Perjalanan Misi kali ini yang saya catatkan disini
bukanlah yang pertama kalinya saya lakukan. Jika mau menghitung semenjak saya
melayani Tuhan (4Th), ini adalah yang ke 5 kalinya. Melakukan perjalanan...
hanya dengan maksud pemberitaan Injil.
Perjalanan Misi yang bagi saya ke lima kalinya,
dilakukan bersama dengan 2 rekan lainnya. Yang pertama adalah senior saya,
sementara yang kedua adalah Misionaris yang sudah berpuluh-puluh tahun
mengerjakan perjalanan Misi Injil (kami sapa Pak Paulus).
Dusun Tunguh, Desa Semayong, Kec. Beduai, Kab.
Sanggau, Prov. Kalimantan Barat, adalah tempat yang kami jadikan objek utama.
Tentu akan menjangkau tempat tempat disekeliling kampung Tunguh juga.
Perjalanan harus kita tempuh dengan berjalan kaki, selama 13 jam yang dibagi
menjadi dua :
1. Perjalanan
pertama menuju kampung Semayong, dimana kami melewati kampung pertama bernama
Maruk (20an KK), sampai di Maruk membutuhkan 3jam perjalanan kaki dari jalan
raya utama, baru 2 jam lagi menuju Semayong, setelah itu kami istirahat malam
di Semayong. Puji Tuhan, kampung ini menjadi titik penjangkauan kami juga.
Semayong adalah pusat desa, yang berjumlah penduduk 160an KK.
Kami melepaskan kelelahan di
Semayong malam itu dirumah kenalan dari pak Paulus. Kami harus istirahat full
untuk perjalanan esok yang jauh lebih melelahkan.
2. Perjalanan
kedua menuju kampung Tunguh, perjalanan kaki 7 jam. Untuk sampai kesana kami
melewati 2 kampung yang bernama Sungai Dangin (140an KK, 1 Jam jalan kaki), dan
Sungai Bungkang (100an KK, 2 Jam), baru sampai ke Tunguh (20an KK, 3 Jam)
Sore meyambut kedatangan kami di
kampung yang ramah, dan sepi ini. Tunguh, dengan 20 kepala keluarga, hidup jauh
dari keramaian manusia dan hiruk pikuk dunia. Tak begitu dekat dengan
teknologi, dan tak memiliki penerangan listrik juga akses jalan. Terabaikan
dari program pemerintah, serta banyak anak yang tidak terlayani pendidikannya.
Sunguh... membutuhkan tangan yang terulur dari surga. Tak memiliki banyak uang,
tetapi kaya dengan hasil buminya (padi, getah, sahang, karet, kacang tanah,
dll). Sayang... tidak mengenal Kristus....!!!!!!!!!!! Untuk itulah kami datang,
agar kiranya kampung tersebut mengenal Dia Sang Juruselamat hidup mereka.
Bermalam di Tunguh, dirumah warga
yang dikenal, bernama pak Alex. Disana kita berkumpul bersama dengan
masyarakat, dan menyampaikan maksud kedatangan kami dengan seluruh program kami
kedepan bagi kampung Tunguh.
Puji Tuhan... program sudah dibuat untuk menjangkau
Tunguh dan sekitarnya. Para hamba Tuhan sudah dipersiapkan, untuk mendidik
kampung tersebut dengan Injil. Mendidik yang tua hingga yang termuda, terkecil
dan terabaikan.
3 Hari perjalanan Misi tersebut sudah lewat... 12,
13, dan 14 Februari 2016, perjalanan yang panjang nan indah sekali. Kini... 16
Februari sudah, masih ingat jelas oleh ku perjalanan tersebut, kiranya Tuhan
menyatakan lebih lagi kehendakNya bagi kampung kampung tersebut. Menantikan
panggilan Tuhan yang selanjutnya sekarang ini...
Amin.
Posting Komentar untuk "PERJALANAN MISI"