Puji Tuhan... sudah berjalan 1 Minggu (7 Hari) saya
berada dan hidup bersama jemaat yang saya layani : pedalaman Kalimantan Barat
(Kab Landak, Kec. Banyuke Hulu, Des. Tembawang Bale, Dsn. Sibolapit). Sudah 1
tahun saya meninggalkan tempat ini untuk melanjutkan studi teologi saya, dan
kini kembali hidup bersama umat Tuhan dalam masa penyusunan skripsi.
Sendiri di pastori merupakan masa-masa yang tidak
dapat terlupakan...
Masak pagi sendiri akan menjadi moment yang indah
untuk diingat...
Makan siang dan malam dirumah jemaat, terukir
menjadi kesan yang manis untuk dikenang...
Berkunjung dan mendoakan jemaat... pekerjaan mulia
yang harus ku kerjakan....
Hidup bersama anak-anak dan pemuda-pemudi adalah
kesempatan untuk membagikan kasih Allah...
Tanpa lampu... ditemani pelita corong...
Kayu bakar menjadi teman didapur...
Mengajar... kepada yang tua, muda dan kanak-kanak...
Bermain bersama jemaat... Terkadang tidur dirumah
jemaat.... Indah... sevkali!!!
Belajar mencukupkan diri dengan apa yang ada dan
semaksimal mungkin untuk irit...
Membatasi keinginan pribadi.... tanpa
menghiraukannya...!
Memperhatikan pertumbuhan iman domba-domba...
Memberi mereka makan disaat kotbah, persekutuan, dan
katekisasi....
Pekerjaan yang agung, tak dapat ku emban, tanpa Dia
beserta ku...
Teringat satu tahun yang lalu saat saya masuk
bersama dengan rekan kerja saya memberitakan Injil di Sibopalit ini... memang
begitu berat... namun, begitu lebih berat terasa sekarang, ketika harus
mengembalakannya...!!!
Ketika hari pertama, 1 Minggu yang lalu mengemban
tanggung jawab ini, jujur... dimalam itu saya berdoa di gereja... dihadapan
Tuhan saya berkata bahwa saya tidak mampu... ini terlalu cepat untuk saya! Saya
tidak akan bisa mengerjakannya... kecil hamba Mu ini ya Tuhan!!!
Tetapi... sembari menjatuhkan air mata berdoa
dihadapan Bapa... hanya berkata :
Kuatkan hamba Mu ini Tuhan... biar Engkau makin besar, dan aku makin
kecil...!!!
Hanya
sendiri disini
Namun
tak disertai malam kelabu
Sendiri
yang indah...
Tanda
bahwa aku menikmatinya...
Bukan
karena aku terbiasa seperti ini
Karena
kerap ku lihat gersangnya hati ku
Juga
tak jarang aku merana sendiri
Meski
ditengah ramainya manusia beberapa saat ini...
Apakah
ini pertanda bahwa Allah tak menyertai ku?
Tidaklah
mungkin demikian
Sebab
sekarang ku ada itu karena satu alasan
Bahwa
ada tangan yang terulur tak kunjung berhenti...
Itulah
yang menguatkan aku
Itulah
yang membuat daku bertahan dalam keadaan seperti apapun
Berjalan
ditengah tanah yang berlumpur
Berat
untuk melangkah, namun ada kekuatan dijiwa
Demikianlah
perjalanan ditengah tanah yang berlumpur... penuh dengan tantangan yang begitu
berat bagi jiwa dan raga ini...! Bahkan, jika teringat akan tanggung jawab yang
sedang diemban, kerap kali kepala ini tertunduk dialtarNya dengan tangan
terangkat tanda tak kuat dan kalah... namun kekuatan dari Allah sajalah yang
menghibur dan memampukan hidup ku ini...!!!
Teruslah
melangkah... teruslah berjalan.. tiada henti, hingga titik akhir dimana Tuhan
mau! Amin...
DiladangNya...
Ditengah
perjalanan Misi Injil...
Yer,
11 Jan 2016
Tuhan
memberkati teman teman...

Posting Komentar untuk "Berjalan Ditengah Tanah yang Berlumpur...."