zmedia

Renungan Tentang Arti Kelahiran


 Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya. (Mazmur 139:16) 

            Kata dahsyat dan ajaib selalu dipergunakan untuk menjelaskan hal yang tidak biasa. Jika hal tersebut kita sebut ajaib berarti sesuatu hal itu ganjil atau ‘aneh’. Yang namanya ganjil atau aneh sudah pasti hal itu tidak seperti biasanya, dan kita sering menyebut hal semacam itu dengan sebutan luarbiasa. Demikianlah arti dari kedua kata dahsyat dan ajaib, yang kemudian kita simpulkan dengan satu kata yakni; luarbiasa. Jika kita berbicara tentang kata dahsyat dan ajaib, maka orang pada lazimnya akan menghubungkan hal itu kepada perkara kesembuhan, bencana alam, peperangan, kemenangan, dsb. Tetapi, sedikit orang yang mau membahas mengenai kelahiran sebagai hal yang luar biasa! Mereka mengira bahwa kelahiran adalah perkara yang biasa saja, tidak ada sesuatu yang ajaib di sana.

            Saya yakin, kenyataan miris di atas itu dapat terjadi dikarenakan tidak adanya pengertian tentang siapa yang berkarya di balik kelahiran seorang anak. Banyak orang berpikir bahwa dirinya yang menentukan kelahiran seorang anak bayi. Sebab itu, bagi orang tersebut tidak ada hal yang luarbiasa, atau hal yang dahsyat dan ajaib di sana, karena mereka beranggapan bahwa semua orang mengalami hal yang sama sebagai seorang ibu. Ini adalah pemikiran yang salah, dan bertentangan dengan iman Kristen. Itu sebabnya tidak heran begitu banyak anak-anak hasil perzinahan yang tidak dianggap dan dihina, bahkan tidak sedikit janin yang diaborsi. Tentu kita tidak memandang hal ini dari sudut pandang nihilisme, seolah-olah hal tersebut terjadi hanya semata-mata oleh keputusan tangan manusia belaka; melainkan semua yang terjadi tersebut tetap ada dalam rencana kehendak Allah yang berdaulat, yang mengatur segala sesuatu di tengah dunia ini.

            Jika demikian, kita sebagai orang Kristen harus mengerti bahwa kelahiran merupakan kejadian yang luarbiasa, dahsyat dan ajaib. Itu dikarenakan Allah Sang Pencipta langit dan bumi, Dialah yang menjadikannya. Mari kita kembali merenungkan sejarah kehidupan kita dahulu, pada saat pertama kali kita menghirup nafas dan menghembuskannya kembali; sejak dari kandungan hingga kita dilahirkan. Sebagai orang percaya, kita adalah orang-orang yang lahir ke dunia ini oleh karena pekerjaan-Nya. Dan sekarang marilah  kita melihat dua pekerjaan yang Ia lakukan dalam kelahiran kita:

Pertama: Allah Bertindak secara Pribadi kepada kita (ay 13,15)

Tindakan Allah atas hidup orang percaya merupakan tindakan-Nya secara pribadi. Artinya Ia bertindak atas hidup kita, mulai dari hal terkecil hingga terbesar, tanpa terkecuali. Pada saat kita masih di dalam kandungan ibu, dikatakan bahwa buah pinggang kita dibentuk dan ditenun, tulang-tulang kita juga tidak luput dari tenunan tangan Allah. Kenyataan ini merupakan tindakan Allah di dalam tempat yang tersembunyi, yang tak bisa dilihat dengan kasat mata oleh manusia. Mari kita melihat apa yang dikatakan oleh pemazmur “Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku”.

Di sini pemazmur Daud menyadari tentang kemahahadiran Allah yang tak bisa ia elakkan. Bahkan bukan hanya kehadiran-Nya, tapi kehadiran-Nya yang bekerja dalam kehidupannya; dari sejak dalam kandungan ibunya hingga pada saat ia lahir dan sampai pada saat  dia menuliskan mazmur tersebut. Ini merupakan pengakuan Daud yang begitu indah dan tak bisa diganggu gugat oleh siapapun. Sebab kemahahadiran Allah adalah perkara yang tak bisa kita elakkan. Melanjutkan hal yang ingin kita bahas di sini, perihal Allah bertindak secara pribadi, itu merupakan hal yang Daud sadari. Ia menyadari bahwa Allah bertindak untuk membuat dia ada, dari sejak dalam kandungan ibunya. Oleh karena itu, jangan pernah kita mengira bahwa Allah hanya bertindak atas kehidupan kita hanya pada saat kita menjadi percaya, melainkan dari sejak kita berada di dalam kandungan ibu kita, bahkan jauh dari itu; sebelum segala sesuatu ada. Ini merupakan doktrin yang harus diingat. Jika tidak, kita tidak akan pernah sungguh-sungguh dapat meresapi betapa dalamnya kasih dan penyertaan Allah atas kehidupan kita.

Jadi, saat seorang anak bayi berada dalam kandungan, sesungguhnya di sana Allah menenunnya, membentuk ia, dan menjaganya; hingga ia menjadi seorang anak manusia yang lahir dan melihat dunia serta hidup dalam dunia untuk memuliakan Allah. Hal ini harus di sadari, bahwa kita ada di tengah dunia ini adalah karena pekerjaan Allah.

 Kedua: Allah Mempersiapkan hari-hari setelah kelahiran kita (ay 16)

Jika poin sebelumnya adalah pembahasan tentang tindakan Allah pada saat seorang anak masih berada di dalam kandungan, kini kita melanjutkan pembahasan mengenai tindakan Allah dalam mempersiapkan masa depan setelah kelahiran. Dikatakan “mata Mu melihat selagi aku bakal anak”, ini adalah tindakan Allah selama di dalam kandungan, namun dilanjutkan “dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya”. Ini adalah ungkapan kejujuran dari seorang pemazmur ulung, yakni Daud. Dimana ia yakin dan sadar, bahwa kehidupan yang akan ia lewati sewaktu ia masih di dalam kandungan ibunya dahulu, sesungguhnya sudah dibuat oleh Allah di dalam rencana-Nya, meskipun hari-hari itu belum ada dan terjadi. Ini merupakan hal yang penting agar kita mengerti betapa berharganya kelahiran seseorang, mungkin itu adalah adik kita, anak kita, atau bahkan diri kita sendiri. Kehadiran kita bukan karena kebetulan, melainkan rencana dari Allah. Bahkan hari-hari kita telah dirancangkan sedemikian rupa, yang kemudian tergenapi di dalam kehidupan kita. Ini merupakan doktrin kedaulatan Allah yang sangat indah tuk kita renungkan bersama!

Baca juga:

* Ingat Selalu Akan Perbuatan Tuhan

* Melepaskan Hak

* Identitas Orang Percaya

Jika demikian, mungkinkah ada sesuatu di dalam kehidupan kita ini yang tersembuyi dimata-Nya? Tentu tidak. Karena kelahiran seseorang saja sudah merupakan karya Allah sepenuhnya, apalagi segala yang terjadi kemudian! Oleh karena itu, seharusnya kita seperti Daud yang berkata diayat ke 14 “Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya”. Bersyukurlah kepada Allah oleh karena kejadian kita itu dahsyat dan ajaib. Amin

Oleh: Pdt. Theos M. Purba

Posting Komentar untuk "Renungan Tentang Arti Kelahiran"