zmedia

Tetap Tenang ditengah Gelombang!

“Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku! (Mzm 62:2)

            Tenang adalah tidak gelisah, tidak rusuh, tidak kacau, tidak ribut, aman dan tenteram (KBBI), jika diibaratkan seperti air di sungai; maka air itu tidak bergelombang. Jika ditanya kepada semua manusia di dalam muka bumi ini, apakah anda mau tenang? Maka dapat dipastikan bahwa mereka akan menjawab ya. Oleh karena mengejar ketenanganlah maka sampai ada sekelompok manusia yang rela mengorbankan sesamanya demi ketenangan pribadinya, juga demi ketenangan keluarganya! Bahkan sangat disayangkan ketika ternyata mereka mencari ketenangan itu ditempat yang salah. Manusia berpikir bahwa dengan kekayaan maka akan tenang! Manusia juga berpikir bahwa dengan kedudukan dan kekuasaan maka akan didapatkan ketenangan! Juga manusia menyangka dengan ilmu teknologi maka bisa diciptakan ketenangan! Sungguh sangat kasihan sekali bahwa ternyata apa yang manusia anggap bisa menciptakan ketenangan justru tidak sama sekali bisa menciptakan ketenangan yang sejati!

            Apakah ketenangan yang sejati itu? Jika ada ketenangan yang sejati berarti ada ketenangan yang tidak sejati! Ya tentu. Sekarang apakah perbedaannya? Pertama: ketenangan yang tidak sejati adalah; ketenangan yang sementara dan bersifat egoisme. Ini adalah ketenangan yang dunia selalu tawarkan! Sementara kedua: ketenangan yang sejati adalah; ketenangan yang kekal dan bersifat penuh kasih. Inilah ketenangan yang hanya ditemukan didalam Allah. Ketenangan yang berasal dari Tuhan Allah! Ketenangan yang diterima karena hidup didalam Yesus Kristus. Dan dunia tidak mengenal ketenangan ini sebab mereka tidak percaya kepada Allah dan membenci Kristus.

            Ketenangan yang dari Allah inilah yang dapat membuat kita kuat ditengah berbagai tekanan dalam kehidupan ini. Inilah rahasia bagaimana kita dapat tetap memiliki perasaan tenang meski ditengah-tengah gelombang! Tetap tenang ditengah gelombang masalah sosial, gelombang musuh, gelombang ekonomi, gelombang keluarga, gelombang pekerjaan dan gelombang rayuan si jahat. Kita hidup ditengah gelombang-gelombang ini semua, tetapi malang sekali nasib orang yang hancur oleh karena di ombang-ambingkan gelombang tersebut! Sebab ada jalan keluar dari semua persoalan itu jika kita belajar untuk mendekat kepada Allah!

            Seperti yang Daud sendiri alami! Ketika ia ditengah masalah yang besar dalam hidupnya sebagai seorang pemimpin, dimana anak kandungnya sendiri hendak menggulingkan kepemimpinannya dengan cara yang kejam. Daud tidak agresif melawan dan menjadi tidak tenang, tetapi ia cepat-cepat datang kepada Allah, karena ia tahu bahwa “Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku” (ayt 2). Daud tahu bahwa ia bisa selamat dari ancaman musuh jika ia datang kepada Allah. Allah bukanlah Pribadi yang lemah tak berdaya dan Ia juga bukanlah Allah yang diam tak bertindak karena tidak adil. Melainkan Allah adalah “gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah” (ayt 3) dan Dia adalah Allah yang cukup bertindak hanya dengan berfirman serta telah jelas “bahwa kuasa dari Allah asalnya” (ayt 12) dan keadilan-Nya adalah keadilan yang tak dapat ditandingi oleh siapapun “sebab Engkau membalas setiap orang menurut perbuatannya” (ayt 13). Inilah rahasia untuk dapat tenang meski ditengah gelombang!

            Mengapa judul di atas dikatakan “Tetap Tenang”? Karena tak bisa dipungkiri bahwa meskipun kita sebagai orang Kristen bukan berarti kita tidak bisa gelisah sedikitpun! Sebab kita adalah manusia yang lemah adanya. Tetapi di sini Allah mau mengajari kita bagaimana caranya untuk tetap tenang. Bagaimana caranya untuk menumbuhkembangkan ketenangan yang dari Allah itu?

Pertama : Berfokus untuk Memuji dan Menyembah Allah (ayt 2-8)

Bagaimana kita bisa tetap tenang jika kita hanya berfokus kepada gelombang kehidupan kita? Kita terus saja fokus kepada masalah yang menimpa kita dan lupa untuk mengalihkan pandangan mata kita kepada Allah yang sanggup mengubah situasi! Mari kita belajar dari Daud dalam mazmurnya ini. Ditengah-tengah badai besar dalam hidupnya ia dengan tenang mau bermazmur dan dalam mazmurnya itu ia memuji dan menyembah Allah. Oh Allah ku..., “Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku....” itu adalah pujian penyembahan kepada Allah. “Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah”, ini adalah kekuatan didalam pujian! Ini adalah kekuatan surgawi yang turun atas mereka yang mau menyembah Allah. Meski ditengah gelombang badai besar percayalah bahwa anda tidak akan dihancurkan olehnya sebab tangan Tuhan memegang anda dengan kuat!

Apa masalah anda belakangan ini? Apakah anda merasa bahwa tekanan dari seseorang itu begitu berat bagi anda? Apakah anda merasa bahwa kebutuhan ini terlalu besar sementara keuangan keluarga ku begitu minim? Apakah anda merasa bahwa anda dibohongi! Anda ditipu! Anda disakiti! Anda di fitnah dan dijelekkan! Sampai anda merasa bahwa Allah telah meninggalkan ku dan tidak berpihak kepada ku! Dimanakah Dia yang katanya sanggup melakukan segala sesuatu! Dimanakah Dia yang katanya bisa menyembuhkan penyakit ku! Bisa memberkati ku! Bisa menolong ku! Dengarlah perkataan Tuhan kali ini “Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku”, bangkitlah dan memuji Dia. Berdirilah menyembah Dia dalam ucapan syukur dan nyanyian. Karena dengan demikian engkau telah menolak untuk diintimidasi oleh perasaan mu yang salah dan memilih untuk mendengarkan suara Tuhan Allah mu!

 

Kedua : Percayalah kepada-Nya setiap Waktu (ayt 9)

Ketenangan yang terus menerus hanya bisa kita dapatkan jika kita percaya kepada Tuhan setiap waktu. Percaya kepada-Nya dalam setiap waktu! Bukan hanya saat kita dalam keadaan suka, tetapi juga dalam keadaan duka. Bukan ketika berkat melimpah secara jasmani, tetapi juga tetap percaya dalam keadaan kekurangan. Juga bukan percaya ketika saat ke gereja saja tetapi ketika kita dimana-mana saja! Inilah percaya yang Daud katakan “Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat” (ayt 9). Ketika badai hidup menerpa hendaklah kita datang kepada Dia dengan hati yang selalu percaya, seolah mengabaikan badai itu, lalu untuk seketika waktu saja kita telah ditolong oleh Allah dengan cara-Nya yang unik. Coba saja kita renungan kehidupan kita selama ini! Bukankah Allah tidak pernah meninggalkan kehidupan kita? Meski kita terjatuh tetapi janji Allah adalah bahwa kita tidak akan jatuh sampai tergeletak, sebab tangan Tuhan terlalu kuat untuk menggendong kita!

Jika kita percaya kepada Allah maka sudahlah seharusnya kita mau mencurahkan isi hati kita kepada-Nya! Sebab dengan itulah kita ketahui bahwa kita telah sungguh-sungguh percaya. Karena hal yang wajar jika seorang isteri percaya kepada suaminya, maka ia pasti mau mencurahkan isi hatinya kepada suaminya tersebut. Demikianpun hal nya dengan kita anak-anak Allah, hendaklah kita selalu mencurahkan isi hati kita kepada Bapa yang kita percayai itu. Sebab dengan cara demikianlah kita akan menemukan ketenangan. Kita melepaskan seluruh beban hidup kepada Allah dan menerima sukacita yang melimpah ganti beban tersebut.

By. Pdt. Theos M. Purba

Posting Komentar untuk "Tetap Tenang ditengah Gelombang!"