yesus Kristus. Aku mau percaya kepada Mu selamanya,
dan menjadikan Engkau Tuhan dan Juruselamat didalam hidup ku, mengandalkan
Engkau saja didalam segala perkara. Tuhan, juga lihatlah orang-orang
disekeliling ku, jadikan aku saksi Mu bagi mereka, kiranya mereka juga
mendapatkan hidup kekal didalam Kristus, karena hanya YESUS lah jalan
keselamatan itu. Amin.

Posting Komentar untuk " Panggilan Allah"