Sudah
menjadi hal yang biasa bagi saya jika diakhir tahun akan berkumpul dengan
keluarga. Entah di manapun saya berada, maka akan terpikir bahwa bulan Desember
ini bagaimana caranya agar bisa pulang ketempat kediaman orang tua. Berkumpul
bersama dan menghabiskan akhir tahun bersama. Menikmati kebersamaan yang
berpadu dalam kasih mesra Tuhan Yesus, sebagai Kepala keluarga kami, dan
sebagai Imam dalam keluarga kami. Em... termasuk saat ini ketika sedang
menuliskan catatan saya kali ini, adalah masa-masa saya bersama-sama dengan
keluarga utama di Kalimantan Barat (tanah kelahiran dan menjadi masa kecil yang
melaluinya Tuhan panggil menjadi seorang pelayan-Nya).
Ditengah
kesibukan Natal dan menyambut tahun baru, di tengah kesibukan bersilaturahmi
dan kunjung berkunjung, ditengah kesibukan pelayanan yang ada, maka pikiran ku
terus melayang-layang... merenungkan pesan apa yang Tuhan sampaikan kepada ku
(terkhusus kepada keluarga ku) di akhir tahun ini...??? Apa yang Tuhan hendak katakan
kepada ku secara pribadi...? Dalam hidup ku... dalam pelayanan ku... dalam
hidup keluarga ku...? Apa yang Tuhan mau “untuk aku duduk diam dan menantikan
suara dari sorga”?
Jika
sudah demikian... maka kerap kali dalam 2 minggu belakangan ini aku akan terdiam
seribu bahasa sebab teringat bahwa:
Selama
tahun 2016:
Aku
sering kali merasa kecil dan tidak sanggup...
Aku
kerapkali berpikir bahwa Tuhan tidak bisa melakukan perkara yang bagi ku sulit
dan besar untuk ku hadapi...
Aku
sering ragu akan kuasa dan kasih Tuhan yang melampaui kemampuan ku sendiri!
Aku
masih sering menyamakan Dia... dengan apa yang ada dalam dunia ini....
Aku
masih kerap menjengkal diri ku sendiri dengan perkataan dalama hati: “Ah... aku
tidak bisa... dia lebih bisa dari aku!”, “Ahk... apa aku pergi saja dari
keadaan ini... biar mereka saja....”, “Ah... apa mungkin bisa aku lalui ini
semua?”.
Aku
sulit melihat bahwa Tuhan itu besar... dan aku tidak ada apa-apanya....
Dan
aku selalu melihat bahwa aku tidak ada apa-apanya... dan Tuhan tidak di
sini....!
Memang...
semua itu tidak terucap keluar dari bibir ku... namun dari sikap dan respon ku
terhadap seluruh kenyataan yang kualami selama 2016 ini, seperti berkata
demikian!
Lantas...
dengan mengingat semua ini, maka mengertilah aku... bahwa Tuhan mau katakan
bahwa: “AKU ALLAH MU... ALLAH YANG BESAR... ALLAH YANG MELAMPAUI SEGALA YANG
ADA..., Dan jangan ukur Aku dengan kecilnya pikiran mu...”. Ya... amin Tuhan!
Di
sepanjang perjalanan 2 minggu liburan panjang ku ini, maka saya seperti
digiring oleh Tuhan dengan lembut sekali, untuk mata ku terbuka dan melihat
bahwa Tuhan besar... Tuhan ajaib... kasih dan kuasa-Nya terlebih besar! Ya...
maka Filipi 4:13 berbicara pula kepada ku bahwa “Segala perkara dapat ku tanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan
kepada ku”.
Kerap
kali kita berpikir bahwa kita tidak mampu menjalani suatu tanggung jawab yang
diberikan kepada kita! Atau ketika suatu masalah berat menimpa kita, kita
menjadi gelisah dan merasa putus asa sebab tidak sanggup melewatinya! Mungkin
pekerjaan kita, mungkin studi kita... dan bagi orang-orang yang seperti saya
(hamba Tuhan); merasa tidak sanggup melaksanakan pelayanan yang ada oleh karena
banyaknya tantangan dan penderitaan! Itu adalah bagaikan seorang yang ingin
melihat apa yang terjadi dibalik tembok... sementara dia tidak melihat apa yang
Tuhan siapkan baginya dibalik sana...!
Sebab ada janji Tuhan bagi kita, bahwa dia tidak akan pernah meninggalkan kita
serta akan berjalan seperasaan dan sependeritaan dengan kita!
Satu
seketika saya berjumpa dengan seorang wanita yang sederhana di sebuah acara
kebaktian, kita berkenalan dengan baik dan berbincang-bincang banyak hal
tentang pekerjaan dan pelayanan. Berbincang-bincang tentang acara akhir tahun
ini mau berlibur kemana dan saling mengundang untuk berkunjung kerumah. Seusai
itu semua, maka sepintas lalu ia berkata: “Ya... itulah bang, kita ini
sebenarnya tidak perlu kuatir tentang hari esok. Sebab TUHAN telah
menyediakannya! Kita sering kuatir, itu karena kita tidak tahu hari esok,
sementara Tuhan? Kita tahu bahwa Tuhan mengetahui itu semua...!”. Ya... benar!
Perkataan mu benar sekali!” Sahut saya kembali.
Pesan
apa yang bisa kita tarik dari perkataan yang singkat di atas? Bagi saya secara
pribadi, maka saya diteguhkan! Oleh sebab saya tahu bahwa apapun yang terjadi
didepan ku, sepanjang tahun 2017 ini, tidaklah akan pernah terjadi melebih apa
yang Tuhan tahu, dan apa yang Tuhan tahu itu adalah apa yang sudah Dia tentukan
sebelumnya untuk terjadi! Maka di sini kita dihibur oleh Tuhan sendiri... bahwa
apapun yang terjadi dalam hidup kita; mau sebesar apapun itu (yang mungkin
sampai membuat kita berkata: Tuhan aku tidak sanggup)... kita akan tetap
berkata bahwa : “Aku tahu, bahwa Engkau
sanggup melakukan segala sesuatu dan tidak ada rencanaMu yang gagal” (Ayb
42:2). Amin, Haleluya!
Oh...
Haleluya! Bergirang hati ku... dan sangat bersukacita sekali... Hanya
memikirkan bahwa Allah itu besar... teduhlah hati ku! Apalagi akan
menyaksikannya disepanjang perjalanan hidup kita tahun 2017 nanti, yang akan
kita masuki dalam hitungan hari saja. Oleh sebab itu teman-teman, mari bersama
dengan saya kita masuki tahun 2017 ini dengan mata yang tertuju kepada Tuhan,
bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang besar kuasa dan kasih-Nya. Dia adalah Allah
Abraham, Ishak dan Yakub. Allah yang telah memimpin bangsa Israel, Allah yang
telah memanggil Musa, Yosua dan semua para nabi dan raja. Allah yang telah
mengutus Anak-Nya yang tunggal demi keselamatan kita... dan Allah yang terus
menopang segala yang ada sampai selama-lamanya!

Posting Komentar untuk "2017 : Tuhan Ku Terlebih Besar!"