zmedia

"Rezeki"




Pada saat teduh pagi saya, Mazmur 111 menjadi bacaan saat itu. Di tengah pembacaan tersebut saya sangat terkesan dengan apa yang Allah katakan diayat ke 5, “Diberikan-Nya rezeki kepada orang-orang yang takut akan Dia. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya”. Berulang kali saya baca dan berulang kali pula saya diteguhkan pagi itu. Entah kenapa saat itu saya di bawa pada perenungan tentang kenyataan yang selama beberapa waktu belakangan ini kami alami bersama jemaat yang saya layani. Di mana Gereja kami sangat di berkati oleh Allah dalam hal proses pembangunan fisik Gereja, bahkan lebih dari itu; apa yang menjadi kebutuhan kami (saya secara pribadi) setiap harinya senantiasa Allah cukupkan! Seketika Mazmur 111:5 menjadi ayat yang selalu saya ingat dalam 1 minggu ini. Oleh sebab itu melalui catatan kali ini, dengan singkat mari kita bersama-sama merenungkan apa pesan Tuhan menyangkut perihal ‘Rezeki’.

Rezeki itu adalah ‘segala sesuatu yang di pakai untuk memelihara kehidupan’ ; baik itu makanan, pakaian, rumah dan lain sebagainya. Segala sesuatu yang kita butuhkan untuk memelihara kehidupan! Jika mau mengacu pada apa yang di identikkan oleh kebanyakan orang, maka rezeki itu kita sebut uang dan makanan. Untuk dapat uang maka harus kerja! Untuk dapat makanan kita harus bekerja! Itu hukum yang ada dan telah di tetapkan oleh Tuhan Allah sendiri, ketika manusia diciptakan oleh Allah. Kata yang digunakan didalam kitab permulaan tentang bekerja adalah “mengusahakan” (Kej 2:5, 15 dan 3:23). Sementara mengusahakan itu sendiri berarti : mencarikan daya upaya atau mengerjakan, yang berasal dari kata usaha : kegiatan dengan mengerahkan tenaga, pikiran atau badan untuk mencapai suatu maksud. Di sini kita melihat bahwa bekerja dan mengusahakan adalah dua kata yang memiliki arti yang sama. Kita mengerjakan sesuatu atau mengusahakan sesuatu yang dengan demikian maksud kita tercapai, kebutuhan untuk memelihara kehidupan kita tercapai!

Sekarang hal yang perlu untuk kita ketahui adalah ternyata bekerja itu sendiri pada mulanya bukanlah merupakan hal yang sangat sulit bagi manusia, sebab ketika Allah pertama kali menciptakan manusia yaitu Adam, Allah menjadikan hal bekerja atau mengusahakan menjadi hal yang mudah untuk di kerjakan! Namun semua itu menjadi berubah ketika manusia jatuh ke dalam dosa. Mari kita pelajari dengan cepat...

Ingatlah bahwa bekerja atau mengusahakan bukan Allah buat menjadi ada ketika manusia sudah jatuh ke dalam dosa, tetapi sebelumnya seperti yang sudah kita bahas. Tetapi terjadi sebuah perpindahan yang tragis, di mana bekerja adalah sebuah hal yang mudah menjadi hal yang “bersusah payah”. Mari kita lihat ayatnya “Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu”. (Kej 3:17). Allah mengutuk tanah karena Adam yang selanjutnya berakibat pada menjadi susah payah untuk mencari rezeki dari tanah itu sendiri. Padahal sebelumnya tidak ada masalah, tidak ada susah payah dan tidak ada yang terkutuk. Kejadian 2:15 “TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu”. Tetapi ketika tragedi dosa masuk maka bekerja untuk mencari rezeki menjadi berubah! Kejadian 3:23 mencatat “Lalu Tuhan Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil”, ingat bahwa tanah dari mana ia diambil itu telah dikutuk oleh Tuhan Allah, lalu kita bisa membandingkan dengan apa yang terjadi setelah kisah orang tua kita ini kepada anak nya Kain, bahwa Tuhan mengatakan “Apabila engkau mengusahakan tanah itu, maka tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu...” (Kej 4:12). Bisa dipastikan bahwa itulah yang terjadi atas seluruh manusia yang hidup seterusnya, bahwa segala sumber penghasilan sudah tidak memberikan hasil sepenuhnya lagi kepada kita! Jika kita menabur 10 maka kemungkinan ada 4 yang gagal dan hanya 6 yang berhasil, bahkan ada yang bekerja mati-matian akhirnya tidak menikmati apa yang ia kerjakan, maka kita perlu bekerja lebih keras, berpikir lebih keras dan segala upaya di coba oleh manusia. Inilah keadaan di segala zaman tanpa ada yang sanggup mengubahnya, KECUALI.....!

Kecuali bagi kita yang ada di dalam Kristus Yesus. Sebab bagi kita yang percaya semua telah di pulihkan, termasuk kerusakan bekerja yang dulu dibuat oleh leluhur kita! Harus selalu di ingat bahwa detik terakhir ketika Tuhan Yesus hendak menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib, Ia mengatakan “Sudah selesai” (Yoh 19:30). Secara khusus Ia mengatakan bahwa dosa sudah selesai, urusan dosa atas umat Ku sudah selesai! Kini mereka sudah bebas... mereka sudah beres atas dosa! Maka secara umum..., akibat dosa yang menjadikan pekerjaan berubah pun sudah selesai. Akibat dosa yang merusak pekerjaan sudah selesai, sekarang sudah kembali seperti semula dalam hal sumber berkat namun dalam pelaksanaannya... Allah tetap memakai pekerjaan sebagai sarana dimana Ia mencurahkan berkat-Nya. Anda tidak perlu meninggalkan pekerjaan anda sekarang, seolah-olah Allah tidak memakai pekerjaan anda itu. Anda juga tidak boleh berpikir bahwa rezeki anda oleh karena susah payah anda sendiri! Sebab...

Yang berlaku atas kita adalah “Berkat TUHANlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya” (Ams 10:22). Kini... didalam pekerjaan kita jika tanpa berkat Tuhan, maka tidak akan pernah menjadi hal yang berguna bagi kita! Kini... ternyata hanya Allah sajalah yang menjadi sumber berkat, sumber rezeki bagi kehidupan kita anak-anak-Nya. Melanjutkan Mazmur 111:5 tadi maka saya yakin bahwa meskipun anda dan saya mungkin tengah di dalam masa yang sukar, tetaplah percaya kepada-Nya. Sebab diberikan-Nya rezeki kepada orang-orang yang takut akan Dia. Posisi kita telah berubah dari yang sebelumnya adalah bekerja di lahan yang terkutuk, sekarang telah berada dan bekerja di atas lahan yang subur, berumput hijau (Maz 23) dan di berkati oleh Tuhan Allah. Maka jangan pernah menganggap rendah apapun pekerjaan anda saudara ku, sebab melalui itu Allah akan memberikan rezekinya kepada mu! Sebab janji Tuhan tidak akan pernah Ia lupakan, Ia ingat untuk selama-lamanya akan janji-Nya. Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengajari kita untuk jangan kuatir tentang hidup ini, tentang apa yang hendak kita makan atau minum, akan apa yang hendak kita pakai, sebab ketika kita mengutamakan kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semua yang menjadi kebutuhan kita tadi akan ditambahkan oleh Tuhan sendiri! Wow... dahsyat! Bagaimana caranya? Melalui berbagai sarana tentunya; bisa melalui tangan orang lain, baik kenalan bahkan yang tidak kita kenal sekalipun, melalui benih yang kita tabur, melalui ternak yang kita pelihara, melalui kantor yang kita kelola, melalui toko yang kita buka, melalui bisnis yang kita rintis, melalui dagangan kita di kaki lima, melalui... melalui... melalui... melalui apa saja yang kita kerjakan bagi kemuliaan Tuhan!   
Maka saya hendak memberikan sebuah pernyataan indah di sini “Seraya kaki berpijak melangkah di tanah bumi bulat ini, marilah mata memandang di mana Tuhan Allah berada...”

Yer. 16 Juli 2018
Kabar Baik Betung - Landak, Kalimantan Barat

Posting Komentar untuk ""Rezeki""