zmedia

Perjalanan Pulang yang Di Rencanakan Allah





Tak pernah akan pulang ke rumah jika seandainya kedua orang tua ku telah tiada...!!! Mungkin hanya merekalah yang menjadi pertimbangan utama mengapa tanggal 17 Desember 2015 saya cuti dari studi dan berangkat terbang ke Kalimantan Barat, ketempat kediaman masa kecil bersama orang tua ku. Memang tidak ada yang lain... karena dalam asumsi ku sayang sekali biaya dan waktu, sementara dapat saya manfaatkan bagi studi saya di Jakarta.

Sampai di tempat kediaman, Balai-Karangan... em... teringat masa-masa kecil dan masa-masa dimana Allah mulai memanggil saya menjadi hamba-Nya. Kenangan masa lalu... bersama keluarga, teringat saat duduk-duduk bersama adik-adik ku dihalaman rumah, abang ku dikamar tidurnya, dan kedua orang tua ku yang jarang dirumah. Bepergian kesana-kemari, menyaksikan semua yang berubah dengan sangat cepat sekali (dalam waktu 4 tahun).

Ini barulah kisah singkat, yang awal dari kisah kepulangan ku ke tempat kediaman. Perjalanan dimulai, ketika tanggal 24 Desember dari rumah menuju tempat dimana dahulu 1 setengah tahun saya praktek melayani sebagai utusan injil dari Gereja dan STT dimana saya mengabdi. Itu 2 setengah tahun yang lalu, dimulai dari pertengahan 2013 sampai Desember 2014. Ini saya lakukan dalam rangka kunjungan pribadi sebagai hamba Tuhan yang pernah hidup bersama dengan jemaat-jemaat Tuhan diberbagai tempat dahulu, dan sebagai rekan kerja dari seluruh hamba-hamba Tuhan yang pernah dahulu bersama-sama didalam mengerjakan pekerjaan Allah ini...!!!

Kerinduan yang dalam menghantarkan langkah kaki ku kesana dalam waktu yang singkat, yakni 4 hari...! Namun... tak kan cukup 10 halaman buku untuk mengisahkan kembali semua yang telah saya alami dan saksikan bagaimana Allah menyatakan kemurahannya.


Hanya...............................................
Hanya..............................................

Hanya, hanya satu ini yang hendak ku ceritakan dengan sederhana disini...
Tak mungkin dapat ku tuliskan dengan tinta kebaikkan ini...
Tapi tak dapatkan bibir berbicara???
Ia akan menceritakannya, dengan alunan kata yang tak sempurna...

Handphone saya berdering ditengah perjalanan bis menuju Ngabang (Balai-Ngabang/3Jam), dengan pesan dari pimpinan : “Kemungkinan tiket kepulangan mu ke Jakarta harus dibatalkan (3 Jan)... karena kamu harus mengisi pengembalaan di ......”(Tidak seliteral asli)
Tanpa bicara banyak, “Siap Pak...”. Puji Tuhan......!!!!

Sungguh... terlalu kuat hati ini untuk demikian...!!! Oleh anugerah Tuhan saja...
Oleh karena pertimbangan yang matang dari pusat, dan disebabkan keadaan yang darurat saya akan kembali hidup bersama dengan jemaat yang dahulu dengan air mata membawa mereka kepada Tuhan dan percaya kepada Yesus!
Pengembalaan... Suatu tugas yang mulia... penuh dengan tanggung jawab dihadapan Tuhan dan dihadapan jemaat... Namun itu harus dikerjakan!
Teringat dahulu masa-masa perjuangan bersama dengan rekan ku... memulai persekutuan di kampung tersebut, hingga berdiri gereja dan penggembalaan.

Gereja Kabar Baik Indonesia jemaat Sibolapit, demikianlah disebutkan sidang tersebut... berusia muda, dipenuhi dengan jiwa-jiwa yang haus akan kebenaran dan harus dibina lebih lanjut...! Memiliki aset anak muda dan calon anak muda yang begitu besar potensi bagi mengubah dunia untuk kemuliaan Tuhan.

Disanalah saya akan hidup selanjutnya, bersama dengan jemaat... jauh disana, dipedalaman Kalimantan Barat..! Kasih Allah besar bagi mereka oleh karena itu, Ia mengirim hambaNya kesana bagi mereka...


Kisah yang tak mungkin dapat menceritakan secara lengkap seluruh yang ada dihati ini... namun cukuplah kiranya menjadi catatan sederhana bagi kita sekalian.

Saya percaya bahwa perjalanan pulang ini merupakan rencana Allah bagi saya dan jemaat yang akan saya layani terhitung 2 Januari 2016 nanti (4 hari lagi/30 Des). Ketika merenungkan semua ini... jujur saya menjatuhkan air mata dihadapan Tuhan... kagum melihat ini semua... terpukau melihat cara Allah ku itu, yang tak pernah ku duga dan sedikitpun diluar perencanaan...! Sungguh.... “Oh.... Tuhan, oh Bapa... hanya pujian kemuliaan yang dapat ku berikan kepada Engkau...!!!”.

Awalnya memang saya bertanya-tanya... bagaimana dengan studi saya (skripsi), baru saja memulai perjuangan penyusunan skripsi, dan buku-buku literartur yang saya butuhkan di kampus semua..., bagaimana dengan keluarga saya, bagaimana dengan tiket kepulangan, bagaimana dengan ini, bagaimana dengan itu, bagaimana dengan ini itu...!!! Haaa.... sampai tertawa saya menuliskan ini disini... hiiii!

Tapi... Tuhan kita YESUS KRISTUS ajaib... Sang Penghibur dan Sang Penolong... tak pernah Ia memberi kita tugas dengan maksud menghancurkan tugas yang lain.., yang pada intinya semua jalan keluar tersedia dengan indah sekali. Hanya satu yang ada dipikiran saya sekarang ini, hendak kesana bersama dengan jemaat (karena sekarang sedang ditempat kediaman, untuk menghabiskan tahun 2015 ini, sampai 2 Jan berangkat ke tempat pelayanan), melayani...!!! Doakan saya teman-teman, Amin, Haleluya...Tuhan memberkati!

“O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengtahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya”
Roma 11:33

Posting Komentar untuk "Perjalanan Pulang yang Di Rencanakan Allah"