Ku ajari dia tentang ketabahan...
sekalipun aku sering tidak tabah...
Ku ajari dia tentang cinta kasih...
sekalipun aku kerap marah terhadapnya (yang sering tidak sungguh-sungguh
belajar).
Ku tegur dia tentang hatinya yang ingin
selalu di lihat dan dikasihi orang, sekalipun diri ku ini ingin demikian...
Demikianlah paruh pertama dari sajak yang pernah ku
tuliskan bagi dia...! Hanya ia tidak pernah membaca sajak nan sederhana hasil
rintisan hati terdalam ini...
Sekali lagi ku tuliskan tentang seorang wanita yang
ku kenal itu disini... Memang banyak hal yang dapat ku catatkan, namun sembari
berjejak diatas tragedi kehidupan ini, ku saksikan pula seorang anak manusia
yang ku kasihi dan sayangi... merintih sedih tak kuat menahan pedih...! Didepan
ku ia... tidak jauh dari duduk ku... tampak jelas wajah dan air matanya yang
berlinang dari kelopak matanya yang indah...! “Oh Tuhan... tak pernah ku lihat
sesedih ini ciptaan Mu dikolong langit ini...” Itu kata yang terlintas seketika
ku temani ia malam itu... Angin malam sepoi-sepoi menyentuh setiap kulit yang
sebentar akan susut pula, suasana malam yang indah... telanjanglah langit malam
itu, dapat kami saksikan gelap dan terang nya malam hari itu!!!
Oh... dapat kah ku lukiskan suasana
pedih itu...
Mungkinkah pernah dan akan ku lihat lagi
linangan air mata seperti hancurnya hati itu...
Ku rasa... mungkin tidak, namun mungkin
juga aku tidak tahu...
Kita
bercerita tentang penderitaan... ya penderitaan! Penderitaan yang ia alami,
bukan saja baru sekarang ini, tetapi seumur hidupnya. Jika kulihat... memang
benarlah kalimat sajak terakhir ku diatas tentang dirinya : Ku tegur dia tentang hatinya yang ingin selalu di lihat dan dikasihi
orang, sekalipun diri ku ini ingin demikian...
Ia
ingin agar orang tahu betapa sulitnya kehidupan yang ia telah lalui itu...
terkhusus orang-orang tertentu yang menyebabkan ia hadir didunia ini. Ia ingin
agar kasih itu ada baginya...
Ia mau agar mereka melihat dia sekarang
ini
Ia mau supaya mereka meniliki
pengharapannya tentang mereka
Ia mau supaya orang tahu penderitaannya
Dan ia juga tahu bahwa ia tak dapatkan
itu jua hingga hari ini...
Masih
sabar aku untuk duduk berhadap-hadapan dengannya untuk mendengarkan semua
itu... mulai dari kekecewaannya, sinisnya, air matanya dan hingga gelak
tawanya...
Seketika
terdengar oleh ku suatu perkataan yang baru seumur hidup ku kutemukan...
“Bang... aku mau pergi... jauh... jauh
kesana... jauh dari keluarga ku, jauh dari orang-orang, aku gak mau menyusahkan
siapapun....” dan
lagi “Kenapa Tuhan membuat aku ada...
kenapa? Kalau hanya hidup ku seperti ini...!!! Jika hidup ku berharga dimata
Tuhan seperti yang abang bilang, kenapa Tuhan seperti ini sama aku? Mengapa
mereka (orang-orang tertentu) tidak
Dia ubahkan....!!! Gak ada orang yang mengasihi ku... gak ada orang yang
seperti penderitaan ku... orang-orang bahagia dan tidak seperti diri ku...”
Baru, terakhir dengan lembut ia berkata “Aku
udah capek bang... capek...” terus ia ulangi kalimat-kalimat itu hingga tak
dapat ku hitung sudah berapa kali ia berkata demikian...
(Note : Perkataannya
itu tentu tidaklah seliteral yang terucap, namun demikianlah kira-kira yang
dapat saya ulangi disini).
Melihat
kenyataan dimalam itu... hanya satu hal yang ku
beritahukan dan satu hal juga yang ku lakukan. Setelah lama ku duduk dan
diam mendengar semua itu... bicaralah saya dengan sungguh :
ð “Wanita yang ku
kenal”... (Sebut sajalah itu namanya), jika diri mu melihat bahwa kamu adalah
seorang manusia yang paling menderita didunia ini... apakah diri mu lupa kepada
satu orang yang jauh lebih menderita dari diri mu..!!! Jika kamu menderita
seumur hidup mu hingga sekarang ini, orang itu menderita selama 33 tahun...!!!
Engkau menderita untuk diri mu sendiri, karena diri mu sendiri, bagi diri mu
sendiri, tetapi Dia menderita untuk orang lain, yaitu diri mu... Penderitaan
yang kamu alami adalah penderitaan yang sudah Ia bawa dikayu salib untuk
ditanggungkan kepada DiriNya sendiri bagi pembebasan mu.... bagi kemenangan mu,
dan bagi kekuatan mu untuk hadapi itu semua kembali. Memang sulit ini semua...
banyak hal yang tak kita mengerti didalam kehidupan ini, namun apakah pernah
kita melihat dalam setiap tragedi yang terjadi tangan Tuhan tidak terulur bagi
hidup mu....
ð Baru yang
selanjutnya saya bertanya kepadanya : Seandainya sekarang Allah bertanya kepada
mu; Anak ku... apa yang engkau mau Aku lakukan bagi mu sekarang ini juga? Apa
yang akan kamu minta kepadaNya yang bagi mu itu begitu penting dan berharga
untuk menentukan kehidupan mu selanjutnya? Maka dengan air mata ia menjawab :
Aku mau agar mereka (orang-orang tertentu yang menyebabkan dia ada didunia ini)
mengasihi ku dan memperhatikan aku! Baru terakhir ku tanyai ia dengan
pertanyaan yang tak mengharapkan jawaban : Apakah kamu mengasihi mereka atau
membenci mereka selama ini? Seketika ku ketahui bahwa bencilah yang ada
dihatinya.... oleh karena semua yang pernah terjadi didalam kehidupan lalunya.
Maka, ku pegang tangannya dimalam itu, (sungguh... cinta sayang ku kepadanya
tak dapat ku ungkapkan dengan apapun... adik ku lah kamu.............), menutup
mata bersama dan berdoa dihadapan Tuhan untuk menyampaikan permintaannya tadi!
Seketika
usai... ketenangan dari sorga hadir saat itu! Gelak tawa menemani dipenghujung
pembicaraan kami, dan pesan ku sampaikan kepadanya : Nantikanlah Tuhan
berperkara....! Jangan pernah sangkal kuasa daulat dan kasihNya bagi hidup
mu.... selama-lamanya....
Perpisahan
setelah damai itu memenuhi hati kami...
Masih disini dia... bersama dengan ku
Tak jauh dari mata ku....
Hanya ingin merenungkan ini semua
Maka tak ingin ku ucapkan sepatah
katapun kepadanya
Dengan harapaan... merenunglah engkau
wahai wanita yang ku kenal...
Saat teduhlah... Terlalu baik Tuhan
Yesus bagi hidup mu...
Sampai jumpa....
Dari orang yang begitu sayang kepada
mu... sebutlah selalu abang kepada ku, dengan demikian ku tahu isi hati mu,
bahwa kita saling mengasihi...!!!
Yer, GBU!

Posting Komentar untuk "Sekali Lagi Tentang Wanita Yang Ku Kenal...!"