Kasih ku... lama rasanya tidak
berkata-kata seperti ini
Lama sudah niat ini menyesak di
dada ku
Namun waktu tak kunjung
menghampiri ku
Tetapi, kuatlah niat ini tak
terbendung, maka mulai jari jemariku menuliskan lantunan sajak yang singkat
namun sederhana untuk di baca
Pasti engkau sudah tahu apa yang
menjadi alasan hingga perkara ini terjadi
Tiada alasan yang lain, bahkan
tak dapat aku menutupinya dengan beribu kata sekalipun
Meski malu untuk diungkapkan
dihadapan banyak orang,
Bahwa aku mengitu merindukan
engkau wahai kasih ku!
Apakah ini adalah hal yang patut
untuk engkau dengar?
Apakah perihal semacam ini tidak
menjadi masalah dihadapan Dia Allah kita?
Mungkinkah mereka akan berkata
bahwa daku seorang yang terlalu berlebihan?
Dan, akankah engkau sendiri
menjadi pupus ketika mengetahui:
Bahwa daku memupuk kerinduan itu
begitu tingginya...
Bagaikan puncak gunung yang
tertinggi, tak dapat ku gapai lagi
Begitu sesak terasa hingga ku
limpahkan di atas tulisan yang tak sempurna ini!!!
Oh... kasih ku..., oh belahan
jiwa ku..., ketahuilah: aku mengasihi mu!
Hari-hari terlewatkan tanpa
terlalu banyak menerima sentuhan kata mu
Kuanggap itu sebagai “penderitaan
kecil” yang menyiksa batin ku
Tahukan engkau, bahwa aku tidak
suka itu...
Aku tidak ingin hal seperti itu
terjadi!
Namun, apakah kenyataan harus
terjadi berdasarkan keinginan ku?
Ku rasa tidak demikian hal nya,
sementara burung tidak pernah berkata seperti itu!
Masakan kita harus demikian? Ya,
tentu tidak!
Namun... jujur..., berat itu bagi
ku!
Aku ingin kicauan cinta itu terus
terdengar di telinga ku
Aku ingin suara mu menemani
langkah ku...
Aku ingin engkau ada disisi ku,
menemani daku di sini
Walau engkau merasa itu lama,
namun bagi ku sebentar saja cukup...
Hahus....., menarik nafas panjang
ku ucapkan ini kepada mu kasih ku
Sebab ku tahu bagaimana perasaan
mu sekarang ini
Bahwa engkau di sana begitu
menginginkan hal yang sama untuk terjadi
Namun apalah ingin kita katakan,
kenyataan belum membawa kita kesana
Itulah sebabnya aku selalu
menanamkan bermacam kata penghiburan di hati ku
Bahwa suatu saat kelak, Tuhan
sudah menyediakan waktu yang terbaik bagi kita
Bersabar adalah perihal yang
Tuhan ajarkan memang,
Namun betapa berat hal itu
dijalani...
Aku yakin bahwa ini tidak lama
Seperti yang sudah didengar oleh
jagat dan rembulan
Bahwa ini semua bagaikan suatu
drama singkat yang akan menuju akhir nya
Tanpa terasa kita sudah
dipertengahan kisah, sebentar lagi akan sampai jua
Mari..., lebih kasihi lagi Dia
Allah kita...
Maka dengan itu aku yakin bahwa
engkau hanya milik ku kasih!
Mari..., lebih tulus lagi
mengasihi...
Maka dengan itu aku yakin bahwa
engkau sajalah yang pantas menemani
hidup ku ini
Mari..., melangkahlah perlahan
saja... namun mata melihat kedepan
Memang banyak rintangan, namun
bukankah masih ada jalan lain?
Mari... laluilah, namun jangan
berharap kekuatan mu, ku dan mereka
Tetapi memandang kedepan dimana Allah menunggu mu di sana sambil
tersenyum indah
Aku bahagia jika engkau demikian
oh kasih...
Aku senang seandainya engkau
selalu tersenyum seperti itu berjumpa dengan Tuhan kita
Asal engkau kuat dan terus maju,
aku akan terus kuat dan terus maju juga
Asal engkau selalu bahagia, maka
daku turut merasakan hal yang sama
Ketahuilah, bahwa aku ingin
engkau tahu
Bahwa aku merindukan engkau
selalu
Rindu suara mu, senyum mu,
menatap wajahmu, dan menyaksikan suka duka mu
Namun, TUHAN SUDAH SEDIAKAN WAKTU
UNTUK ITU SEMUA!
Yer
29 Mei 17

Duhh.. om :') SuperLovee
BalasHapusTerimakasih untuk responnya yang indah sekali! Om mengasihi Megalista. God bless you...
BalasHapus