zmedia

UMAT YANG TIDAK TERTOLAK


Aku akan membuat kuat kaum Yehuda, dan Aku menyelamatkan keturunan Yusuf. Aku akan membawa mereka kembali, sebab Aku menyayangi mereka; dan keadaan mereka seakan-akan tidak pernah ditolak oleh Aku, sebab Akulah TUHAN, Allah mereka, dan Aku akan menjawab mereka.
(Zak 10:6)



Tertolak diambil dari kata dasar tolak, yang berarti: sorong atau dorong; jika tertolak maka ini adalah tindakan penyorongan atau mendorong, ini tandanya dipisahkan atau dibuat terhindar dari sesuatu. Jika sesuatu itu adalah manusia sesama kita, maka oleh karena beberapa hal yang menyakitkan, kita sering menolak orang untuk bersama dengan kita. Kita membuat ia menjadi terpisah atau jauh dari diri kita. Inilah menolak. Judul renungan di atas berbicara tentang umat Tuhan. Sebagai contoh yang dapat disaksikan dengan jelas, Israel adalah bangsa yang secara khusus mengalami penyertaan Tuhan dengan jelas. Dari sejak Abraham, Ishak, Yakub, perbudakkan di Mesir, 12 suku menduduki tanah Kanaan, hingga kepemimpinan para raja, dan sampai Israel terbelah dua (Israel dan Yehuda) dan yang terakhir hingga kembali di buang ke Babel...! Tangan TUHAN yang perkasa tidak pernah meninggalkan mereka, sebagai umat pilihan.

Tetapi didalam perjalanan tersebut, seringkali Israel berpikir bahwa keadaan mereka mempengaruhi Tuhan untuk melihat mereka. Zakharia 10:9 berkata “Sekalipun Aku telah menyerakkan mereka ke antara bangsa-bangsa...”, fakta ini jika dihubungkan dengan pelanggaran yang terlalu sering mereka lakukan, maka Israel cepat-cepat mengambil kesimpulan bahwa Allah telah berubah terhadap mereka, Allah telah menolak mereka sebagai umat pilihan. Sampai di sini maka kita semua orang-orang yang percaya, persis sama dengan Israel. Kita sering mengira bahwa status kita sebagai umat yang dipilih dan dikasihi oleh Tuhan dapat berubah, dan dapat di tolak oleh TUHAN oleh karena pelanggaran-pelanggaran yang kita lakukan setiap harinya.

Oleh sebab itu, ini adalah berita penghiburan dan janji kekal dari Tuhan, bahwa Ia ternyata tidaklah pernah dan tidak akan menolak kita sebagai umat milik-Nya. Ini kekal dan sempurna tanpa kekurangan satu apapun. Dalam situasi yang layak untuk ditolak, Zakharia membawa berita keselamatan terhadap Yehuda (umat Tuhan), bahwa “Aku akan membawa mereka kembali, sebab Aku menyayangi mereka; dan keadaan mereka seakan-akan tidak pernah ditolak oleh Aku...” (ay 6). Benarkah Allah hanya seakan-akan saja tidak menolak Israel, termasuk kita sebagai gereja-Nya? Dalam terjemahan yang lain (NIV & KJV) tidak ada kata seakan-akan, tetapi jika dalam bahasa Indonesia ada kata seakan-akan, maka ini ditafsirkan sebagai bahasa Tuhan yang mengikuti perasaan manusia, yakni Israel yang sudah merasa ditolak oleh Tuhan. Ini bagaikan suntikkan obat yang masuk kedalam tubuh yang dipenuhi oleh racun..! Maka dengan itu, Allah sungguh-sungguh tidak pernah satu kalipun menolak kita sebagai umat-Nya, yang telah Ia pilih sebelum dunia di jadikan (Ef 1:4), meskipun kita selalu melanggar kehendak-Nya.

Maka sekarang, ada dua kebenaran yang harus kita sadari agar memiliki keyakinan bahwa kita tidak pernah di tolak oleh Allah berdasarkan nats ini:

Sadarilah bahwa Allah tidak pernah berubah (6c).
Sebagai manusia yang lemah, kita sering lupa bahwa Allah adalah Allah yang tidak pernah berubah. Oleh karena itu hal pertama yang harus kita lakukan agar memiliki keyakinan bahwa Allah tidak pernah menolak kita, adalah: Sadar...!!! Sadarlah bahwa “sebab Akulah TUHAN, Allah mereka...”(ay 6c). Yang menjadi Allah atas Israel dan kita orang percaya adalah TUHAN. Tuhan yang tidak pernah berubah. Dia tetap Allah sampai selama-lamanya, dengan seluruh sifat yang ada dalam diri-Nya. Kata “Akulah TUHAN”, adalah penekanan yang diberikan oleh Allah kepada kita untuk tidak mau di tipu oleh perasaan yang menuduh kita bahwa Allah dapat berubah untuk menolak, tetapi Dia tetap Allah yang telah memilih dan tidak dapat berubah.
Manusialah yang dapat berubah-ubah, di sebabkan situasi kondisi tertentu kita sering menjadi tidak konsisten. Sementara Allah? Tidaklah demikian, sebab jika demikian, maka kita menyamakan Ia dengan kita manusia yang lemah dan hina. Pemazmur berkata bahwa “TUHAN melakukan apa yang dikehendakiNya, di langit dan di bumi, di laut dan di segenap samudera raya” (Maz 135:6), melalui ayat ini kita ketahui bahwa semua yang Allah lakukan atas kita adalah berdasarkan kehendak-Nya, dan kehendak Allah tidak mungkin berubah!
Jika demikian kesadaran yang kita miliki, maka dipastikan bahwa jemaat Tuhan yang saya kasihi akan memiliki kepercayaan bahwa Allah tidak akan pernah menolak saudara-saudari sekalian, sebab Dia tidak pernah berubah!!!

Sadarilah bahwa Allah pasti menggenapi janji-Nya (ay 4-5, 6a & 8)
 “Dari pada mereka akan muncul batu penjuru, dari pada mereka akan muncul patok kemah, dari pada mereka akan muncul busur perang, dari pada mereka akan keluar semua penguasa bersama-sama” (ay 4). Ini adalah janji Allah terhadap Yehuda mengenai Kristus sang Mesias yang akan lahir kemudian. Jika Israel ditolak (Yehuda), maka janji penebusan ini tidak akan tergenapi. Oleh sebab itu, Ia pasti menggenapi janji-Nya, dan ini berarti; Allah tidak akan pernah menolak umat-Nya!
Janji Tuhan adalah janji sepihak  (ini disebut covenan). Yang artinya adalah bahwa yang membuat janji hanya Allah sendiri, tanpa ada intervensi umat-Nya. Sehingga inilah yang menjadi dasar bahwa Allah tidak mungkin memungkiri janji yang telah Dia buat terhadap umat pilihan-Nya. Janji manusialah yang dapat gagal dan tidak terlaksana apa yang semua telah direncanakan sebelumnya.
Ibrani 6:13 berkata; “Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari pada-Nya,”. Janji-Nya adalah sumpah demi diri-Nya sendiri! Dan hal ini sangat penting untuk kita percayai, sebab sama seperti Israel, bahwa kita sering meragukan janji-janji Allah dalam hidup kita. Apa yang Allah janjikan juga kepada Yehuda adalah; bahwa Allah akan membuat kuat kaum Yehuda, dan menyelamatkan keturunan Yusuf. Maka keragu-raguan yang sering timbul adalah; apakah Allah sungguh menepati apa yang telah Ia janjikan kepada mereka? Bukankah keadaan Yehuda saat itu sepertinya tidak memberikan sedikitpun tanda?
Jawaban untuk pertanyaan keragu-raguan itu adalah: “Aku akan bersiul memanggil mereka dan Aku akan mengumpulkan mereka, sebab Aku sudah membebaskan mereka, dan jumlah mereka menjadi banyak seperti dahulu” (ay 8). Lihatlah kepada teks yang saya garis bawahi, bahwa janji Tuhan adalah sudah membebaskan mereka...!!! Janji Tuhan adalah sudah, dan bukan belum atau nanti. Sebab Allah melihat tidak seperti mata manusia melihat, Allah melihat kepada keseluruhan rencanan-Nya yang telah Ia pampangkan di sepanjang sejarah, hingga kerajaan kekal.
Janji Tuhan atas kehidupan umat-Nya adalah janji penyertaan dan janji hidup kekal. Dua janji ini berhubungan dan berbarengan. Tidak ada yang mendahului atau belakangan. Sebab penyertaan Tuhan atas kehidupan kita adalah bagi penggenapan penebusan-Nya yang sempurna menuju hidup kekal yang telah Ia sediakan bagi kita. Itulah sebabnya Yesus memberitahukan itu kepada murid-murid-Nya, yang dilaporkan oleh Yohanes dalam injil Yohanes 14:1-14, agar tidak gelisah hati mereka serta tidak memungkiri akan penggenapan yang Yesus akan nyatakan.
Janji Tuhan yang pasti dan tidak pernah gagal, akan membuat kita hidup dalam kepastian dan tidak mudah untuk menjadi gelisah, oleh karena jatuh bangun yang terjadi dalam kehidupan kita. Dengan ini maka keyakinan bahwa Allah tidak akan menolak umat-Nya akan menjadi sauh yang kuat bagi saudara/saudari sekalian didalam menjalani kehidupan ini, dengan tetap memandang kepada kebesaran kasih karunia-Nya!

Dengan menyadari dua kebenaran di atas, maka kita akan mempercayai bahwa Allah tidak akan pernah menolak umat pilihan-Nya. Oleh sebab itu, jadilah orang yang memiliki kepastian yang tidak pernah berubah mengenai status saudara/saudari dihadapan Tuhan, yang akan mempengaruhi cara kita menyikapi segala yang terjadi dalam kehidupan ini. Amin, Tuhan Yesus memberkati!!!



Posting Komentar untuk "UMAT YANG TIDAK TERTOLAK"