“Nama yang harum lebih baik dari pada
minyak yang mahal, dan hari kematian lebih baik dari pada hari kelahiran”
(Pengkotbah 7:1)
(Pengkotbah 7:1)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ketika orang berkata: apalah arti sebuah nama?
Maka kini ku temukan sebuah jawaban yang paling terbaik
Jawaban atas celotehan yang kurang bijak itu
Atas sebuah nama dan arti sebuah sebutan
Bahwa ketika kisah tragis tercipta
Terajut kisah yang terkadang pedih untuk di ceritakan
ulang
Bagai sebilah pisau yang tajam
Bak menusuk terlalu dalam, ke kedalaman hati ini
Kisah itu terjadi tanpa ada yang dapat menduga
Tiada satu anak manusia pun yang dapat menerka
Kapankah ia akan berhenti untuk bernafas
Dan terakhir kalinya hendak berpijak di atas tanah ini
Bahkan ia sendiri mengira bahwa akan bisa melihat mentari
bersinar di pagi itu
Masih berpikir akan mengerjakan ini dan itu
Masih merasa dapat melihat wajah ku dan mereka
Juga masih berharap, akan dapat terlelap dalam mimpi yang
indah di malam nanti
Tetapi ketika Allah berkata lain;
Bahwa telah tiba saatnya untuk berpulang
Kembali ke tempat dimana Ia berasal
Menuju tempat yang kekal dan sempurna
Maka kini kami sungguh telah mendengarkan sebuah cerita
manis nan indah
Manis didengar oleh telinga ku
Dan indah di tatap oleh mata hati ku
Seolah aku ingin sekali memberitahukannya kepada mu...
Bahwa engkau dikenang dengan baik
Bahwa engkau di sanjung dengan baik
Juga engkau di kisahkan dengan begitu elok
Sampai aku ingin memberitahukannya kepada mu
Bahwa engkau sangat berarti bagi banyak orang
Engkau berguna bagi banyak orang
Diri mu sering membuat mereka tersenyum
Tanda bahwa engkau di senangi!
Sampai aku juga ingin sekali memberitahukan nya kepada mu
saat ini juga;
Bahwa aku adalah orang yang sering engkau buat bahagia
Aku adalah orang yang kerapkali engkau buat tersenyum
indah
Merasakan kasih yang mendalam dan murahnya hati mu
Luhurnya sikap mu juga syahdunya kesopanan mu...
Bagaikan sejuknya embun di pagi hari
Menyejukkan batin ku
Bagaikan lembutnya kain sutera
Telah menyentuh jiwa ku
Ku temukan kehangatan sebuah tangan yang mengasihi
Bahkan lebih dalam ku rasa dari seorang saudara
Ku jumpai kekuatan sebuah genggaman yang menopang
Bahkan lebih dalam ku rasa dari mereka yang terlihat kuat
Untuk membuat ku bergairah menjejaki ini semua
Melangkahkan kaki seraya mata memandang ke atas
Kepada apa yang telah Allah janjikan atas kita
“Bahwa hari esok, Dia masih akan menyingkapkan banyak
mujizat”!
Kini...
Saat ini
Dan sekarang juga
Aku hanya dapat mendengarkan suara yang berkata
Bahwa kami merindukan engkau Sahabat ku
Akan keharuman nama mu
Akan kebaikan nama mu
Semua yang indah tentang nama mu
Ini yang ku sebutkan waktu itu
Engkau telah mengoreskan tinta emas pada jalur hidup mu
Di atas kertas intan dan berlian
Sampai yang tertinggal hanyalah sebuah tulisan
Yang membahagiakan bagi mereka
Yang membaca maupun yang hanya sebatas mendengar
Yang menyenangkan untuk di kisahkan
Sejak saat itu sampai detik ini!
Sejak engkau pergi dari sini...
Hingga detik ini jua
Aku telah di buat bahagia atas nama mu
Bahwa “nama yang harum lebih baik dari pada minyak yang
mahal”.
Yer, 17 Jun 20
Kenangan alm. Ex (08 Jun 20)

Posting Komentar untuk "Bertemu dan Berpisah - #2"