zmedia

Menikmati Kesendirian Ku...!

Sendiri...

Em... ada apa dengan sendiri...!!! Orang banyak berkata bahwa:

Sendiri itu tidak asik...! Sendiri itu tidak gaul... Sendiri itu tidak boleh, karena menutup diri terhadap lingkungan sosial. Juga, kata kesendirian dapat ditafsirkan ke arah yang berlainan seperti yang saya maksudkan, yakni : antara sudah punya pasangan atau belum. Seperti orang pernah berkata kepada saya : apakah anda masih sendiri? Hiii... maksudnya apa? Ya, apa kamu sudah punya calon pasangan hidup??? Oh... itu! Heeee.............!

Kesendirian yang saya maksudkan adalah masa-masa dimana kita betul-betul sendiri... tanpa ada seorang pun yang duduk menemani. Tiada kawan bicara, tiada gelak tawa dan suara... Hanya sendiri... sungguh-sungguh hanya satu pribadi yaitu diri kita sendiri.

Saya terlalu sering melakukan hal ini... dan entah mengapa memang jiwa ini serasa ingin demikian dikala suka maupun duka. Bukan berarti saya adalah orang yang menutup diri, karena teman saya cukup banyak. Jikalau orang berkata bahwa didalam ilmu psikologi ada yang namanya tempramen atau karakter seseorang yang dikategorikan sebagai melankolik. Menurut kamus, melankolik memiliki arti sebagai berikut : keadaan pembawaan lamban, pendiam, murung, sayu; sedih; muram. Jika dikatakan apa yang menjadi teman terdekatnya maka jawabannya mungkin air matanya. Namun, saya berkata bahwa melankolis begitu dibutuhkan bagi setiap manusia. Tidak ada seseorangpun didunia ini yang tanpa pembawaan keadaan melankolis, tetapi apakah itu menjadi pembawaan yang dominan didalam hidupnya, itu tergantung orang tersebut. Pada intinya, suasana sendiri dibutuhkan oleh setiap orang, terlebih anak-anak Tuhan.

Disini rindu saya bagikan suatu penggalan catatan saya pada Malam, 23 Agustus 2015 :

Sungguh... telah lama ku inginkan waktu yang seperti ini. Sunyi... sepi dan sendiri... malam yang indah ditengah rekan-rekan terlelap dalam nikmatnya mimpi. Dihalaman depan sekolah ku.... dimeja bundar ini, yang setiap malam temani malam ku. Memang selalu ada waktu malam untuk ku belajar, namun dalam satu bulan ini proses kerja bakti kampus ku berjalan: kegiatan penuh, terkadang segelintir orang masih lalu lalang ditengah malam... namun aku tetap bersyukur kepada Allah atas ini semua...!

Waktu yang kita sisihkan untuk menyendiri merenungkan segala yang terjadi dimana Allah begitu baik memelihara kehidupan kita... itulah yang menjadi isi dari kesendirian yang senantiasa ku lakukan. Mungkin orang akan heran melihat hal itu, tetapi kegiatan ini penting bagi jiwa kita yang merindukan afeksi (perasaan emosi yang kuat dan syahdu) bagi Tuhan dan sesama.
Tak jarang ku nikmati kesendirian ketika menatap segala ciptaan Allah yang besar, hingga tertuliskanlah suatu sajak nan sederhana tulisan tangan ini :

Angin sepoi menerpa tubuh ku
Tanda persahabatan yang indah
Langit ku tatap dengan lembut
Tanda ia memang berbicara...

Tentang apakah ini semua?
Bukan tentang aku dan alam ini
Tapi adalah...
Tentang Dia yang menjadikan ini semua

Hati ini tak ingin
Tak ingin lari dari keadaan ini
Suasana cinta yang terlampiaskan dengan syahdunya
Suara, pujian... Air mata...

Aku mencintai keindahan Mu
Dari manakah ku dapati itu?
Dari ini semua:
Ciptaan Mu yang mulia, yang memancarkan kemuliaan Mu

Ya Tuhan....... Ya Allah ku
Engkau tahu dihati ini
Terpatri cinta yang sejati
Hanya pada Mu... Yesus ku...
09 Agustus 2015

Dikala sendiri seperti itu... hati yang hancur begitu lekas hadir... hancur bukan karena duka, tetapi karena begitu kagum dan merindukan Allah! Terlebih ketika ku ingat semua cara Allah... oh... Sungguh... tak sanggup kata-kata ini mengungkapkan apa yang ada disanubari terdalam ini...!!! Hanya bisa tersenyum manis menatap keindahan Allah... bersyukur dan berdoa kepada Dia didalam hati ini... bahkan sering mulut ini berbicara tanpa ku sadari. Mengucap syukur kepada Tuhan... merenungkan segala yang terjadi di hari itu, dan menyerahkannya kepada Allah.

Ya... pernah ku membaca tulisan dari seorang anak manusia yang ku kenal, yang berkata : “Terkadang ada baiknya juga sendiri itu”... maaflah kiranya, jikalau tak tepat ucapan ini, namun demikianlah kira-kira...!!! Mengapakah ia berkata begitu? Kenapa? Apa karena ia tidak suka dengan keramaian? Apa karena ia orangnya apatis dengan orang-orang disekelilingnya? Atau ia tidak ada jiwa sosialisasi? Saya pastikan tidaklah demikian...!!!

Lantas...?
Jawaban satu satunya adalah karena didalam setiap jiwa seseorang, membutuhkan suasana sendiri itu. Mau bagaimanapun orang tersebut, entah ia super sibuk dengan berbagai kegiatan, dapat dipastikan bahwa ia membutuhkan waktu sendiri. Dimana ia dan Allahnya saja yang ada.

Mari kita melihat bagian firman Tuhan yang sangat jelas menggambarkan keadaan diatas, melalui teladan satu figur Alkitab yang terbesar, yakni Tuhan kita Yesus Kristus sendiri.

Mrk 1:35  Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.

Mrk 6:46  Setelah Ia berpisah dari mereka, Ia pergi ke bukit untuk berdoa.

Luk 4:42  Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka.

Luk 6:12  Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.

Yesus sering pergi untuk menyendiri berdoa kepada Bapa yang mengutus-Nya untuk taat hingga mati dikayu salib. Ini merupakan pola yang Ia berikan guna setiap orang percaya selaku murid-muridnya dapat meneladani Ia didalam meneduhkan hati dan pikiran atau menyisihkan waktu teduh guna merenungkan segala yang Tuhan sudah perbuat dan yang Tuhan kehendaki untuk dilakukan.

Ini penting... mengapa? Karena merupakan makanan yang dibutuhkan bagi jiwa kita. Suatu sikap perenungan yang penting bagi pertumbuhan rohani kita bersama dengan Allah. Saya sendiri bagitu sering menikmati hal ini, hingga menjadi suatu gaya kehidupan yang selalu saya bawa kemanapun saya melangkahkan kaki ini. Disana... disini... dimanapun, hati ini sering berkata-kata kepada Allah, menikmati kesendirian didalam batin, mengecap kebaikan dan hadirat Tuhan... Sungguh, ini menjadi kekuatan didalam mengarungi kehidupan yang begitu kompleks ini. Amin.

Terpujilah Tuhan kita Yesus Kristus, kekal selama-lamanya...!!
Tuhan memberkati teman-teman!

Posting Komentar untuk "Menikmati Kesendirian Ku...!"