Filipi
2:5-8
5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Setiap kita selalu memiliki ide dan pertimbangan, hidup dengan ide atau gagasan. Setiap keputusanpun, kita ambil oleh karena ide. Kita memikirkan terlebih dahulu, kemudian bertindak berdasarkan pemikiran tersebut. Begitu pula dengan perasaan, kita sering juga mengambil sebuah keputusan oleh karena pertimbangan perasaan. Ada orang yang mengenyampingkan pikiran dan menekankan perasaan, begitu juga sebaliknya; ada yang lebih menekankan pikiran lalu mengabaikan perasaan.
Dalam hidup ini, ternyata pikiran dan
perasaan mengambil peranan yang cukup penting. Namun, dalam perjalanan
kehidupan ini kita telah melihat bahwa pikiran dan perasaan kita terbatas.
Tidak jarang kita terjerumus dalam kesalahan dan masalah oleh karena pikiran
kita sendiri. Lagipula perlu kita ingat kembali bahwa sesungguhnya hati dan
pikiran kita dahulu pernah tercemar oleh dosa. Sekalipun kita tahu kemudian
bahwa Kristus telah menguduskan hidup kita, berikut hati dan pikiran kita;
namun bukan berarti Anda luput dari keterbatasan. Keterbatasan tetaplah
keterbatasan. Ciptaan tetaplah terbatas, sampai kapanpun!
Di sini Paulus mengajak kita untuk
meneladani pemikiran perasaan yang ada pada Kristus, yakni Dia rela mengosongkan
diri-Nya. Dalam rupa Allah, Dia tidak menganggap kesetaraan-Nya itu sebagai milik
yang harus dipertahankan-Nya. Inilah hal pertama yang harus kita teladani,
yaitu kita tidak mempertahankan keinginan kita, hak kita dan posisi kita. Di
saat Anda harus kehilangan, relalah. Saat Anda harus melepaskan, lepaskanlah.
Dikala Anda harus mengisi yang kosong, maka berilah dan isi.
Kemudian selanjutnya ialah,
berinisiatif berkorban. Sama seperti yang Kristus lakukan, Ia merendahkan
diri-Nya dan taat sampai mati. Seperti itu jugalah kita seharusnya siap dan
berniat berkorban dalam setiap tanggung jawab kita.
Inilah pikiran dan perasaan yang
harus kita tumbuh kembangkan dalam hidup kita. Agar kemanapun kita melangkah,
Allah dipermuliakan. Amin.
TMP

Posting Komentar untuk "Sepikiran dan Seperasaan dengan Kristus - Filipi 2:5-8"