zmedia

Giatlah Selalu



 “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia” (1 Kor 15:58)

Setelah panjang lebar rasul Paulus mengemukakan pesannya kepada jemaat di Korintus maka kini ia sudah hampir tiba di penghujung dari suratnya. ‘Karena itu...’, adalah kata yang kerapkali kita ucapkan di saat ingin menyimpulkan 20 halaman uraian yang kita susun sedemikian rupa! Setelah semua itu maka hendaklah berdiri teguh, jangan goyah dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan!

Ketika saya merenungkan bagian firman Tuhan yang indah ini, kalimat ‘giatlah selalu’ tiba-tiba menarik perhatian saya. Untuk seketika saatnya saya di bawa dalam perenungan akan masa-masa yang sudah saya lewati, lalu berbalik arah kepada waktu yang akan saya lalui nanti. Perenungan singkat ini membuat saya malu, sedih dan merintih! Karena saya sangat sadar bahwa masih banyak pekerjaan Tuhan yang belum terselesaikan, masih banyak tugas yang mesti terselesaikan namun tertunda..., masih bertumpuk pekerjaan yang belum maksimal saya kerjakan. Apalagi jika saya mengenang masa-masa permulaan ketika pertamakali melaksanakan pekabaran Injil di tempat di mana sekarang saya hidup dan melayani, huhsss.... sungguh mereka sedikit saya kunjungi dan doakan!

Saya sadar sekali bahwa seringkali terlalu lama mempersiapkan bahan kotbah, terlalu lama urusan pelayanan di luar, terlalu sering tidur larut malam karena belajar dan urusan pekerjaan rumah, sering bepergian dan mengerjakan pekerjaan di luar! Belum lagi jika ada masalah-masalah yang harus saya urusi di luar...! Ini menyita waktu saya untuk bisa duduk santai bersama jemaat yang saya layani. Terkadang dalam 1 minggu hanya 2-3 kali saja berkunjung dan mendoakan mereka! ‘Ya ampun, begitu mirisnya hati ku!!!”

Tidak bisa saya lupakan apa yang Bapa ku katakan "Gembalakanlah domba-domba-Ku" (Yoh 21:16). Ini adalah tugas yang Dia embankan pada seorang hamba yang selalu belajar untuk menyenangkan hati sang Bapanya. Meski ia sadar juga bahwa tidaklah selalu hal itu terjadi, namun ketika ia memulai, maka Dia selalu melihat hatinya! Itulah sebabnya tugas sebagai gembala dari domba-domba yang Allah percayakan ini haruslah dikerjakan dengan sungguh-sungguh lagi. Lebih giat lagi..., lebih berjuang dan bekerja keras lagi. Untuk membawa mereka kepada pengenalan yang mendalam akan Allah.

Dilanjut kisahnya kepada pekerjaan pekabaran Injil. Kini sekali lagi saya merasakan rintihan pedih di sanubari terdalam,  sebab masakan daku lupa dan menjadi lelah akan amanat-Nya yang agung itu;  Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman".  (Mat 28:19-20). Oleh perintah inilah sehingga saya ada! Oleh berita inilah sehingga kami rela memisahkan diri kami dari orang-orang yang kami kasihi, pergi ke tempat di mana kami menjadi orang asing, bahkan terkadang tidak ada tempat bagi kami untuk meletakan kepala ini. Bukan hanya rela membagikan Injil kepada mereka, tetapi lebih daripada itu, memberi hidup kami untuk mereka “Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi” (1Tes 2:8). Mereka adalah umat yang terhilang dan tersesat, serta mungkin akan binasa jika saja tidak mendengarkan Injil keselamatan! Oleh pekerjaan inilah sehingga mereka telah menjadi mahkota kami di hadapan Kritus Yesus  “Sebab siapakah pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau bukan kamu? Sungguh, kamulah kemuliaan kami dan sukacita kami” (1Tes 2:19-20).\

Sungguh tidaklah mungkin saya boleh menjadi lelah atau lalai dalam tugas ini,  sementara oleh tugas inilah kami ada dan bekerja sampai hari ini. Namun Tuhan katakan dengan sentuhan-Nya yang lembut bahwa “masih kurang”. Pekabaran Injil ini mesti di kerjakan dengan lebih giat lagi Theos...! “Oh Tuhan..., ingin hancur hati ku jika Engkau berkata seperti itu....” Betapa saya malu dan merasa tak berguna.., jika hanya sampai di sini saja langkah kaki ini. Maka kini haruslah lebih giat lagi dalam pekerjaan Tuhan. Pekabaran Injil mesti di lakukan segiat mungkin, sesering mungkin! Bahkan dalam beberapa waktu belakangan ini saya sedang berdoa ”Apakah Tuhan mau memakai kami untuk menjangkau kampung yang sulit untuk di datangi?” Pertanyaan ini saya terus diskusikan dengan rekan seperjuangan saya yang dalam 1 minggu ini bersama dengan saya dalam pekerjaan penjangkauan jiwa-jiwa di 2 kampung.

Giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Karena semua yang kita tabur tidak akan pernah sia-sia. Apa yang kita perbuat bagi pekerjaan Tuhan akan kita tuai jika kita tidak menjadi lemah! “Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah” (Gal 6:8-9).

Di dalam terjemahan bahasa Inggris versi King James Version ayat ini berkata “always abounding in the work of the Lord” : selalu berlimpah-limpah di dalam pekerjaan Tuhan. Mari kiranya kita selalu giat dalam pekerjaan Tuhan, selalu berlimpah-limpah dalam pekerjaan Tuhan! Suatu saat kita akan berjumpa di tempat yang kekal dengan gembira karena telah menunaikan tugas yang diberikan Tuhan kepada kita masing-masing! Tuhan Yesus memberkati.

3 komentar untuk "Giatlah Selalu"

  1. Waow mantaplh..q udh baca renungan sangat memberkati hidupku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Shalom! Puji Tuhan. Terimakasih banyak saudara ku. Tuhan Yesus memberkati

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus