zmedia

Sukacita ditengah Duka - Sebuah Renungan tentang Penderitaan Kristen

 

Mazmur 34:4-5

5 Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.

6 Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu.

Sukacita yang berkualitas tinggi ialah sukacita ditengah duka. Jika kita bersukacita pada saat keadaan baik-baik saja, itu hal yang biasa. Hampir semua manusia yang hidup di muka bumi ini seperti itu. Ketika Anda menerima gaji tepat pada waktunya, dan Anda bersukacita, itu biasa. Saat Anda melihat keluarga Anda sehat-sehat saja, dan berkecukupan dan Anda bersukacita, sekali lagi saya mengatakan bahwa itu biasa saja. Namun pada saat Anda harus menerima kenyataan bahwa gaji Anda tidak cair tepat pada waktunya, keadaan keluarga Anda sedang tidak baik-baik saja, Anda harus melaksanakan banyak tanggung jawab tetapi keadaan Anda sedang tidak baik-baik saja; namun atas semuanya itu Anda tetap dapat bersukacita, itu luarbiasa!

Namun, apakah semua orang dapat tetap bahagia dalam keadaan yang sukar? Tidak semua! Kenapa? Karena hanya orang-orang yang mengarahkan pandangannya kepada Tuhanlah yang dapat tetap bersukacita meskipun ditengah keadaan duka. Itulah sebabnya di sini Daud mengatakan “Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri”, karena resep agar muka Anda dapat berseri-seri sebagai tanda sukacita ialah ketika Anda dapat mengarahkan pandangan Anda kepada Tuhan. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Jawabannya ialah pada saat kita mengarahkan mata kita kepada Allah maka yang tampak dari pada-Nya adalah kuasa dan keagungan-Nya. Kasih-Nya yang sempurna dan janji-Nya yang kekal. Itulah sebabnya, kita harus lebih fokus kepada Tuhan kita yang besar, ketimbang masalah kita yang besar.

Orang yang demikian akan menjadi pemenang, bahkan lebih dari seorang pemenang atas setiap persoalan hidup yang ia hadapi. Mujizat dan karya Allah akan dinyatakan baginya, dan hatinya akan melimpah dengan sukacita yang melampaui segala akal. Sukacita yang seperti ini selaras dengan apa yang Paulus katakan “Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus” (Filipi 4:7).

TMP

Posting Komentar untuk "Sukacita ditengah Duka - Sebuah Renungan tentang Penderitaan Kristen"