(Suatu Perenungan Tentang Keindahan Ciptaan Tuhan"
Hari ini... (Malam, 13 Jan 16) Tuhan “berbicara”
dengan begitu indah melalui Mazmur 19: 5-7. Ketika membaca dan
merenungkannya... sungguh, saya terkagum melihat betapa besar dan agungnya
Allah!
“Ia
memasang kemah dilangit untuk matahari, yang keluar bagaikan pengantin
laki-laki yang keluar dari kamarnya, girang bagaikan pahlawan yang hendak
melakukan perjalanannya. Dari ujung langit ia terbit, dan ia beredar sampai ke
ujung yang lain, tidak ada yang terlindung dari panas sinarnya”
Kerapkali didalam doa-doa pagi saya, terucapkan
kalimat demikian: “Terimakasih Bapa...
untuk hari baru yang Engkau masih adakan... matahari yang terbit dan nafas
kehidupan yang Engkau masih berikan...!!!” Sungguh... ketika kata matahari
disebutkan, sebenarnya itu merangkul seluruh kata-kata yang lain yang hendak
diucapkan! Disanalah termuat kehidupan, nafas, hari yang baru dan juga alam
semesta ini...
Saya jadi mengingat kotbah saya dihari Minggu, 10
Jan kemarin di tempat saya melayani yang salah satu butir kotbahnya adalah
berbicara tentang Kristus sebagai oknum yang menciptakan segala yang ada,
berdasarkan Injil Yohanes 1:3. Bagaimana melalui pemberitaan Injil tersebut,
seluruh umat manusia menyadari bahwa apa yang ada, segala alam semesta ini
adalah dari Dia dan kepunyaanNya. Betapa besar dan layaknya Ia dipuji dan
disembah...!
Pengantin laki-laki yang keluar dari kamarnya, dan
Girang bagaikana pahlawan yang hendak melakukan perjalanannya
Teman-teman bisa bayangkan bagaimana seorang
pengantin laki-laki yang keluar dari kamarnya...!!!? Mungkin tidaklah segirang
dan serindu pengantin pada zaman dahulu yang dapat teman pikirkan... Sebab pada
zaman dahulu dalam adat bangsa Israel (Timur), seorang pengantin wanita
ditutupi mukanya selama acara pernikahan, dan tidak boleh berjumpa untuk
beberapa hari hingga diperhadapkan kembali didalam pernikahan dihadapan
khalayak umum. Lihatlah, betapa sukacita dan berharapnya pengantin laki-laki
untuk berjumpa dengan pengantin wanitanya...!!! Demikianlah Matahari yang ingin
terbit, untuk menyinari dunia ini dengan terangnya, sebagai tanda kehidupan.
Demikianlah juga seorang pahwalan yang sudah tidak sabar hendak melakukan
perjalanan peperangan... ia menunggu-nunggu waktu untuk bertempur, seperti
itulah Matahari diatas sana hendak terbit dihadapan sang anak manusia dan
segala yang ada dibawah kolong langit ini.
Ketika hendak merenungkan perkara ini... selalu tak
kuat hati ini untuk menampung perasaan kagum yang begitu kuat. Entah... mau
dengan apa menggambarkan kemurahan dan kebesaran Allah kita. Sehingga semua
yang ada ini dapat Ia buat ada dan dikendalikanNya secara penuh tak
terbantahkan.
Biarlah kiranya dunia dan segala isinya dapat
menyaksikan bahwa :
“Langit
menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya”
Maz 19:1
Salam, Tuhan Yesus memberkati!
Yer.

Posting Komentar untuk "Oh... Allah Ku, Engkau Penciptanya...!"