Di keheningan ku
Di kesendirian ku
Adalah masa-masa yang begitu dirindukan
Menjadi waktu yang kian lama tak terasa lagi
Dahulu... itu kata ku
Adalah saat-saat di mana ada banyak devosi mendalam
Ada banyak renungan di hati yang tersirat
Berbicara seolah tak pernah hentinya
Cukup lama tak kurasa
Dan kini tahulah aku
Bahwa sangat rindu hati ini
Akan saat-saat itu
Saat-saat di mana kesendirian dalam tatapan wajah-Mu
Hanyut dalam masa syahdu manisnya kasih-Mu
Tetesan air mata bergelimang tanda haru jiwa ini
Akan kemuliaan dan indahnya kasih Mu
Itu terasa dekat sekali
Bahkan Engkau dapat ku raba dengan tangan ku
Engkau dapat ku lihat dengan hati ku
Engkau dapat ku peluk, dan ternyata aku dapati di dekapan Mu
erat...
Setiap hari aku termenung diam
Adakalanya aku seperti orang berbeban berat sekali
Di sebabkan hati yang bertanya
Dan kerinduan yang amat dalam
Bahwa kapankah lagi?
Kapankah semua itu kembali seperti semula
Saat kapan aku bisa seperti waktu itu
Aku ingin lagi Tuhan, ingin...
Ingin habiskan waktu tenang ku
Ingin habiskan saat renung ku
Ingin duduk di kaki Mu
Dan Engkau buat hati ku teriris kasih Mu
Ingin berpikir dan merasa di bangku
Ingin terkulai oleh embun di pagi hari
Ingin menari bersama Mu dalam penantian akhir dari senja
sore itu
Dan ingin tertidur tenang, sementara jiwa ku terbang bersama
Mu
Tidak di sibukkan oleh kenyataan ini
Tidak di pusingkan oleh susahnya “tanggung” ini
Tidak diributkan oleh pencukupan ini dan itu
Serta tidak pergi ke sana dan kemari hanya karena “beban”
yang ku timpakan sendiri!
Sebab itulah...
Sebab karena itulah...
Aku perlahan-lahan mulai lupa akan semua tadi
Aku berlari entah kemana, sampai banyak jalan yang sesat ku
lalui
Terlalu berlikut hingga sulit untuk aku kembali
Terlalu panjang hingga terasa lama aku sampai
Terlalu mendaki sampai-sampai ku cium lutut ku tanda lemah
sekali
Dan begitu menurun..., serasa sulit untuk berhenti!
Maka ingin ku akhirilah ini semua
Meski tak sepenuh itu terjadi
Namun perlahan tapi akan sampai jua
Sekalipun aku coba, tapi Dia yang sanggupi
Maka akan banyak inspirasi yang bisa ku pelajari
Ada banyak bahan yang dapat ku gali
Berjuta kenangan tadi kan kembali lagi
Bagai matahari yang kan terbit di pagi hari
Ada banyak sukacita yang kan tercipta
Beribu ketenangan akan mengalir
Dan dibawa hanyut oleh air kegirangan
Hingga sampai pada muara kepuasan yang senantiasa haus...
Aku yakin bahwa ada banyak mereka yang berbahagia di sini
Jika sampai jua aku kembali
Bahkan ada seseorang yang sudah lama merindukan aku seperti
itu lagi
Meski tak terucap di bibirnya, namun ada dalam renungan hati
nya!
Jadilah, dan bersiaplah...
Aku akan bersukacita kembali
Aku akan berbahagia sekali
Seperti cinta mula-mula itu ada, tentang...
Engkau dan tentang ciptaan-Mu
Akan kembali banyak pena ku menulis lagi
Akan kembali banyak sajak ku tercipta
Juga kan lagi tercipta lantunan bait nyanyian bagi-Mu
Dan banyak goresan-goresan kecil di buku Penuntun yang
Engkau titipkan.
Hanya ini rintihan hati ku
Sampai disini suara jiwa ku berkata-kata
Sebab semua kan berbeda
Balik sediakala...
Yer
07 Mei 2018

Posting Komentar untuk "Aku Ingin Lagi Tuhan, Ingin...!"