zmedia

"Semalam Perjalanan"




Jalan itu lebar dan baik mulus ditatap sekilas
Satu tapak ku lalui hati sudah bergembira
Sebab pasti mudah untuk dilalui
Demikianlah kata hati dicela-cela keragu-raguan

Mencoba untuk menyakini bahwa semua akan baik-baik saja
Karena memang dirasa mata tidak akan menipu
Dengan keyakinan yang membumbung tinggi
Melangkahlah daku dengan hati dan seraya perpikir

Ternyata ada gelombang yang kuat menghantam
Ada penyempitan jalan yang terlalu menyakitkan
Tanpa rasa dan tanpa duga
Kaki telah mememar dan terluka oleh teriknya mentari membakar

Peluh terkucur deras tanpa jeda
Hati berkobar-kobar tanda kegelisahan yang kuat
Ingin maju... takut akan badai itu
Ingin mundur... aku lebih takut tidak sampai!

Ketika aku harus melihat sebuah tangisan dipinggir sana
Ketakutan menghantam kekuatan dan keberanian
Ketegaran telah dibawa tenggelam bersama pedihnya
Juga sakitnya telah menusuk hingga ke tulang-tulang

Di saat air mata menjadi sahabat terdekat
Tak kuasa menahan tangis siang dan malam
Tragedi yang tragis telah berhasil memikat hati yang hancur
Semakin dibawa pergi bersama kemana ia suka!

Ingin rasanya berdiam menanti
Menanti akan kedatangan Tangan Sang Ilahi
Namun rasa sesak mengumpal di dada
Ingin tidak bersabar dan rasa ingin mulai terjatuh...

Ya ampun... untuk seketika waktu berjalan
Angin sepoi dari manakah gerangan? Yang telah membawa pergi peluh ku bersamanya!
Serentak nafas ini begitu lega
Dan kaki ku terasa kuat bagaikan kaki sang rusa

Mulailah berdiri tanda datang pengharapan
Tangan pun telah lincah mengambil tempatnya
Mata berkaca-kaca berkilau tanda bergirang berlebih
Mungkin akan selamat; kata hati ku!

Sungguh tak ku sangka dan ku yakin
Bahkan aku tidak berhasil dibuatnya percaya
Walau hanya satu detik saja...
Percaya bahwa aku sadar;

Bahwa aku sedang berjalan menapaki jalan yang panjang
Di bawah sang rembulan di tengah malam yang indah!
Ternyata perasaan ku telah menipu kebenaran
Dan ternyata perasaan ku telah berhasil membutakan mata ku!

Ia telah berhasil membuat aku merasa bahwa:
Malam itu siang... teduh itu terik
Bulan yang indah itu matahari yang membakar
Kesejukan butiran embun menjadi panah api yang membakar!

Jalan yang panjang dapat ku lalui
Terasa dekat yang begitu terlalu sulit untuk ku arungi!
Jalan yang rata menjadi sukar ku tapaki
Dan kuat ku menjadi lemah ku...

Sungguh... andai saja dari awal ku nantikan Ia
Andai saja aku tetap memandang ke atas seketika kaki melangkah
Maka perjalanan ini hanyalah semalam perjalanan sahaja...
Terbuai dalam tidurku yang memanja
Terguring di belahan hati-Nya!

Yer, 30 Agustus 2017 / revisi 14 April 2020

Posting Komentar untuk ""Semalam Perjalanan""