(Suatu
perenungan teologis tentang Rahasia Kehidupan Manusia)
“Adapun
manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia
berbunga: apabila angin melintasinya sampai selama-lamanya sampai
selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak
cucu” (Maz 103:15-16).
“Ya
Tuhan, beritahukanlah kepadaku ajalku, dan apa batas umurku, supaya aku
mengetahui betapa fananya aku! Sungguh, hanya beberapa telempap saja
Kautentukan umurku; bagi-Mu hidupku seperti sesuatu yang hampa. Ya, setiap manusia
hanyalah kesia-siaan” (Maz 39:5-6)
Riwayat kehidupan manusia dapat digambarkan sebagai
berikut :
Lahir ==> Pendidikan ==> Berkerja ==> Berkeluarga ==> Meninggal
Riwayat hidup manusia mulai dengan kelahirannya dan
diakhiri dengan kematiannya. Kita tidak dapat mengetahui apa-apa tentang hal
apa yang akan terjadi dikemudian hari didalam hidup ini. Jangankan itu, untuk
esok hari saja tidaklah ada seorang pun yang tahu akan hal apa yang terjadi.
Namun, ada satu hal yang semua manusia tanpa terkecuali dipastikan
mengetahuinya yakni, kita semua akan meninggal.
Apakah
maut itu?
Maut adalah titik dan detik penghabisan. Dengan maut
selesailah segala sesuatu. Demikianlah biasanya pendapat para ateis dan
materialis.
Maut adalah suatu tanda tanya, suatu rahasia gelap,
yang tidak diketahui oleh manusia.
Maut adalah suatu tanda seru. Maut disebut suatu
pelepas dari segala sengsara didunia ini. Maut melepaskan manusia dari hal yang
materi, sehingga ia menjadi yang rohani saja. Inilah pandangan dari orang yang
beraskese, dan ini diajarkan dalam agama Budha.
Pandangan lain menggambarkan riwayat hidup manusia
sebagai suatu lingkaran atau roda yang berputar. Lalu maut dianggap sebagai
saat peralihan yang harus dilalui oleh jiwa manusia, ketika ia meninggalkan
tubuhnya yang fana, untuk kemudian hari menjelmakan diri lagi di dunia ini
dengan tubuh yang lain, ini juga diajarkan oleh agama Budha.
Apakah
maut itu menurut Alkitab?
Namun firman Allah memberitahukan hal yang jelas
berbeda : maut adalah menuju kepada dua arah. Setelah kita mati, hanya ada dua
kemungkinan :
ð ==> Kita
mendapat hidup yang kekal
ð ==> Kita
mendapat kematian yang kekal
Surat Ibrani 9:27 berkata: “Manusia ditetapkan untuk
mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi”. Sesuai dengan apa yang
Alkitab katakan, maka sangat jelas bahwa kehidupan manusia yang sementara
didunia ini mempunyai arti yang menentukan untuk keselamatannya yang kekal.
Oleh karena itu jawaban manusia atas panggilan Allah adalah menentukan sekali
bagi keselamatannya untuk dan bagi kekekalan.
Apakah
hidup yang kekal dan kematian yang kekal itu?
Hidup
yang Kekal : Apakah itu? Saya pernah penginjilan di
kota Jakarta (Grogol), ketika saya mengatakan apakah anda mau hidup kekal? Ia
berkata bahwa : “Ya, hidup kita itu sementara aja bang, tidak ada yang kekal!
Maka saya membalas : Ya itu benar. Namun yang saya maksud adalah kehidupan
setelah kematian! Lalu ia membalas pula : Yah... menurut saya di neraka dan
disurga sama saja bang, sama-sama kekal...!!! Wah, saya salut dengan pemikiran
orang tersebut, namun saya langsung berkata kepadanya : Ya, kekal... namun di neraka
kekal penghukumannya, dan disurga kekal hidup bahagianya bersama Allah! Lalu
bagaimana menurut anda...!!! Ya cukuplah cerita itu sampai disini.
Untuk melanjutkannya mari kita melihat Yohanes 10:28
dan Yohanes 6:47 :
“Aku
memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa
sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku”
“Aku
berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang
kekal”
Hidup kekal adalah anugerah Allah dan hidup kekal
tidak didapat karena usaha atau karena upah (Ef 2:8-9).
Hidup kekal diberikan
secara cuma-cuma kepada setiap orang yang percaya kepada Yesus sebagai Tuhan
dan Juruselamat. Memang orang akan langsung berkata bahwa hidup kekal kelak di
surga, namun sesungguhnya barang siapa percaya, ia sudah mempunyai hidup kekal
itu sekarang juga. Didalam pembagian doktrin eskatologi : hidup kekal dibagi
dalam dua yakni, yang sudah dinyatakan dan yang belum. Yang sudah adalah dimana
setiap orang percaya dapat mengecap suasana surgawi ketika mungkin saat
teman-teman dalam persekutuan bersama, saat menyembah Allah dan berdoa. Didalam
kehidupan ini teman-teman dapat melihat bagaimana Allah bekerja didalam hidup
saudara, itu menyatakan bagaimana hidup kekal sudah saudara miliki dan kecap,
sekalipun belumlah mencapai puncaknya di kerajaan surga nanti. Kebinasaan
bukanlah bagian dari orang yang menerima anugerah hidup kekal.
Kematian
yang Kekal : Aduh... mengerikan juga mendengar
kalimat ini. Jangankan memikirkan kematian kekal, saya masih ingat dulu, ketika
senangnya menonton film yang cukup mendunia yaitu Final Destination. Pada intinya film itu menceritakan bagaimana
akhir kehidupan setiap pemain film melalui tragedi yang bermacam-macam
mengerikan. Film ini berseri dan cukup panjang sekali. Setiap saya menontonnya,
ngeri bercampur dengan penasaran... sungguh, menakutkan!
Setiap orang takut akan kematian. Mengapakah
demikian? Itu dikarenakan maut atau kematian adalah langkah atau gerbang
realisasi dari apa yang dikatakan sebagai upah dosa.
“Sebab
upah dosa ialah maut...” (Rom 6:23a)
Bagaimanakah orang yang mendapatkan kematian kekal
itu, Alkitab memberitahukan :
“....
banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus. Kesudahan mereka ialah
kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka,
pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi” (Flp
3:18-19)
Demikianlah orang yang mendapat bagian dalam
kematian yang kekal atau penghukuman kekal di tempat yang disediakan baginya.
Apakah
bagian kita?
Bagian kita orang-orang yang percaya adalah Kehidupan kekal. Memang “upah dosa ialah maut”, namun dilanjutkan
pula oleh Paulus “tetapi karunia Allah
ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita”.
Note!
Memang pembahasan tentang karunia Allah ialah hidup
yang kekal tidak cukup untuk disharingkan disini, itulah sebabnya saya
berencana untuk menuliskan hal itu nantinya. Namun cukuplah disini kita
merenungkan bersama tentang rahasia kehidupa kita yaitu bahwa kita semua akan
meninggal dan maut adalah jalan dimana kita akan memasuki antara dua tempat
yang akan menjadi tempat kekal setelah kematian : surga dan neraka atau
kehidupan kekal dan kematian kekal. Dan, kehidupan kita yang sementara didunia
ini, sangat menentukan kemanakah tempat kita kelak : percaya kepada Yesus
mendapat hidup kekal, jika tidak maka sebaliknyalah yang menjadi bagiannya.
Kesaksian
Dulu... sekitar 5 tahun yang lalu, saya waktu itu
adalah orang yang suka membaca buku. Pernah saya miliki artikel yang membahas
tentang surga dan neraka (sekalipun setelah belajar Alkitab sekarang saya harus
akui bahwa itu adalah cerita mitos yang tidak dapat dipertanggung jawabkan
kebenarannya berdasarkan Alkitab). Namun pada intinya bahwa neraka adalah
tempat bagi orang yang hidup tidak saleh, sementara untuk kesurga kesalehan
penuh lah yang harus ada didalam hidupnya. Ini terus terbesik dihati saya
sekian lamanya, hingga ketakutan akan kematian menimpa saya. Alasannya karena
saya tahu saya adalah manusia yang penuh dengan dosa: perbuatan yang tidak
berkenan untuk standar surga. Oleh karena itu ketakutan akan kematian sempat
juga berkecambuk didalam jiwa saya. Hingga singkat cerita, pada satu peristiwa
seorang sahabat mengajak saya untuk tekun mengikuti kebaktian pemuda dan diajak
untuk terlibat didalam pelayanan itu. Tanpa dapat saya ceritakan dengan rinci,
Yesus menjadi Tuhan dan Juruselamat saya secara pribadi. Saya menyerahkan
kehidupan saya kepadanya, dan saya tidak lagi akan kematian, karena satu alasan
yang hingga hari ini terus bergelegar dalam sanubari yakni : Yesus telah
menanggung dosa ku dikayu salib dan Ia telah menyelesaikan dosa ku satu kali
untuk selamanya. Sekarang aku hidup didalam anugerah Tuhan dan tangan Tuhan
memegang aku tanpa satu orangpun yang dapat merebutnya. Hingga kini...
keyakinan itu terus ada!
Demikianlah rahasia kehidupan manusia itu dapat kita
ketahui dengan pasti hanya didalam pengenalan akan Yesus Kristus,
melalui......!!! Melalui apa ya...???
Teman-teman, itu akan saya catatkan pada catatan
selanjutnya...
Sampai jumpa dilain waktu, Tuhan Yesus memberkati!

Posting Komentar untuk "Apakah Rahasia Kehidupan Manusia?"