zmedia

Bersama Yesus: Badai Pasti Berlalu!



“Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang."  (36)  Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.  (37)  Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.  (38)  Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"  (39)  Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.  (40)  Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"  (41)  Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?" Markus 4:35-41.


Satu hal yang paling ditakuti dan dihindari oleh para nelayan dan pelayar adalah badai! Badai adalah angin kencang yang menyertai cuaca buruk, sering kali ini terjadi ditengah laut atau tepian laut. Badai pasti akan membuat pelayar ketakutan dan menghambat perjalanan, bahkan tidak sedikit yang harus berakhir dengan tragis! Itulah sebabnya badai menjadi hal yang sangat menakutkan. Dalam kehidupan kita sebagai orang percaya, badai kehidupan juga ada! Badai itu akan membuat kita merasa kehidupan ini terasa begitu berat untuk dijalani. Badai itu kerap kali membuat kita jadi kesulitan, tertekan dan bahkan putus asa. Juga tidak sedikit orang dalam dunia ini yang menjadi frustasi, stress dan bahkan sampai nekat untuk membunuh dirinya karena tidak kuasa menghadapi badai kehidupan tersebut!

Badai kehidupan ini dapat kita saksikan dalam kehidupan kita sehari-hari, contohnya seperti; di saat apa yang kita kerjakan tidak berhasil, di saat apa yang kita terima tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, di saat kesakitan fisik menimpa kita, kondisi ekonomi yang begitu kekurangan, kehidupan keluarga yang tidak harmonis, perbuatan kurang baik dari orang lain terhadap kita, juga di saat dukacita menimpa kita ketika orang yang kita kasihi harus pergi untuk selama-lamanya dari kehidupan kita di muka bumi ini. Semua ini adalah contoh-contoh dari banyaknya badai kehidupan kita!

Jika memandang kepada badai tersebut, maka dalam sekejap saja maka anda dan saya akan segera putus asa dan ingin rasanya mengakhiri kehidupan ini! Sebab kita seperti merasa bahwa; badai ini begitu berat dan aku tak sanggup untuk menghadapinya! Lalu timbullah pertanyaan yang paling menakutkan, yakni; “Dimanakah Allah? Apakah Allah tertidur?” seperti yang terjadi ketika angin ribut menghantam perahu dari murid-murid Yesus pada saat itu! Murid-murid berkata bahwa “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa” (ay 38). Sebab pada saat itu Yesus sedang tertidur. Tetapi sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, sesungguhnya di tengah badai, kita sedang berjalan bersama dengan Tuhan Yesus! Itulah sebabnya judul dari renungan kita kali ini; Bersama Yesus badai pasti berlalu.

Jika Allah mengizinkan kita untuk menghadapi badai kehidupan yang berat itu, tentu Allah jugalah yang akan memberikan kekuatan bagi kita. Oleh sebab itu, di sini marilah kita mencoba untuk membangun beberapa kesadaran yang harus kita miliki ketika badai kehidupan menimpa, kita akan mencoba untuk menggali arti dari kisah dalam Markus 4:35-41:


1.      Sadarlah bahwa Badai dapat Menimpa, hanya atas Kehendak Izin Allah (ay 35-37)
Ayat 35 berkata “Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: “Marilah kita bertolak ke seberang”. Ketika saya membaca kalimat ini, timbul pertanyaan yang besar dalam hati saya yakni; Apakah Tuhan Yesus tidak mengetahui bahwa nanti akan terjadi badai ditengah danau? Dalam Markus 4:1 di sana diberitahukan bahwa sebelum mereka naik perahu dan berlayar, posisi mereka ada di tepi danau. Ini berarti Yesus dan murid-murid saat itu berada di posisi yang bagus, aman dan tentram. Mereka ada di daratan! Tetapi mengapa Yesus mengajak mereka untuk bertolak ke seberang??? Sungguh ini menjadi pertanyaan besar bagi kita!

Pertanyaan ini hanya akan terjawab jika kita memilih untuk percaya bahwa sesungguhnya Yesus tahu apa yang akan terjadi! Sebab jika kita memilih untuk percaya bahwa Yesus tidak tahu, maka Yesus bukanlah Tuhan yang turun dari surga. Namun puji Tuhan, bahwa ternyata Yesus yang kita percayai adalah Tuhan yang maha tahu! Ia mengerti sekali apa yang akan terjadi ke depan. Ia tahu bahwa saat itu akan terjadi badai, tetapi mengapa Ia meneruskannya? Jawabannya adalah karena Ia menghendakinya untuk terjadi bagi kemuliaan-Nya! Tuhan Yesus setuju akan kejadian tersebut menimpa Dia bersama dengan murid-murid-Nya. Bahkan Tuhan Yesus sendiri adalah perancang dari kejadian tersebut.

Dari sini kita dapat melihat bahwa, apapun badai yang tengah menimpa kehidupan kita, sadarlah bahwa itu semua terjadi atas kehendak izin Tuhan Allah. Tidak ada satu titikpun dalam kehidupan ini yang dapat terjadi tanpa Tuhan menghendakinya terjadi. Ini kita sebut sebagai kedaulatan Allah atas alam semesta dan segala isinya. Keyakinan ini akan membuat kita terhindar dari menyalahkan Tuhan, mengkambing hitamkan orang lain dan membuat kita menjadi pribadi yang teguh dalam meneruskan kehidupan ini!

2.      Sadarlah bahwa di Tengah Badai, Allah hanya “sepertinya sedang tertidur” (ay 38)
Bagaimana rasanya ketika anda sedang berada ditengah badai dan tidak ada satu orang pun yang mencoba untuk memperhatikan anda? Apakah anda bisa membayangkan, andai saja anda suatu waktu sedang melakukan pelayaran dengan menggunakan perahu, lalu tak diduga perahu tersebut mengalami kerusakan dan mengakibatkan perahu anda karam dan anda terancam tenggelam! Anda saat itu sudah benar-benar tenggelam, lalu lewat kapal besar yang berisikan begitu banyak orang yang hanya lewat saja, yang hanya menonton saja kejadian tersebut, tanpa berniat untuk membantu! Sungguh ini kisah yang sangat menyedihkan bukan! Ya, kejadian ini seperti yang terjadi pada murid-murid saat itu.

“Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam”. Lagi-lagi di sini saya bertanya; apakah Yesus benar-benar tidur? Apakah Yesus benar-benar tidak tahu? Tentu tidak. Karena berdasarkan poin pertama tadi, sesungguhnya Tuhan Yesus tahu! Lantas mengapa Ia tertidur? Ia tidak tertidur, tetapi terlihat tertidur. Yesus sedang menguji para murid soal kepercayaan mereka. Apakah mereka tetap percaya kepada Yesus, sekalipun Ia sedang tertidur! Inilah maksud dari tidurnya Yesus. Kerapkali ketika badai kehidupan datang menimpa kita, kita merasa sepertinya Allah sedang tertidur dan tidak tahu menahu tentang apapun yang sedang terjadi! Syukurnya ini hanyalah perasaan kita saja, karena yang sesungguhnya tidaklah demikian. Sebab Yesus Kristus ada bersama dengan kita di saat badai sedang menimpa. Ia terlihat tertidur dan diam, hanyalah untuk mengajari kita percaya kepada-Nya!


3.      Sadarlah bahwa Badai itu hanya dapat Berhenti; Saat Allah menghendakinya (ay 39)
Bagaimana respon kita ketika badai menerpa akan tampak dengan sangat mudah. Sebab pada dasarnya manusia lebih percaya kepada apa yang sedang terlihat dan sulit untuk menunggu apa yang akan segera terlihat! Murid-murid lebih fokus kepada badai dan melupakan Yesus yang ada saat itu di buritan perahu. Mereka seolah menganggap Yesus tidak ada. Sampai-sampai berkata “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa” (ay 38). Inilah manusia! Inilah kita. Kita lebih menyakini kenyataan dan lupa akan yang sanggup mengubah kenyataan. Kita lebih mudah mencari pertolongan kepada dunia dan manusia di saat badai menimpa, ketimbang datang kepada Tuhan dan tersungkur di kakinya!

Di sini kita melihat bahwa hanya dengan menghardik serta berkata diam dan tenang, maka angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Perhatikan kata “teduh sekali” dalam ayat 39, yang menjelaskan suasana saat itu telah berubah secara drastis. Sebelumnya taufan mengamuk dengan dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu (ay 36), tetapi ketika Yesus bertindak dengan sangat mudah; semua berubah menjadi teduh sekali! Apa yang Yesus lakukan saat itu, juga Ia dapat dan sanggup lakukan terhadap kehidupan kita saat ini. Badai seberat apapun dalam hidup mu, Yesus sanggup mengubahnya menjadi teduh. Persoalan apapun yang terjadi, Yesus lah satu-satunya yang sanggup memberikan solusi yang terbaik. Badai tersebut tidak akan dapat berhenti, jikalau bukan Allah yang menghentikannya! Sebab itu datanglah kepada Yesus saat engkau ditimpa badai yang dahsyat dalam hidup ini.

4.      Sadarlah bahwa Badai terjadi, untuk Membentuk Kehidupan dan Iman kita (ay 40)
Ini akan menjadi puncak dari tujuan Allah mengizinkan badai menimpa kehidupan kita. Allah menghendaki badai menimpa kita adalah dengan memiliki tujuan yang mulia, yakni; untuk membentuk kehidupan kita. Ingatlah bahwa sebuah emas hanya akan murni jikalau dibakar dengan bara api yang luar biasa kuatnya. Ingatlah bahwa sebuah mata pisau hanya akan tajam jikalau diasah. Ingatlah juga bahwa sebuah kehidupan akan menjadi berarti dan bertumbuh, jikalau kita melalui beratnya badai kehidupan!

Setelah kejadian tersebut, Yesus berkata “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”. Sekarang kita bertanya, mengapa? Karena Yesus tahu apa yang akan terjadi dan Yesus sekaligus juga tahu apa yang akan Ia dapat lakukan! Itulah sebabnya Ia berkata mengapa takut. Sebab Yesus ada bersama dengan murid-murid. Sudah seharusnya mereka tetap tenang dan menunggu Yesus akan berbuat sesuatu yang mereka tidak sanggup lakukan. Bagaimana dengan anda? Apakah anda tetap mau percaya kepada Allah sekalipun badai kehidupan begitu berat? Sekalipun Allah tampaknya sedang tertidur? Marilah kita percaya kepada-Nya meski ini semua tampak tidak mudah. Sebab ketika kita tetap percaya, maka saat itu juga iman kita akan semakin dimurnikan. Hidup kita semakin dibentuk oleh Tuhan menjadi pribadi yang lebih tegar dan bertumbuh!

Badai kehidupan pasti berlalu! Ya, benar. Semua penderitaan dan dukacita yang menimpa semua manusia pasti-pasti akan berlalu. Hanya pertanyaannya adalah: bagaimanakah badai itu akan berlalu? Berlalu bersama Yesus atau berlalu bersama diri sendiri dan dunia ini! Saya akan lebih memilih, menghadapi semua badai kehidupan ini hanya bersama dengan Yesus, sebab Dia adalah Bapa yang setia dan sempurna! Puji Tuhan, Haleluya. Tuhan Yesus memberkati anda. Shalom!

Posting Komentar untuk "Bersama Yesus: Badai Pasti Berlalu!"