Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.
(Mzm 133:1-3)
(Mzm 133:1-3)
Jika kita melihat dunia
sekeliling kita, baik di lingkungan di mana kita hidup, maupun melalui
televisi, surat kabar dan media sosial; maka hal kerukunan merupakan perkara
yang jarang kita temukan! Dimana-mana terjadi pertikaian, baik antar pribadi
maupun ormas. Baik di dalam rumah tangga maupun di dalam kehidupan berbangsa
dan bernegara! Yang satu berusaha menguasai dan yang satu melawan untuk tidak
di tindas... dengan ini maka kerukunan tidak kita temukan sama sekali! Apakah
yang menyebabkan ini semua terjadi diantara kita?
Manusia adalah makhluk hidup yang memiliki kemampuan
untuk berpikir. Dia memiliki hati dan pikiran serta ide yang selalu ingin agar
di tuangkan di tengah-tengah kehidupan berelasi dengan sesama. Manusia adalah
manusia yang tidak ingin ide nya tidak di hargai oleh orang lain. Namun justru
inilah yang menyebabkan pertikaian sering terjadi diantara kita! Ketika kita
mempertahankan kebenaran kita sendiri, dan tidak membuka diri untuk menerima
orang lain. Jika sudah demikian apakah ada kebaikan dan keindahan di sana?
Apakah dengan ketiadaan kerukunan maka akan tercipta kebaikan dan keindahan...?
Jawabannya adalah tidak!
Ternyata kebaikan dan keindahan hanya kita temukan ketika
ada kerukunan diantara kita! Ayat pertama berkata; “Sungguh,
alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!”. Daud menuliskan mazmur ini sebagai nyanyian
ziarah ketika semua suku Israel berkumpul di Yerusalem, dalam bait suci untuk
mengadakan ziarah di sana. Maka dalam kesempatan yang baik itu, dikala kedua
belas suku Israel berkumpul, Daud berseru bahwa alangkah baik dan indah jika
mereka diam bersama dengan rukun! Rukun artinya damai dan bersatu hati. Keadaan
yang demikianlah yang dikatakan baik dan indah. Meskipun mereka dari
latarbelakang suku masing-masing, tetapi mereka adalah umat Tuhan yang harus
menciptakan kerukunan itu diantara mereka. Sampai di sini maka hendaklah gereja
serta keluarga Kristen memulai & menjaga kerukunan diantara keluarga
mereka: suami terhadap isteri, orang tua terhadap anak, saudara dekat dan jauh,
serta rekan siapapun dia.
Kristus telah memulai kerukunan diantara kita; dengan
cara Ia berkorban; datang menjadi manusia, menebus dosa kita agar tercipta
kerukunan baik di antara kita terhadap diri-Nya (2 Kor 5:18, Kol 1:20) maupun
di antara kita sebagai umat pilihan Tuhan (Ef 2:14-20). Untuk lebih menggugah
hati kita akan betapa pentingnya kerukunan itu, maka di bawah ini ada dua
alasan mengapa kerukunan menjadi begitu penting dalam hidup kita:
- Kerukunan di Umpamakan seperti Minyak & Embun (ay 2-3a)
Minyak adalah unsur penting dalam
peribadatan Israel, terutama didalam penahbisan seorang imam dan Harun adalah
imam pada masa-masa awal Musa memimpin Israel keluar dari Mesir (Kel 29:7).
Minyak (zaitun & urapan) melambangkan kekudusan: dalam dua arti bahwa jika
seorang imam seperti Harun di urapi dengan minyak yang membasahi kepalanya lalu
meleleh kejanggut Harun sampai ke leher jubahnya maka Harun adalah orang yang dikhususkan
oleh Allah! Dia spesial dimata Tuhan untuk mengerjakan pekerjaan yang mulia dan
sakral dalam peribadahan di bait suci. Lalu arti yang kedua adalah bahwa Harun
secara otomatis terpisah dari kehidupan duniawi: ia mengarahkan hati dan
pikirannya hanya kepada Tuhan! Jika demikian hal nya, maka kerukunan adalah hal
yang kudus. Kerukunan bukanlah perkara yang sembarangan atau murahan, tetapi
bernilai kekal. Jika ada kerukunan itu tandanya hidup anda adalah hidup yang
telah dikuduskan oleh Tuhan. Hidup anda adalah hidup yang spesial dan berharga
dimata Tuhan!
Sekarang kita melihat ayat ke 3a yang
mengumpamakan kerukunan seperti embun gunung Hermon. Embun adalah titik-titik
air yang menguap dari udara disekitarnya, berfungsi untuk menyejukkan
permukaan. Embun membuat kita yang merasakannya penuh dengan ketenangan dan
kenikmatan. Dan embun itu adalah embun gunung Hermon yang turun ke atas
gunung-gunung Sion, ini artinya embun itu membasahi juga gunung-gunung yang ada
disekitarnya. Jika demikian apakah artinya semua ini? Artinya adalah bahwa
kerukunan akan menyebabkan terciptanya ketenangan dan kenikmatan serta akan
mengalir ke pribadi lepas pribadi. Dari satu orang kepada orang yang lain, dan
dari keluarga kepada keluarga yang lain!
Dari kedua penelahaan kita di atas
terhadap kedua ayat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kerukunan menandakan bahwa kita adalah orang yang
dikuduskan Tuhan dan hidup dalam ketenangan yang juga mewarnai hidup
orang-orang disekeliling kita mengalami hal yang sama. Inilah baiknya dan
indahnya kerukunan itu yang menyebabkan hal tersebut begitu penting dalam hidup
kita sebagai orang percaya.
- Di Kerukunanlah Berkat Tuhan di Perintahkan (ay 3b)
Ada beberapa hal yang perlu kita
perhatikan tentang bagian ini. Pertama: Ini
adalah ketetapan. Di awali dengan
kalimat: “Sebab ke sanalah TUHAN
memerintahkan berkat”. Ini merupakan ketentuan dari Tuhan bahwa ada posisi
yang dimana posisi tersebut adalah keberadaan yang diberkati. Ketetapan ini
tidak mungkin bisa di ganggu gugat oleh siapapun! Sebab apa yang Tuhan
tetapkan, itu pasti terlaksana dengan sempurna tanpa kekurangan satu apapun
atau gagal (Ayb 42:2).
Kedua:
Kerukunan adalah posisi diberkati. Posisi yang Tuhan sudah tetapkan
untuk diberkati adalah di dalam kerukunan. Jika setiap kita menghendaki berkat
Tuhan, maka hal pertama yang harus kita sadari adalah: akan adanya kerukunan
(damai, ketenangan, sukacita, kesatuan dan kebahagiaan) diantara kita. Berkat
itu pasti ada, sebab dikatakan oleh firman Tuhan: “ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat”, garis bawahi kata
memerintahkan! Jadi di sini kita ketahui bahwa berkat itu diperintahkan oleh
Tuhan! Kita hanya bisa memohon, dan kehendak Tuhan pasti akan terlaksana sesuai
dengan rencana-Nya untuk memberkati kita.
Ketiga: Kehidupan selama-lamanya adalah berkat yang
Tuhan perintahkan! Kehidupan yang dimaksud di sini adalah kehidupan kekal
yang sudah dimiliki oleh orang percaya. Itulah sebabnya ia dapat hidup rukun
antara satu dengan yang lainnya, karena telah memiliki ciri-ciri kehidupan
sorgawi yaitu: penuh damai dan sukacita! Berkat ini mempengaruhi kehidupan kita
yang masih menginjakkan kaki dibumi ini. Seraya mata kita memandang ke sorga,
namun kaki kita masih berpijak di dunia ini dengan mengecap karunia-karunia
sorgawi!
Dengan melihat kepada kedua alasan di
atas, maka hendaklah kita sebagai orang percaya: menyadari akan betapa
pentingnya kerukunan itu. Mari kita jaga kerukunan dengan kerelaan untuk
merendahkan diri satu dengan yang lain, seperti Kristus yang telah mengorbankan
diri-Nya untuk memperdamaikan kita dengan diri-Nya dan sesama kita! Amin, Tuhan
memberkati anda! Shalom...!

Posting Komentar untuk "HIDUP DALAM KERUKUNAN"