“Sebab itu kamu harus
bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser
dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di
seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi
pelayannya”.
(Kolose 1:23)
Di sini kita akan kembali melihat
kepada apa yang telah diberitahukan oleh Rasul Paulus dalam bagian-bagian
sebelumnya. Setelah Rasul memberitahukan bahwa jemaat Kolose (kita semua)
adalah orang-orang yang memiliki Iman, Kasih dan Pengharapan (ay 1-8), lalu
kita juga adalah orang-orang yang dipenuhi dengan Hikmat dan Pengertian serta
Kekuatan (ay 9-14), dan bahwa kita beriman kepada Kristus yang adalah Gambar Allah,
Pencipta, Kepala, dan Sang Penebus (ay 15-22) maka kini ia hendak memanggil
kita semua dengan seruan yang paling kuat agar kita melakukan hal-hal sesuai
dengan keberadaan kita tersebut.
Keberadaan kita sebagai orang
percaya adalah keberadaan yang begitu mulia dan indah! Kenapa? Sebab ternyata
kita adalah orang-orang yang beriman, penuh kasih dan pengharapan! Penuh hikmat
dan kekuatan! Memiliki Kristus sang Gambar Allah, Pencipta alam semesta, Kepala
Gereja dan Sang Penebus yang agung! Bukankah ini adalah hal yang paling mulia! Ini
adalah posisi yang paling indah sebab ini adalah posisi untuk kembali kepada
Allah. Ini adalah keberadaan orang percaya; yakni Ia kembali kepada Allah.
Dengan mengingat keberadaan kita ini maka hendaklah kitapun sadar bahwa hidup
kita haruslah sesuai dengan keberadaan kita tersebut. Hendaklah apa yang kita
lakukan adalah sesuai dengan posisi kita. Bagaikan pohon apel yang mengeluarkan
buah apel juga! Demikianpun hidup orang percaya mengeluarkan buah-buah
kehidupan yang memuliakan Tuhan! Sekarang Paulus memberitahukan dua perbuatan
yang seharusnya kita lakukan dari keberadaan kita tersebut!
1. Bertekunlah
Dalam Iman!
Di sini kita melihat Rasul
memberikan sebuah perintah yang harus kita lakukan sebagai orang-orang yang
beruntung memiliki Kristus. “Sebab itu kamu harus berekun dalam iman, tetap
teguh dan tidak bergoncang” (ay 2). Setelah semua yang telah kita dapati di
dalam Kristus maka hendaklah kita bertekun di dalam iman. Atas posisi dan
keberadaan kita maka Allah memanggil kita juga untuk melakukan sebuah tanggung
jawab yang besar yaitu bertekun! Bertekun
artinya adalah; ‘rajin, keras hati, berusaha dan bersungguh-sungguh’ (KBBI).
Ini berarti anda harus dengan rajin di dalam iman, berkeras hati di dalam iman
dan berusaha sungguh-sungguh di dalam iman! Apa bedanya ketika kita berkata “Orang
itu bekerja dengan tekun!” dengan “Orang itu bekerja dengan setengah hati!”???
Bedanya adalah orang pertama bekerja dengan hati dan penuh kesungguhan, dan
tentunya menghasilkan hasil yang memuaskan. Tapi bagaimana dengan orang kedua?
Ia bekerja dengan sembarangan, asal jadi dan dapat dipastikan hasilnya
mengecewakan dan tidak sesuai dengan harapan.
Demikianpun kita sebagai orang
beriman! Jika kita bertekun dalam iman kita maka kita pasti melakukannya dengan
sepenuh hati dan mendapatkan hasil yang maksimal. Ini artinya anda mau
melakukan hal-hal yang berkaitan dengan iman. Jika dikatakan bertekun dalam
iman, berarti anda mau melakukan hal-hal yang berhubungan dengan iman. Anda mau
beribadah dengan setia, anda mau aktiv mengikuti persekutuan-persekutuan yang
diadakan, anda mau berdoa dan membaca Alkitab, anda mau melayani, anda mau
mengasihi dan anda mau setia melakukan kehendak Allah. Inilah bertekun! Jika kita
katakan kita beriman tetapi kita tidak bertekun di dalam iman tersebut, maka
kita berkata kosong. Kita berbohong tentang iman kita! Sebab kita tidak
melakukan hal yang seusai dengan apa yang kita yakini. Inilah yang hendak Rasul
Paulus serukan, agar kita tidak menjadi orang Kristen yang sembarangan, iman
yang kosong dan jadi batu sandungan, tetapi menjadi orang Kristen yang kokoh,
bertumbuh dan menjadi berkat!
2. Jangan Mau
di Geser!
Setelah di poin pertama Rasul
memberitahukan perbuatan pertama yang harus kita lakukan sebagai orang Kristen,
ia memberikan sebuah perintah maka kini ia memberitahukan sebuah larangan yang
harus juga kita taati. Apakah? Yaitu agar kita jangan sampai digeser! Di geser
dari apa dan dalam hal apa? Mari sekali lagi kita melihat kepada ayatnya “jangan mau digeser dari pengharapan Injil,
yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah
langit”. Dari pengharapan Injil; ini artinya kita jangan sampai digeser
dari Injil dan apa yang kita terima dari Injil. Injil adalah berita tentang
Kristus dan kehidupan kekal adalah apa yang telah kita terima dari Injil.
Berarti jika kita mau digeser, berarti itu sama saja kita meningggalkan Kristus
dan Kehidupan kekal! Sungguh adalah sebuah kebodohan jika kita mau meninggalkan
Kristus dan hidup kekal yang ‘ditawarkan’ oleh-Nya! Sebab sesungguhnya semua
manusia ingin memiliki kehidupan kekal itu, tetapi sangat disayangkan ternyata
mereka tidak menemukannya. Dan kita telah mengetahuinya, kita telah mendengarnya,
bahkan kita ada didalamnya! Masakan anda dan saya rela digeser dari itu semua!
Inilah yang Rasul Paulus maksud agar anda dan saya terus setia dan
jangan sampai digeser dari Injil. Sebab Injil itu telah kita dengar bahkan
telah tersiar ke seluruh alam di bawah langit. Sekarang ini orang Kristen di
Korea Selatan sungguh sangat-sangat bertumbuh dan berkembang dengan cepat,
sementara Gereja-Gereja di Amerika dan Eropa sedang ‘merosot’, bagaimana dengan
kita di Indonesia? Apakah kita mau bertumbuh dan berkembah atau ‘merosot’???
Semua ini ditentukan oleh apa yang akan anda lakukan! Apakah anda sadar akan
keberadaan anda atau tidak! Apakah anda mau melakukan hal yang sesuai dengan
posisi anda atau tidak! Semua kembali kepada kesadaran kita masing-masing. Amin!
By. Pdt. Theos M. Purba, S.Th

Posting Komentar untuk "Apa Yang Harus Aku Perbuat!"