zmedia

Hak Atas Tindakan Pencegahan Yang Wajar Untuk Kesehatan Yang Baik...!




“Mereka harus menghitung harga yang harus dibayar, dan siap untuk menjalani kehidupan dalam kekurangan, kerja keras, dan mungkin kesepian dan bahaya. Mereka harus percaya kepada Allah untuk memenuhi kebutuhan mereka dimasa sakit maupun sehat, sebab terkadang tidak mungkin untuk memperoleh pertolongan medis yang andal. Tetapi, jika mereka adalah hamba-hamba yang setia, mereka akan menemukan dalam Kristus dan dalam FirmanNya, suatu kepenuhan, kecocokan, sesuatu yang berharga, sukacita dan kekuatan, yang akan jauh melampaui pengorbanan apapun yang mereka lakukan bagi Dia sesuai panggilanNya”
The Overseas Manual of thed China Inland Mission
Overseas Missionary Fellowship (1955).

DENGAN HATI-HATI saya membentangkan sehelai sapu tangan yang lebar diatas meja untuk mencegah lengan saya menempel pada meja, mengambil pena saya dan dengan susah payah mulai berlatih menulis huruf-huruf Cina yang rumit didepan saya. Setiap menit saya berhenti untuk menghapus peluh dari wajah saya.

Kemudian ada kisah menarik yang dialami rekan ku Misionaris Will (Demikian aku menyapa Mabel Williamson disini), ketika ia berada dinegeri Cina menjadi seorang Misionaris. Dimana pada suatu waktu ia bersama kakaknya berkunjung ke rumah seorang umat Tuhan yang mereka layani di Cina. Demikianlah :
Kami mengambil payung kami, kipas dari daun palem, dan tas berisi traktak dan berangkat. Matahari bersinar terik, dan suku udara diluar pasti lebih tinggi, tetapi angin sepoi-sepoi memberi kesan agak sejuk, dan jalan desa yang menyenangkan yang kami tempuh mengimbangi panas yang terik it. Tidak makan waktu lama untuk menempuh jarak dua mil itu, dan kami disambut dengan hangat sekali oleh Ibu Wong dan putrinya.
“Bayangkah... hari ini dua orang guru ini datang kemari, ketika hari begitu panas! Kami benar-benar tidak layak untuk mendapat perhatian seperti ini! Kalian bisa jatuh sakit, karena tidak terbiasa dengan panas seterik ini dinegeri kalian yang nyaman! Mari duduklah dan berisirahatlah! Didepan bambu ini tidak terkena sorotan matahari langsung,sehingga tempatnya sejuk. Putriku, ambilkan kipas untuk guru-guru ini. Oh... kalian membawa kipas sendiri! Ya, kipas memang sangat diperlukan dalam cuaca seperti ini! Cepat nyalakan api putriku, dan rebus air untuk membuat teh.
            Dirumah Misi Will, mereka selalu menyediakan sebuah kendi berisi air matang yang telah didinginkan, tetapi disini itu tidak ada, dan sama seperti kami, ia tidak akan berpikir untuk minum air yang belum di rebus.

Ketika melakukan perjalanan seperti ini, yang kerap kali dialami oleh Misionaris Will dan rekan lainnya adalah, dimana bibir mereka harus siap menyentuh pinggiran gelas batu yang mereka tidak tahu apa saja kuman yang ada menempel disitu. Memakan makanan yang belum tentu dicuci menggunakan air panas yang mendidih, untuk mematikan berbagai kuman berbahaya. Lalu... harus siap menggunakan handuk orang pribumi yang khuatir apakah dihanduk tersebut menempel virus penyakit mata dan kulit yang diderita oleh tuan rumah. Namun satu kali, dikejadian yang sama yang saya kutip diatas, Misionaris Will memberikan komentar kepada Kakaknya mengenai hal tersebut :
Saya menoleh kepada kakak saya, yang biasanya sangat cermat dalam memastikan agar semua buah-buahan dan sayur mayur mentah dicelupkan dalam air mendidih terlebih dahulu sebelum dimakan, dan saya tercengang melhat dia dengan tenang dan santai mengunyah ketimunnya. Dia dan ibu Wong sedang menjalin percakapan yang penuh semangat tentang suatu hal lain.

Ditengah perjalanan pulang dari perjalanan tersebut, Miss Will menanyakan kepada Kakaknya tersebut, bagaimana ia bisa dengan santainya melahap makanan yang dihidangkan oleh ibu Wong tanpa ia membersihkannya, seperti ia membersihkannya jika dirumah misi mereka sendiri? Kakaknya menjawab : “Oh... Kita tidak boleh menghina Ibu Wong dengan menolak memakan apa yang disuguhkannya kepada kita! Kita tentu saja harus sedapat mungkin berhati-hati ketika kita berada dirumah kita sendiri, tetapi jika kita bertamu, dan ada kemungkinan menyinggung seseorang, dalam hal ini saya kira Tuhan akan menjaga kita”.

Prinsipnya adalah Seorang anak Tuhan tidak boleh merasa dirinya bebas mengabaikan apa yang diketahuinya tentang cara-cara menjaga kesehatan yang baik, terlebih seorang Misionaris. Namun, ada waktu dimana sikap yang satu (secermat mungkin memeriksa segala yang ada demi kesehatan kita) lebih baik, dan pada waktu yang lain sikap yang lain (tidak secermat biasanya untuk menjaga diri demi kesehatan) lebih baik.

Seingat saya... sekitar tahun 2013 pertengahan hingga 2014 akhir dimasa praktek lapangan, saya di didaerah pedalaman Kalimantan Barat, hanya mengalami dua kali sakit parah.

Pertama, kualami sakit demam berat yang membuat saya tidak bisa beraktivitas sebagai mana mestinya sekitar satu Minggu, dan masih ingat jelas oleh ku waktu itu, sampai-sampai dihari Tuhan aku hanya bisa terguring lemah dikamar pastori, mendengarkan suara senior ku menyampaikan kotbahnya disebelah.
Kedua, kualami sakit mag yang cukup “menyiksa” ku. Ketika terjaga dari tidur pukul 04/05, doa pagi dimulai, maka pukul 6 pagi perut akan segera menggangu ku... terus itu berjalan di setiap 2 jam seterusnya. Cukup merepotkan dan menggelisahkan...!!!

Orang-orang yang mengasihi ku mulai khawatir tentang keadaan ku... namun, saya sendiri tidaklah pernah sekuatir mereka. Bukan karena aku berpikir bahwa aku kuat, namun hanya belajar percaya bahwa tubuh ku ini miliknya Dia...! Apapun yang terjadi, pasti kehendak Allah yang terjadi. Sejak saat itu, aku mulai menjaga diri dari beberapa makanan dan minuman. Menghindari cabai yang enak... menghindari kopi yang merupakan minuman umum ditanah Dayak Kalimantan Barat (tak ada tempat yang tidak menyediakan minuman ini ditempat itu waktu itu), menghindari ini dan menghindari itu...!!!

Secermat yang bisa ku lakukan, mengkonsumsi obat-obatan, vitamin yang menolong kekebalan tubuh (hingga hari ini itu masih ku konsumsi). Terlebih kini, aku ada dipedalaman yang lebih dalam lagi, tentu hal ini tidak aku abaikan. Namun... tidaklah mungkin ini selalu dapat ku lakukan. Buktinya sudah tak terhitung banyaknya, aku mengabaikan kecermatan ku didalam menjaga kesehatan badan ku (yang pendek dan kecil, tak menarik sama sekali ini), demi menghargai dan menghormati orang-orang yang kujumpai terlebih umat pilihan Tuhan yang baginya, aku ada disini untuk menyampaikan kabar baik kepadanya. Juga oleh karena satu dan dua hal... aku tidak secermat yang biasanya.

Jika terkadang hampir belasan kali aku menyapu rumah pastori ku, untuk menjaga kebersihan lingkungan dimana aku bernafas dan beraktivitas, akan juga ku duduki rumah siapapun yang penuh dengan kekumuhan...!!! Tak perduli ada apapun itu, demi wajah mereka yang tersenyum indah melihat kehadiran ku...

Aku juga belajar untuk tidak ingin mengkritik makanan dan minuman yang dihidangkan oleh umat Tuhan dipedalaman... sebab mereka dibesarkan dan dididik dalam kebiasaan yang berbeda dengan gaya hidup modern. Kita... setiap misionaris... hendaknya melihat mereka yang menghidangkan makanan dan minuman dengan ketulusan hati bagi kita, dan berkata seperti Paulus “tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan  hati nurani” (1 Korintus 10:27).

Kita sering kali berpikir bahwa aku berhak mendapatkan perawatan atau penjagaan kesehatan yang wajar. Menikmati apa yang menyehatkan bagi ku. Terlebih... ketika seorang Misionaris atau hamba Tuhan berpikir bahwa ia harus menerima apa yang baik, ini berarti ia bukan sedang melayani, tetapi sedang minta dilayani...

Dilayani keinginan perutnya... dilayani keinginan matanya... dilayani keinginan moodnya... dilayani keinginan hatinya... dilayani kesehatannya... dilayani hidupnya...!!! Ini suatu konsep yang terbalik dari panggilannya. Oleh sebab itu, aku sudah menetapkan hati ini... bahwa sekiranya mungkin untuk menjaga kesehatan sebab itu begitu penting... namun, terlebih penting untuk mengabaikan pencegahan yang wajar bagi kesehatan ku demi jiwa-jiwa yang hendak sampai kepada Kristus Yesus..!!!

Posting Komentar untuk "Hak Atas Tindakan Pencegahan Yang Wajar Untuk Kesehatan Yang Baik...!"